Home / Buku

Buku

Judul                     : Cara Memainkan Tungguhan Penting

Penulis                 : Pande Made Sukerta, dkk.

No. ISBN              : 978-602-5573-45-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2019

Jumlah halaman: 43

Diskripsi:

Buku Cara Memainkan Tungguhan Penting merupakan salah satu bentuk kegiatan atau luaran penelitian ini yang datanya diperoleh berdasarkan hasil pengalaman peneliti belajar memainkan tungguhan Penting. Buku ini memuat 3 (tiga) bagian, yaitu : Bagian Kesatu : Bagian-Bagian Tungguhan Penting. Bagian Kesatu ini menyebut dan menjelaskan bagian-bagian tungguhan Penting. Bagian Kedua : Urutan Nada Dalam Tuts Tungguhan Penting. Pada bagian kedua ini menjelaskan posisi jari pada tiap-tiap laras yang disajikan. Bagian Ketiga: Cara Memainkan Tungguhan Penting yang memuat tentang posisi duduk, posisi tangan kanan dan kiri, pandangan muka pemain tungguhan Penting, dan cara memainkan tungguhan Penting (pelatihan menekan dan membuka tuts, pelatihan memetik senar, pelatihan menekan tuts dan memetik senar. Semoga buku ajar yang berjudul Cara Memainkan Tungguhan Penting  ini dapat bermanfaat (sebagai penuntun dalam belajar memainkan tungguhan Penting), sehingga dapat melestarikan atau menyuburkan kehidupan tungguhan dan barungan Gamelan Penting pada masa mendatang.

Judul                     : Wanita Kusumayuda

Penulis                 : Sri Harti

No. ISBN              : 978-602-5573-44-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2019

Jumlah halaman: 88

Diskripsi:

Keberanian menentukan sikap dalam bertindak bukan hanya monopoli hak kaum pria. Wanita Kusumayuda, wanita artinya perempuan, kusuma artinya bunga, yuda berarti perang. Wanita Kusumayuda dapat diartikan perempuan yang menjadi bunga dalam peperangan Perang di sini bermakna ganda, perang dalam adu fisik di medan laga, ataupun perang di sini bermakna ganda, perang dalam arti berjuang menghadapi kerasnya jaman. Konsep awal Wanita Kusumayuda dikemas menjadi sebuah pertunjukan wayang kulit berkolaborasi dengan tari, namun hibah ini hanya menyetujui sampai penulisan naskah saja. Lakon Wanita Kusumayuda disusun dalam bentuk pakeliran ringkas dengan memasukkan konsep pakeliran padat.

Judul                     : Seni Lukis Kaca: Sejarah, Perkembangan dan Teknik Seni Lukis Kaca Nagasepaha

Penulis                 : I Nyoman Suyasa

No. ISBN              : 978-602-5573-43-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2019

Jumlah halaman: 78

Diskripsi:

Kualitas estetika sangat ditentukan oleh kualitas teknik garap serta alat dan bahan yangdigunakan. Seni lukis kaca Nagasepaha memiliki teknik pengerjaan yang has dan selalu komunal, sebagian besar merupakan kegiatan keluarga. Teknik tradisi menggambar yang menggunakan media “kaca” sebagai pengganti kertas atau kain, menggunakan tahapan-tahapan penggambaran yang berbeda dengan teknik  menggambar pada kertas atau kain. Fungsi dari lukis kaca tersebut untuk menghiasi bangunan suci umat Hindu yang biasanya dihiasi dengan gambar-gambar wayang ceritatera Ramayana,Mahabarata dan Bhagawat Gita. Berbicara kesinambungan kreatif, seni bukan hanya nilai jual kebendaan saja, tetapi seni merangkul persoalan budaya yang berbasis nilai dan pemaknaan yang mampu menunjukkan harkat dan martabat bangsa. Perkembangan seni lukis kaca di Indonesia khususnya di Bali pada menarik untuk diteliti karena memiliki kreatifitas dan keunikannya masing-masing, terutama pada teknik dan proses pengerjaannya. Tulisan ini difokuskan pada seni lukis kaca Nagasepaha terutama pada sejarah perkembangan dan tekniknya.

Judul                     : Barong Ngelawang: Transformasi Tradisi, Religi, dan Wisata Budaya di Ubud Bali

Penulis                 : I Nyoman Sukerna; editor Ana Rosmiati

No. ISBN              : 978-602-5573-32-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2019

Jumlah halaman: 265

Diskripsi:

Bali merupakan tempat wisata favorit yang menjadi destinasi pilihan hampir semua orang. Keindahan alamnya, pantainya, adat istiadatnya, upacara-upacara keagamaannya, barongnya dan pulau-pulaunya menjadi daya Tarik tersendiri bagi wisatawan. Salah satunya, kehadiran balong dalam setiap kegiatan masyarakat di Bali. Barong menjadi hal yang penting setiap kegiatan khususnya upacara keagamaan. Barong menjadi kebanggaan masyarakat di Bali karena dipercaya menjadi simbol kekuatan magis, kemegahan, dan keagungan yang dipancarkannya, barong dipercaya menjadi pelindung dan penjaga keselamatan bagi mereka. Masyarakat di Bali menyakini bahwa barong memiliki sisi kekuatan gaib sebagai pelindung pada waktu-waktu tertentu. Hal ini dilakukan pada saat hari raya Galungna dan Kuningan serta hari-hari suci lainnya, maka barong dikirab mengelilingi desa (ngelawang).  Tradisi barong ngelawang menjadi salah satu warisan para leluhur masyarakat Bali meskipun telah mengalami dinamika sejalan dengan perkembangan peradaban budaya.  

Judul                     : Potret Seni Pertunjukan Kita

Penulis                 : Bambang Sunarto, dkk., Editor: Rustopo

No. ISBN              : 978-602-5573-30-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2019

Jumlah halaman: 246

Diskripsi:

Buku ini berisi artikel-artikel yang dipersembahkan kepada Prof. Dr. T. Slamet Suparno, S.Kar., M.S untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-70 yang jatuh pada 19 Desember yang lalu, sekaligus menandai masa purna tugasnya sebagai Guru Besar pada Jurusan Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Surakarta. Artikel-artikel ini dipersembahkan kepada Prof. Dr. T. Slamet Suparno, S.Kar., M.S oleh para kolega beliau (ada sepuluh artikel), dengan topik yang beragam tetapi dalam tema yang sama, yaitu pengkajian dan penciptaan seni pertunjukan.

Judul                     : Pembaharuan Wayang Untuk Penonton Terkini; Gaya Pakeliran Garap Semalam Sajian Dramatic Ki Purbo Asmoro 1989-2017

Penulis                 : Kathryn anne emerson;penerjemah; wikan satriati dan rudy wiratama; penyunting; rudy wiratama

No. ISBN              : 978-602-5573-06-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2019

Jumlah halaman: 707

Diskripsi:

Pembaharuan wayang untuk penonton terkini: pakeliran garap semalam, sajian dramatic ki purbo asmoro, 1989-2017 membeberkan pedalangam gaya baru di daerah solo dan sekitarnya di Jawa Tengah yang terkenal di kalangan para akademisi sebagai pakeliran garap semalam. Gaya pakeliran yang berlangsung selama tujuh jam dengan struktur peuturan cerita yang inovatif ini, mengambil teknik dan konsep pakeliran padat yang terus digabung dengan teknik dan konsep tradisi dengan cara tertentu, sehingga muncul semacam hierarki dramatika yang betul-betul baru. Pertama kali dicoba pada tahun 1989 oleh dalang Ki Purbo Asmoro(dosen pedalangan ISI Surakarta sejak tahun 1986), gaya pakeliran garap semalam ini sudah dikembangkan selama hampir dua dekade oleh beliau, dan sampai sekarang menjadi pengaruh besar di dunia seni pakeliran wayang kulit purwa gaya Surakarta.

Judul                     : Prosiding Seminar Nasional dan Pameran Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  Seni, Teknologi, dan Masyarakat III Institut Seni Indonesia Surakarta, 25 Oktober 2018

Penulis                 : Editor: M. Ali Nurhasan Islamy, S.Sos., MA., Adi Prabowo. S.Sn., M.Sn.  (Institut Seni Indonesia Surakarta); Reviewer: Dr. Junaedi, S. Kar., M.Hum., dkk.

No. ISBN              : 978-602-5573-42-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 189

Diskripsi:

Seni, teknologi, dan masyarakat dewasa ini telah menyatu dalam praktik penelitian dan pengabdian masyarakat di perguruan tinggi seni. Tidak ada lagi jarak antara praktik seni dengan teknologi, terutama dengan masyarakat. Pemisahan antara disiplin sain dan teknologi dengan sosial, humaniora, dan seni tidak lagi popular saat ini. Praktik seni sudah seharusnya melebur dan kehadirannya mewarnai teknologi dan masyarakat. Seni tidak lagi terbatas menjadi manara gading yang berlindung di balik kredo seni untuk seni.  Kerhadiran seni semakin diperlukan dalam dunia yang kian berlari menuju kecanggihan teknologi. Seni telah membuktikan hal tersebut dengan munculnya disiplin-disiplin baru  dalam ilmu pengetahuan seperti disiplin desain, kajian budaya, dan sebagainya. Dengan demikian terjadilah dialog antar disiplin yang memungkinkan seni memberi manfaat pada pemajuan kebudayaan dan perkembangan peradaban. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Surakarta konsisten mewadahi praktik seni dalam penelitian dan pengabdian masyarakat dengan perspektif yang lebih holistic. Seni dikembangkan tidak terpisah dari masyarakat dengan segala dinamikanya dan dikembangkan untuk pemajuan kebudayaan.

Judul                     : Buku Ajar Tata Kelola Festival Seni Pertunjukan

Penulis                 : Fawarti Gendra Nata Utami, S.Sn., M.Sn

No. ISBN              : 978-602-5573-40-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 73

Diskripsi:

Kegiatan seni pertunjukan di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang sangat cepat, banyak sekali berbagai festival seni pertunjukan, event dan hajatan hajatan yang terkait dengan dunia seni pertunjukan. Festival seni pertunjukan merupakan sebuah peristiwa kesenian yang perlu penanganan khusus, perencanaan yang matang dan juga wilayah kerja yang luas dan melibatkan banyak team kerja. Banyak hal yang mesti diperhatikan bagaimana sebuah festival  itu penting untuk diadakan atau dikerjakan.

Judul                     : Buku Ajar  Sosiologi Musik

Penulis                 : Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn

No. ISBN              : 978-602-5573-39-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 75

Diskripsi:

Sosiologi merupakan pengetahuan tentang fenomena masyarakat, seperti interaksi sosial, aturan-aturan dalam kehidupan masyarakat, pertikaian atau konflik, perubahan sosial, dan sebagainya. Sosiologi tersusun secara sistematis. Artinya mempunyai sistematika tertentu dengan unsur-unsur yang merupakan suatu kebulatan. Kemunculan sosiologi sebagai hasil dari pemikiran para ahli terhadap situasi dan kondisi masyarakat. Fenomena masyarakat itu dikaji oleh pikiran, bukan oleh perasaan. Pengetahuan sosiologi, sistematika sosiologi, dan pemikiran sosiologi dapat ditelaah oleh masyarakat luas.

Judul                     : Buku Ajar Sungging Wayang Beber

Penulis                 : Sutriyanto, S.Sn., M.Sn

No. ISBN              : 978-602-5573-38-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 97

Diskripsi:

Unsur seni pada wayang Beber tidak jauh berbeda dengan wayang Purwa, dia memiliki seni oral, seni musik, seni suara, seni sastra dan seni rupa. Unsur seni yang di keduanya memiliki kemiripan, sehingga dari keduanya dapat saling dibandingkan. Perbandingan bukan mencari nama yang lebih baik atau mana yang utama, tetapi perbandingan untuk dapat lebih mengenal dari masing-masing. Karena dari semuanya memiliki konten dan ekspresi yang berbeda, serta pengaruh lingkungan yang berbeda pula. Sebagai contoh salah satu yang tidak sebanding dengan wayang Purwa adalah unsur seni rupa. Beragam kajian telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu, tetapi unsur seni rupa pada wayang Beber selalu membawa suasana yang mempesona, suasana estetika yang tiada membosankan, suasana tanpa statis namun justru mengundang daya ekspresi bagi orang yang melibatkan diri di dalamnya.

Judul                     : Buku Ajar Matakuliah Praktik Pedalangan Gaya Pokok II

Penulis                 : Harijadi Tri Putranto, S.Kar., M.Hum

No. ISBN              : 978-602-5573-37-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 177

Diskripsi:

Pembelajaran Praktik Pedalangan Gaya Pokok II tidak hanya mampu meragakan pakeliran semalam secara utuh, tetapi lebih diutamakan pada kepekaan mahasiswa terhadap penguasaan dasar-dasar pakeliran melalui materi yang diberikan. Sehingga kemandirian mahasiswa sangat dibutuhkan, diharapkan mereka akan mampu belajar secara mandiri terhadap materi yang telah ditentukan dalam Buku Ajar. Strategi pembelajaran perlu ditingkatkan melalui berbagai model/metode seperti demonstrasi, interpretasi, dan evaluasi.

Judul                     :  Buku Ajar Seminar Tari

Penulis                 : Prof. Dr. Sri Rochana Widyastutieningrum, S,Kar., M.Hum

No. ISBN              : 978-602-5573-36-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 135

Diskripsi:

Dalam aktivitas seminar, pendukung seminar membahas tentang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan IPTEKS, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai etika, moral, pendidikan, dan pembentukan karakter serta yang baik. Seminar adalah pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ketua siding (seorang ahli, guru besar atau pakar).

Judul                     : Buku Ajar Dasar-Dasar Penulisan Karya Ilmiah sebagai Pengantar Matakuliah Seminar

Penulis                 : Seminar Tari

 No. ISBN             : 978-602-5573-35-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 104

Diskripsi:

Matakuliah seminar merupakan matakuliah yang wajib ditempuh  oleh mahasiswa pada semester VI untuk dapat menempuh Tugas akhir. Mata kuliah bahasa seminar menggunakan kelompok model personal dengan model pembelajaran pertemuan kelas. Mahasiswa diberi bekal yang cukup memandai untuk dapat menyusun karya tulis ilmiah. Maka dalam mata kuliah seminar ini mahasiswa diberikan dasar-dasar menyusun karya tulis ilmiah dengan pengetahuan dasar berupa ejaan yang disempurnakan, paragraf, karya tulis Ilmiah, dan sistematika penulisan karya  tulis ilmiah.             

Judul                     : Buku Ajar Pembuatan Pisau Pamor

Penulis                 : Karju, Aji Wiyoko, Suyono

 No. ISBN             : 978-602-5573-19-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 78

Diskripsi:

Buku ajar ini disusun guna memberi panduan dalam pembuatan pisau berpamor, guna menambah nilai estetika maupun nilai jual sebilah pisau. Sebagaimana diketahui bahwa pisau merupakan peralatan yang sangat dekat dengan kehidupan manusia atas peran fungsinya sebagai alat bantu memotong/mengiris suatu benda. Berbagai ragam pisau yang beredar di pasaran yang diproduksi secara manual tradisional hingga jenis pisau yang diproduksi secara masinal berskala besar. Namun demikian masih terbuka luas peluang-peluang pembuatan pisau yang berbeda dari bentuk-bentuk pisau yang telah ada di pasaran. Hal inilah yang kemudian menjadi daya Tarik dalam pengembangan ragam bentuk maupun visual pisau. Selain itu pembuatan pisau pamor adalah merupakan bentuk rasa penghargaan atas jasa-jasanya untuk menyehatkan manusia melalui beranekan macam masakan, sehingga menimbulkan selera dan kenikmatannya, sehingga manusia dapat sehat walafiat dari generasi ke generasi. Oleh sebab itu penciptaan   pisau amor ini merupakan implementasi rasa terimakasih yang setinggi-tingginya terhadap eksistensi pisau, sehingga keberadaannya sejajar dengan senjata tajam lainnya terutama tosan aji khususnya Keris.

Judul                     : Pertunjukan Wayang Kulit Jawatimuran: Seni Pertunjukan Rakyat yang harus dilestarikan

Penulis                 : Sugeng Nugroho, Sunardi, I Nyoman Murtana

 No. ISBN             : 978-602-5573-31-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 88

Diskripsi:

Pertunjukan wayang kulit Jawatimuran yang pada dua dekade lalu tergolong sebagai ‘seni rakyat’, sekarang telah mulai bergeser menjadi ‘seni kemas’ (kitsch). Pertunjukan wayang yang dipergelarkan sudah bukan lagi ‘pertunjukan lakon’ melainkan lebih sebagai ‘pertunjukan hiburan’. Pertunjukan  wayang kulit Jawatimuran, baik perangkat pertunjukan, struktur pertunjukan, maupun sebagian unsur garap pakelirannya saat ini telah banyak diwarnai oleh idiom pertunjukan wayang kulit gaya Surakarta. Kencederungan kitsch pada pertunjukkan wayang kulit Jawa Timuran tampak pada penggunaan peralatan yang terkesan glamor; ukuran kelir yang relatif panjang dengan gawang berukir, figur wayang yang gemerlap dengan berjumlah banyak, perangkat gamelan yang superlengkap (disebut: gamelan ageng), dimasukkannya perangkat musik diatonis (drum, cymbal, organ, dan gitar), dan penggunaan sound system yang bagus.

Judul                     : Eksplorasi Material, Inovasi Desain Mebel

Penulis                 : Joko Budiwiyanto dan Sumarno

 No. ISBN             : 978-602-5573-29-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 48

Diskripsi:

Judul ini diambil dari hasil penelitian produk terapan dengan judul “pengembangan desain furnitur dan accessories interior “limbukyu” dengan menggali budaya tradisi jawa sebagai upaya membangun “brand image” produk ekonomi kreatif perguruan tinggi seni”. Ide    dalam mendesain sebuah mebel sangat luas. Pada umumnya seorang desainer dalam menentukan ide/gagasan diawali dengan membuat sketsa bentuk mebel, seorang desainer akan melakukan eksplorasi ide. Dan ide ini bisa lahir dari bentuk-bentuk metaforik yang ada di alam,seperti bentuk binatang, bentuk tubuh manusia, bentuk hewan, sepatu, kotak atau geometris, bulat dan sebagainya.

Judul                     : Prosiding Seminar Nasional: Disruption in The Library: Inovasi dan Kreativitas Pustakawan di Era Digital: Surakarta, 18-19 September 2018

Penulis                 : Editor: M Ali Nurhasan Islamy, Joko Setiyono; reviewer: Sugeng Priyanto, M. Ali Nurhasan Islamy, Joko Setiyono.

No. ISBN              : 978-602-5573-27-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 129

Diskripsi:

Perpustakaan sebagai growing organization, institusi yang bersifat dinamis, berkembang, sejalan perkembangan tingkat peradaban dan budaya manusia. Perkembangan perpustakaan meliputi berbagai hal,diantaranya koleksi, gedung, jenis layanan,maupun sumber daya manusiannya/ pustakawan sebagai subyek yang berperan mengelola suatu perpustakaan. Dari segi koleksi dapat kita lihat perkembangannya, mulai dari yang berbahan tablet, atau tanah lempung yang dibakar, tanah liat, batu, kayu, bambu,kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar hingga kertas. Perkembangan ini nampaknya akan semakin inovatif lagi dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Bahkan para pakar ilmu perpustakaan, jauh sebelumnya telah mewacanakan perpustakaan tanpa kertas. Artinya koleksinya berbentuk digital yang bisa diakses dari jarak jauh melalui bantuan teknologi informasi dan komunikasi. Sistem pelayanan beralih ke basis akses data dan informasi.

Judul                     : Proceeding International Seminar on Innovation and Creativity of Arts (ISICA) #1

Penulis                 : Arif Suharson, Dharsono, Nanik Sri Prihatini, and Bambang Sunarto, etc.; Editor: Zulkarnain Mistortoify; Reviewer: Santosa Suwarlan, Bambang Sunarto 

No. ISBN              : 978-602-5573-41-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 185

Diskripsi:

The objectives of conference to explore academic and artistic issue in wider contexts: innovation and creativity of arts.  With  great  pride,  this  conference  promises  to  be  a landmark event in highlighting the art sub genres, crossovers, mashups  intersection  and  innovation  on  music,  dance, theater,  puppet,  films,  craft,  design  and  all  kinds  of art, featuring  international  academic  quests  and  artists.  The conference  will discuss  and  engage  with  innovation  and creativity  of arts  particularly  the  theoritical  and  practical expressions of how innovation plays out through arts and culture in the broadest sense, including popular culture.

Judul               : Prosiding  Seminar Nasional “Refleksi dan Retrospeksi Kreativitas Seni untuk Keindonesiaan”

Penulis                 : Sumarsam

 No. ISBN             : 978-602-5573-25-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 228

Diskripsi:

Seni bukan semata subjek dan/atau objek bisnis yang menjanjikan kenikmatan material. Aktulitas primer seni adalah penghayatan terhadap nilai-nilai yang guna untuk menggarap rohani yang wigati. Oleh karena itu, seni menjanjikan kenikmatan spiritual dan sentuhan pada religiositas. Untuk itu pengembangan, pemanfaatan, dan fungsionalisasi seni berada dalam wilayah ideal, bukan selayaknya diarahkan pada hal-hal fisik dan material. Namun, harus diakui bahwa fakta-fakta paling aktual menunjukkan bahwa pemikiran mainstream yang mengutamakan seni sebagai subjek dan objek bisnis telah menjelma menjadi realitas yang memprihatinkan. Akibatnya, keprihatinan telah menjadi keniscayaan.

Judul                     : Etnomusikologi Masa Kini Implementasi Pandangan dalam Masyarakat

Penulis                 : Santosa Soewarlan

No. ISBN              : 978-602-5573-24-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 128

Diskripsi:

Bidang kajian etnomusikologi ditekuni oleh seseorang atau sekelompok orang Barat yang mempunyai minat untuk mempelajari musik di luar budayanya. Mereka adalah orang-orang amatiran yang tidak mempunyai pengalaman dan pemahaman khusus tentang musik serta kehidupannya dalam komunitasnya. Studi mereka dilandasi oleh sedikit pengetahuan yang didapatkan melalui kunjungan sepintas ke objek sasaran musik. Oleh karena itu, tidak jarang mereka mendasarkan pengamatan dan analisnya pada minat pribadi dan pengetahuan orang awam.

Judul                     : Metode Penelitian Tari

Penulis                 : Slamet MD

 No. ISBN             : 978-602-5573-23-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 199

Diskripsi:

Tari merupakan fenomena sosial yang mrngalami proses dalam mencapai kemapanan. Permasalahan-permasalahan dalam tari selalu terikat dengan fenomena sosial lainnya. Penelitian tari merupakan penelitian yang memiliki objek material tari dan objek formalnya meliputi penelitian berupa emik dan etik, laporan berupa etnografi atau deskriptif. Analisis yang digunakan berupa perbandingan komparatif maupun grafis. Maka, dalam meneliti tari sebagai suatu ilmu tidak ubahnya sama dengan ilmu-ilmu sosial lainnya dalam hal ini penilitian kualitatif.

Judul                     : Diaspora: Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Tingkat Dasar

Penulis                 : Donie Fadjar Kurniawan

No. ISBN              : 978-602-5573-22-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 77

Diskripsi:

Ketrampilan berbahasa Indonesia bagi Penutur Asing merupakan salah satu syarat bagi mahasiswa asing yang akan menuntut ilmu di Indonesia. Dalam Proses seleksi di negara asal mereka juga dipersyaratkan akan hal ini. Kegunaan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing memiliki kesamaan dengan kegunaan mata kuliah Bahasa Indonesia bagi penutur asli (native speaker),dan juga memliki kemiripan yaitu diarahkan kemampuan kebahasaan yang baik dan benar sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.

Judul                     : Sastra Karawitan

Penulis                 : Titin Masturoh

No. ISBN              : 978-602-5573-21-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 108

Diskripsi:

Buku sastra karawitan adalah buku yang menjelaskan berbagai ragam dan nisi teks sastra karawitan, baik yang berbentuk prosa maupun puisi. Manfaat buku sastra karawitan adalah menambah perbendaraan kata (paramasastra) untuk penguasaan terhadap ragam bahasa baik bahasa Jawa Kuna, bahasa Jawa Tengahan, bahasa Jawa Baru dan ragam literer sastra. Buku ini sebagai bekal untuk memahami, menjelaskan dan mengkaji karya Sastra Karawitan. Selain itu, memberi bekal tentang unsur-unsur yang berkaitan dengan ketepatan menyusun teks dan sebagai ajang kreatifitas,bagi mahasiswa baik kaprodi sastra Jawa maupun kaprodi Karawitan serta masyarakat pecinta seni.

Judul                     : Tradisi Wisata Desa Sembiran

Penulis                 : I Nyoman Murtana

 No. ISBN             : 978-602-5573-20-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 120

Diskripsi:

Desa Sembiran merupakan wilayah pemukiman yang telah berusia tua. Tujuan masyarakat membuat bangunan megalith, yang biasanya dalam bentuk pura, yaitu untuk menyembah arwah nenek moyang. Tradisi ini merupakan warisan zaman prasejarah dan masih hidup sampai sekarang. Tradisi dan keindahan alam Desa Sembiran menjadi daya Tarik untuk wisatawan sehingga perlu ditata. Menjadikan Desa Sembiran sebagai desa wisata merupakan tantangan yang menggairahkan karena sektor seni budaya masih sangat berpeluang untuk dikembangkan. Di sektor alam dan religi medannya naik turun dan berkelok-kelok melewati jalan setapak yang sudah dikeraskan. Lebar jalan satu meter, cukup sulit untuk bersimpangan bagi wisatawan asing asal asli Eropa atau  Amerika sehingga perlu pelebaran jalan.

Judul                     : Buku Ajar Mengenal Keramik

Penulis                 : Prima Yustana

No. ISBN              : 978-602-5573-35-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 103  

Diskripsi:

Keramik merupakan sebuah ilmu yang memiliki karakteristik, karakteristik keramik dibentuk melalui beberapa tahapan proses pembuatan yang harus berurutan dan terukur. Sehingga perhitungan dan pererncanaan keramik tidak seenaknya saja, sebagai contoh proses pengolahan tanah liat harus dimulai dari awal, dan proses pembakaran dilakukan setelah karya kering kemudian baru dibakar ataupun proses penglasiran yang bisa dilakukan pada akhir tahapan pembuatan karya. Pembentukan dalam keramik memiliki berbagai teknik, baik manual maupun dengan cetakan, hal ini juga sangat terkait dengan kemampuan dari seniman atau pembuat karya keramik itu, di dalam keramik sangat dianjurkan untuk menguasai setiap tahapan pembentukan dengan baik.

Judul                     : Buku Ajar  Filsafat Ilmu

Penulis                 : Setya Widyawati, S.Kar., M.Hum

No. ISBN              : 978-602-5573-33-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman:  84

Diskripsi:

Filsafat ilmu masuk ke dalam kurikulum universitas adalah ide terpuji, tepat, semestinya; demikian menurut pendapat Poespoprodjo. Filsafat ilmu berusaha mengkaji hakekat ilmu yang mempunyai banyak keterbatasan, sehingga dapat diperoleh pemahaman yang padu mengenai berbagai fenomena alam yang telah menjadi objek ilmu itu sendiri, dan yang cenderung terfragmentasi.

Judul                     : Kapita Selekta Media Budaya Komunikasi Visual

Penulis                 : Handriyotopo

 No. ISBN             : 978-602-5573-17-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 140

Diskripsi:

Beberapa kajian mengenai konsep komunikasi visual dan sistem pertandaannya banyak ditulis orang, untuk mengkomunikasikan pesan dan berusaha mempersuasi bahkan sampai dengan usaha untuk menyadarkan sebagaimana memaknai citra visual yang dimunculkan dalam media menjadi kajian yang menarik dari waktu ke waktu karena teknologi informasi berubah dengan temuan yang baru. Media komunikasi massa yang didalamnya memuat aneka pesan informasi  dalam ranah jurnalistik media saat ini sedang mengalami transisi ke media baru, atau banyak orang berekspresi di medsos (media sosial). Hiruk pikuknya media baru sebagai wujud narsisisme seolah akan menggeser keberadaan media cetak dan elektronik yang kurun waktu lamanya sudah menghegemoni minat baca dan tontonan gelas kaca.

Judul                     : Pembuatan Tungguhan Penting

Penulis                 : Pande Made Sukerta dan I Nyoman Sukerna

No. ISBN              : 978-602-5573-16-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 55

Diskripsi:

Penting adalah salah satu namadari salah satu jenis dan bentuk instrumen atau tungguhan yang hidup dan berkembang di daerah Karangasem,Bali. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan bahwa, pembuat tungguhan Penting di daerah Karangasem terdapat dua orang,  yaitu Ida Bagus Panji dan I Wayan Rai yang usianya 76 tahun. Dengan usia yang relatif tua dan langka, serta sebagai langkah pelestarian tungguhan Penting, maka dirasakan sangat perlu untuk membuat modul atau buku ajar pembuatan tungguhan Penting. Buku ini diharapkan dapat menuntun seseorang untuk membuat tungguhan Penting, sehingga tungguhan Penting akan berkembang di Bali khususnya dan di Indonesia umumnya. Tungguhan Penting merupakan jenis tungguhan yang luwes artinya dapat disajikan secara mandiri atau tidak disertai oleh jenis tungguhan lainnya, dapat menyajikan gending-gending yang berlaras slendro dan pelog, dan tungguhan Penting dapat dimasukkan ke dalam sebuah ensambel atau barungan gamelan yang disertai dengan berbagai jenis tangguhan.  

Judul                     : Teroka Tari Gaya Surakarta

Penulis                 : Silvester pamardi

No. ISBN              : 978-602-5573-15-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 330

Diskripsi:

Eksistensi tari keraton Kasunanan pada hakekatnya merupakan akar kehidupan dan perkembangan tari gaya Surakarta. Di Keraton Kasunanan terdapat benda-benda hasil budi daya yang dianggap mempunyai kekuatan dan wibawa, maka Keraton Surakarta disebut sebagai sumber kebudayaan. Mengingat tempatnya  di tanah Jawa, serta hasil budi daya orang Jawa, keraton kasunanan kemudian disebut Sumber Kebudayaan Jawa. Keraton sebagai sumber kebudayaan Jawa memiliki kompleksitas nilai-nilai dari berbagai bentuk gejala kehidupan seperti ekonomi, politik, agama, hukum, seni budaya dan lain-lain. Buku ini membatasi persoalan pada bidang seni tari. Dan, selaras dengan sumbernya, yaitu kebudayaan Jawa, maka dalam buku ini tari keraton kemudian disebut sebagai tari Jawa gaya Surakarta. Hal ini sekaligus untuk membedakan tari Jawa dari keraton Yogyakarta yang disebut tari gaya Mataram.

Judul                     : Suyati Tarwo Sumosutargio: Maestro Tari Gaya Mangkunegaran

Penulis                 : Sri Rochana Widyastutieningrum

No. ISBN              : 978-602-5573-14-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 125

Diskripsi:

Suyati Tarwo Sumosutargio adalah penari di Mangkunegaran yang telah berkiprah sebagai penari dan guru tari lebih dari tujuh dasa warsa atau hamper tiga perempat abad. Waktu  yang sangat panjang untuk sebuah pengabdian yang terus menerus dan tak kenal menyerah. Suyati kini lebih dikenal dengan panggilan akrab Bu Tarwo atau Eyang Tarwo. Bu Tarwo berusia 85 tahun pada 27 Mei 2018. Semenjak usia muda, Bu Tarwo telah mengabdikan dirinya di Pura Mangkunegaran sebagai penari. Sampai sekarang pengabdian itu masih dijalani dengan senang hati, ia tetap menjaga, melestarikan dan mengembangkan diri gaya Mangkunegaran dengna cara mengajarkan kemampuan menarinya kepada penari yang lebih muda di Mangkunegaran.

Judul                     : Prosiding Seminar Nasional: Seni & Nasionalisme

Penulis                 : Editor: Dharsono, dkk., Reviewer: Dharsono, Subandi..

No. ISBN              : 978-602-5573-28-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 200

Diskripsi:

Seminar adalah upaya mendiseminasikan pemikiran di lingkungan masyarakat kampus guna membangun atmosfir akademik. Terdapat pesan penting dari dua agenda kegiatan tersebut. Pertama, bahwa seni dan nasionalisme adalah sesuatu yang nyata. Fenomena seni bukan hanya persoalan estetika, melainkan kebangsaan, nasionalisme itu sendiri. Dalam hidup berbangsa dan bernegara seni menjadi bagian penting dari arsitektur kebangsaan. Bahkan dalam pergerakan kemerdekaan, seni menjadi wahana mendiseminasikan nasionalisme. Dalam kerangka yang lebih luas, jenis dan bentuk seni (budaya) yang dimiliki oleh berbagai suku bangsa merupakan spirit keberagaman yang dibingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberagaman seni dengan demikian memiliki kedudukan penting sebagai perekat perbedaan. Kedua, pameran karya seni adalah wujud dari ekspresi kemajemukan respon berbagai persoalan hidup baik secar pribadi maupun sosial. Pameran menjadi eahana diseminasi pemikiran dan upaya mengatasi persoalan bangsa.

Judul                     : Transisi: Wayang, Relief dan Animasi

Penulis                 : Ranang AS., dan Handriyotopo

No. ISBN              : 978-602-5573-12-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 75

Diskripsi:

Saat ini transisi video masih standar sesuai platform software bawaan produksi barat. Daya saing pertelevisian/perfilman Indonesia dapat ditingkatkan dengan elemen lokal yang tidak dimiliki oleh Barat. Ketersediaan teknik transisi video beerbasis seni pertunjukan  tradisi khas Indonesia merupakan kebutuhan bagi pada editor video, filmmaker (sineas), dan dosen atau mahasiswa televisi dan film. Untuk itu, bahasan ini ingin mengungkap transisi antaradegan yang terdapat dalam pertunjukan wayang kulit untuk dijadikan referensi bagi pengembangan transisi editing video. Selain itu, juga dibahas transisi dalam seni tradisi yang lain seperti relief dan prasi lontar. Transisi gunungan dalam wayang kulit memiliki benang merah dengan pembatas adegan dalam relief candi berupa pohon, ornamen, atau pohon sorga. Implementasi transisi dalam film animasi menjadi penutup bahasan buku ini, dan diharapkan menjadi inspirasi pembaca untuk mengembangkan taransisi adegan khas Indonesia.

Judul               : Panduan Tugas Akhir  Fakultas Seni Pertunjukan

Penulis           : Penyusun Tim Fakultas Seni Pertunjukan, editor Sugeng Nugroho

No. ISBN        : 978-602-5573-26-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2018

Jumlah halaman: 126

Diskripsi:

Penyempurnaan buku Panduan Tugas Akhir ini diharapkan dapat lebih memperjelas proses tugas akhir mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta.  Panduan ini diberlakukan kepada para mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta “angkatan 2017/2018 dan sebelumnya” yang akan melaksanakan proses tugas akhir mulai Semester Genap Tahun Akademik 2018/2019.

Judul                     : Prosiding Seminar Mahasiswa Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta: Membangun Konsep Seni Nusantara

Penulis                 : Kartiman, dkk.; Reviewer: T. Slamet Suparno, dkk.

 No. ISBN             : 978-602-5573-18-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 142

Diskripsi:

Buku ini merupakan kumpulan makalah hasil pemikiran tentang membangun konsep Nusantara oleh Sembilan mahasiswa Program Doktor (S-3) Kajian Seni angkatan tahun 2015. Materi tersebut telah disajikan dalam sebuah seminar di lingkungan perguruan tinggi Institut Seni Indonesia Surakarta, dan telah dievaluasi dan dilakukan perbaikan, untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester Gasal pada mata kuliah Seminar. Pembahasan tentang konsep pamijen ditulis oleh Kartiman dalam artikelnya yang berjudul Tekstual Konsep Pamijen Dalam Gending Karawitan Gaya Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan pembahasan tentang konsep cara bercerita visual Iinfografis dalam artikel yang berjudul  Intisari, Media Bercerita Visual (Studi Kasus majalah Intisari periode 2010-2015) ditulis oleh Sufiana. Batik “Esuk-Sore” (Sebuah Kajian Sosial Tentang Fenomena Batik Pesisir Jawa) ditulis oleh Muhammad Arif Jati Purnomo. Gebyok Rumah Jawa Dala Sudut Pandang Perubahan Budaya ditulis Joko Budiwiyanto. Literasi Pentas Tugas Akhir Antara Rezim Estetika dan Taksu (Kasus Tugas Akhir Mahasiswa S2 Penciptaan Seni ISI Surakarta) ditulis oleh Joko Suranto. Nonton,Ditonton, dan Tontonan ditulis oleh Nerfita Primadewi. Perubahan Desain Interior Sasana Handrawina Ditinjau Melalui Pendekatan Sosial ditulis oleh Agung Purnomo. Terakhir adalah pembahasan tentang Epik Melawan Lupa: Sikap Kebangsaan Mbah Hasyim dalam Teks Film Biografi Sang Kiai Rako Prijanto oleh Bambang Aris Kartika. Konsep Alam Terkambang Jadi Guru Dalam Penciptaan Teater Komunitas Seni Hitam Putih Sumatera Barat ditulis oleh Afrizal Harun. Ornamen Emas: Simbol Resistensi Kebaya Pengantin Tradisional Jawa Di antara Kekunonan dan Kekinian oleh Yuhri Inang Prihatina.

Judul                     : Proceedings of International Seminar: Seni, Agama dan Peradaban

Penulis                 : Reviewer: Rene T. Lisloff…[et al]

No. ISBN              : 978-602-5573-13-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 162

Diskripsi:

Adab tidaklah biadab. Adab memuat adat, akhlak, etika, norma, nilai, pandangan hidup, dan hukum. Tidak ada satupun agama yang menolak atau menihilkan adab. Demikian pula seni. Ketika tatanan adab goncang, peradaban selalu dan akan selalu diperbaharui. Agama dan seni memiliki tujuan sama : mecipta, merawat, dan memuliakan peradaban.

Judul                     : Diktat Menabuh Sendiri Gender

Penulis                 : Editor: Djoko Purwanto

No. ISBN              : 978-602-5573-10-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 104

Diskripsi:

Genderan pathetan ini bersifat ritmis, artinya sukar ditentukan jumlah ketokannya, panjang pendeknya, layananpun tidak selalu ajeg. Lain halnya dengan genderan gendhing yang bersifat metris, artinya matranya dan ketokannya ajeg, dan iramanyapun ajeg. Adapun genderan pathetan dalam laras Slendro yang termuat dalam diktat ini dapat dipergunakan untuk melayani,wayang kulit purwa, wayang orang, tari-tarian dan klenengan. Sedang genderan dalam laras Pelog hanya untuk mengiringi klenengan, tari-tarian dan sebagian wayang kult gedhog.

Judul                     : Prosiding Seminar dan Pameran Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat: Seni, Teknologi, dan Masyarakat II

Penulis                 : Reviewer: Dr. Junaedi, S.Kar., M.Hum., dkk; Editor: Taufik Murtono, S.Sn., M.Sn., dkk.

No. ISBN              : 978-602-5573-09-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 256

Diskripsi:

Seni, teknologi, dan masyarakat dewasa ini telah menyatu dalam praktik penelitian dan pengabdian masyarakat di perguruan tinggi seni. Tidak ada lagi jarak antara praktik seni dengan teknologi, terutama dengan masyarakat. Pemisahan antara disiplin sain dan teknologi dengan sosial, humaniora, dan seni tidak lagi populer saat ini. Praktik seni sudah seharusnya melebur dan kehadirannya mewarnai teknologi dan masyarakat. Seni tidak lagi terbatas menjadi menara gading yang berlindung di balik kredo seni untuk seni. Kehadiran seni semakin diperlukan dalam dunia yang kian berlari menuju kecanggihan teknologi. Seni telah membuktikan hal tersebut dengan munculnya disiplin-displin baru dalam ilmu pengetahuan seperti disiplin desain, kajian budaya, dan sebagainya. Dengan demikian terjadilah dialog antar disiplin yang memungkinkan seni memberi manfaat lebih bagi peradaban., Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Surakarta konstiten mewadahi praktik seni dalam penelitian dan pengabdian masyarakat dengan perspektif yang lebih holistic. Seni dikembangkan tidak terpisah dari masyarakat dengan segala dinamikanya.

Judul                     : Estetika Pertunjukan Wayang Perjuangan

Penulis                 : Sunardi, Kuwato dan Sudarsono

No. ISBN              : 978-602-5573-08-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 133

Diskripsi:

Corak estetika pertunjukan wayang perjuangan diketahui dari beberapa elemen pembentuknya, yakni boneka wayang, lakon yang dipertunjukkan, dan teknik pertunjukkannya. Ciri utama boneka wayang perjuangan terletak pada kebaharuan bentuk yang merupakan perpaduan antara wajah manusia dan wayang purwa yang dilengkapi dengan ornamen dan asesoris tertentu. Adapun lakon yang dipergelarkan mengangkat tema perjuangan dengan tokoh utama para pejuang bangsa Indonesia. Salah satu lakon yang dikreasi adalah “Gerilya Jenderal Soedirman” sebagai gambaran liku-liku perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam melawan penjajah Belanda. Pada desain dan teknik pemanggungan, tata lampu, dan tata suara memiliki perbedaan dengan wayang pada umumnya. Panggung dapat dikemas secara klasik ataupun eksperimental tergantung kebutuhan, demikian halnya dengan tata lampu dan tata suara. Dalang menempati posisi sentral sebagai jalannya pertunjukan, selain dukungan dari pengrawit, pesiden, dan sulih suara-narator. Karya cipta pertunjukan wayang perjuangan memiliki fungsi utama sebagai penguatan nilai bela negara bagi masyarakat Indonesia. Pelajaran bela negara tercermin dari rangkaian lakon yang dipertunjukan yakni suri tauladan Jenderal Soedirman dan para pejuang Indonesia dalam mempertahankan bangsa dan negara. Dengan mencermati dan meresapi cerita yang dipertunjukkan, masyarakat dapat mengambil pelajaran berharga yaitu cara mencintai bangsa dan negara. Atas dasar suri tauladan para pejuang bangsa Indonesia ini dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme yang bermuara pada rasa cinta terhadap nusa dan bangsa Indonesia. Disinilah pentingnya wayang perjuangan sebagai penguatan nilai bela negara bagi masyarakat Indonesia.

Judul                     : Paradigma Dramaturgi Seni Pertunjukan

Penulis                 : Isa Ansari

No. ISBN              : 978-602-5573-07-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 140

Diskripsi:

Dunia seni panggung pada dasarnya merupakan dunia seni yang terikat oleh hukum-hukum panggung baik panggung sebagai ruang ataupun panggung sebagai peristiwa yang menghidupinya. Panggung sebagai ruang pertunjukkan terikat oleh dunia seni peran baik aktor ataupun sutradara diharuskan memahami dramaturgi untuk proses mencipta ataupun memainkan sebuah karya seni pertunjukan, khususnya teater, bahkan dramaturgi juga digunakan untuk melihat karya pertunjukan teater.

Judul                     : Sal Murgiyanto: Membaca Jawa

Penulis                 : penyuting: Anastasia melati dan Michael HB Raditya

No. ISBN              : 978-602-5573-04-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 336

Diskripsi:

Sal, begitu saya memanggilmu adalah seorang perkerja keras dan berkarya dengan penuh kecintaan akan bidangnya. Ia sadar betul akan pilihan hidupnya dan fitrahnya yaitu di dunia tari.

Judul                     : Panduan Pelaku Utama Upacara Resepsi Pernikahan Adat Jawa

Penulis                 : Sarwanto dan Sugeng Nugroho

No. ISBN              : 978-602-5573-03-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 192

Diskripsi:

Untuk mengetahui tata cara pernikahan di Jawa, diantara lainya sambutan-sambutan, pembawa acara,berbagai macam narasi dan umgkapan Bahasa yang diperindah pra acara resepsi pernikahan.gending resepsi pernikahan tradisi Jawa.

Judul                     : Pengetahuan tari

Penulis                 : Sutarno Haryono

No. ISBN              : 978-602-5573-02-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 88

Diskripsi:

Pengetahuan tari merupakan dasar dari kaidah-kaidah yang berhubungan dengan daya baik dari konsep kesejarahan, konsep dasar, kekaryaan, pelaku (penyaji), pengamat atau seseorang kritikus, serta fungsi tari terdapat berbagai jenis tari dalam kehidupan masyarakat. Artinya tari itu ada sejak dahulu dan difungsikan dalam berbagai kebutuhan manusia serta berbagai kegunaan misalnya: untuk mendatangkan dan menolak hujan, untuk berhubungan mahluk gaib, pemersatu kehidupan bangsa, dan lain-lain. Kehidupan tari dewasa ini ditinjau dari koreografinya mengalami perubahan dana tau perkembangan yang sangat pesat seiring perkembangan teknologi informasi saat ini. Perkembangan jaman ditandai dengan keinginan manusia itu sendiri dan memanfaatkan alat teknologi modern sebagai media karya seni tari yang bersifat melengkapi. Dipadukannya keuda-keduanya akan menjadikan kemajuan jaman yang berbeda dengan situasi dan kondisi sekarang.

Judul                     : Tata Cahaya

Penulis                 : Agung Purnomo

No. ISBN              : 978-602-5573-01-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 112

Diskripsi:

Tata Cahaya menggunakan model Sinektik yang menekankan aspek kreativitas sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kreativitas diperlukan berbagai bidang kehidupan termasuk di dalam sebuah proses perancangan. Menurut Gordon dalam Joyce dan Well (1986:164-165) model ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah, mengekspresikan sesuatu secara kreatif, menunjukkan empathy, dan memiliki wawasan sosial. Di samping itu ditekankan pada makna-makna ide yang dapat diperkuat melalui aktivitas yang kreatif dengan cara melihat sesuatu lebih jelas.

Judul               : Buku Ajar Fotografi Dasar

Penulis                 : Anin Astiti

No. ISBN              : 978-602-5573-00-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 92

Diskripsi:

Perkembangan fotografi sangat erat hubungannya dengan bidang ilmu pasti dan pada akhirnya seni rupa. Awal dari perkembangan fotografi yang pesat dimulai dengan penemuan-penemuan dari ilmuwan dan seniman saat itu. Diketahui bahwa pada abad  ke-5 sebelum masehi,seorang pria Cina bernama Mo Ti mengamati sebuah fenomena alam yang dapat dijadikan sebagai tonggak lahirnya fotografi. Dia menyadari sebuah fenomena bahwa apabila pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang, maka dibagian dalam ruang itu akan tereflesikan pemandangan diluar ruang secara terbalik yang masuk lewat lubang tersebut.

Judul               : Wacana Humor pada Adegan Limbukan Pertunjukan Wayang di Daerah Eks-Karesidenan Surakarta

Penulis                 : Drs. Besari

No. ISBN              : 978-602-61933-9-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 212

Diskripsi:

Buku ini mendeskripsikan perilaku verbal interaksi dialog dua panakawan wanita dalam adegan pertunjukan wayang di daerah eks-Karesidenan Surakarta. Data yang diperoleh dalam kajian ini berupa satuan lingual tindak tutur yang ditranskripsi dari pertunjukan wayang purwa enam dalang dari eks-Karesidenan Surakarta, yang berasal  dari rekaman pertunjukan langsung. Penelitian ini berupaya memberikan gambaran wacana humor adegan limbukan pertunjukan wayang kulit, tentang  latar kehidupan para dalang, aspek-aspek kebahasaan yang dimanfaatkan, tipe-tipe wacana humor, dan pemahaman pemerhati pertunjukan, dan  budayawan, tentang fungsi kemasyarakatan pada wacana humor adegan limbukan. Subyek penelitian ini adalah enam dalang ‘laris’ yaitu: Ki Anom Suroto, Ki Purbo Asmoro, Ki Manteb Soedarsono, Ki Tomo Pandoyo, Ki Warseno Slenk, Ki dan Ki Widodo.

Judul                     : Mesin sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Grafis

Penulis                 : Drs. Besari

No. ISBN              : 978-602-61933-8-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 65

Diskripsi:

Seni Grafis, sebuah tulisan yang membahas atau menginformasikan tentang seni grafis adalah sesuatu yang sangat penting, mengingat tulisan tentang karya seni grafis, baik itu terkait proses penciptaan karya atau kritik seni masih sangat minim dibanding tulisan-tulisan yang membahas jenis seni lainnya umpamanya seni lukis. Bersamaan dengan perkembangan teknologi terkait alat dan bahan dalam menghasilkan karya grafis yang begitu pesat dalam dunia industry applied art, buku penciptaan karya seni grafis yang berjudul “Mesin Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Grafis” yang dibuat dengan teknik konvensional relief print wood cut ini menjadi tambahan informasi ide gagasan penciptaan karya grafis yang bisa bersumber dari sebuah inspirasi tentang suatu perkembangan teknologi.

Judul                     : Proceeding Art in History, Culture, Philosophy, Education, and Heritage

Penulis                 : Mohd Erman Maharam, etc.

No. ISBN              : 978-602-61933-7-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 171

Diskripsi:

This conference has significant meanings to all of us who made endeavor in our career. We provide opportunity to these people to exchange ideas, reflections, and findings in order to develop our fields. By attending this conference, we hope that we can strengthen network that will be beneficial for the better future. More specifically, we expect that this conference can facilitate all of participants to develop international forum that will foster better understanding to conduct collaborative works.

Judul                     : Prosiding Seminar Nasional Eksistensi Perpustakaan: Masa Silam, Era Kekinian & Masa Depan

Penulis                 : Safirotu Khoir, dkk.

No. ISBN              : 978-602-61933-6-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 185

Diskripsi:

Penyimpanan pengetahuan telah dilakukan sejak jaman dulu melalui media kertas, daun lontar, kulit binatang, dinding, kayu, maupun batu. Beberapa media penyimpanan tersebut diolah, dikumpulkan, dan diatur oleh manusia. Beberapa kertas dikumpulkan menjadi buku dan disatukan dalam satu bangunan yang kemudian disebut perpustakaan. Praktik ini telah terjadi sejak ribuan tahun lalu. Sejarah mencatat bahwa perpustakaan akademik pertama berdiri sekitar tahun 800 Masehi. Beberapa perpustakaan informal mungkin saja telah berdiri namun tidak tercatat. Perpustakaan pun mulai diakui sejak kebudayaan manusia berkembang .Perjalanan perpustakaan konvensional jaman dahulu tanpa teknologi dan perpustakaan masa kini dengan teknologi semakin menarik untuk dicermati. Di era ketergantungan teknologi mutakhir, perpustakaan akan mengalami perubahan pelayanan yang lebih baik. Perjalanan ini akan menjadi bekal perjalanan perpustakaan menuju peradaban masa depan. Daya ungkit terbesar terhadap pergeseran paradigma perpustakaan adalah faktor perkembangan teknologi. Saat ini utamanya adalah teknologi informasi. Dokumen pengetahuan dapat dicetak atau diterbitkan dalam berbagai format elektronik untuk penyebaran online. Produk teknologi informasi berupa komputer menjadi bidang perubahan di segala lini kehidupan. Komputer menjadi mediator antara manusia dengan khazanah perbendaharaan pengetahuannya. Selanjutnya komputer yang saling terhubung baik via wireless maupun wired telah mengejawantahkan apa yang diangankan oleh Sir Arthur Charles Clarke sejak tahun 1945 sebagai perpustakaan global. Secara nyata bagi perpustakaan hal ini berpengaruh mulai dari  segi koleksi bahan pustaka, sarana dan prasarana kerja, sampai kepada pemustaka yang dilayaninya. Perpustakaan masa kini dihadapkan dengan: Portable Document Format (PDF), komputer server, bandwidth, wifi, internet, gaya hidup generasi milenial, generasi Z, dsb. Ilmiah hal-hal baru yang membutuhkan antisipasi dalam pengelolaan layanan perpustakaan masa kini. Lantas bagaimanakah perpustakaan pada masa yang akan dating?

Judul                     : Desain Produk Berbahan Ranting, Peluang Pasar dan Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan

Penulis                 : Sumarno dan Deny Dwi Hartomo

No. ISBN              : 978-602-61933-5-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 156

Diskripsi:

“Desain Produk Berbahan Ranting, Peluang Pasar dan Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan” berjalan sesuai dengan rencana. Penulisan buku ini menjadi penting karena degradasi dan deforestasi hutan yang semakin memprihatinkan, di sisi lain hutan memiliki fungsi strategis bagi umat manusia didunia. Upaya menjaga keberlanjutan hutan perlunya perhatian berbagai pihak yang saling terkait serta melalui berbagai cara. Penyusunan buku ini ibarat setetes air dalam samudera luas dalam upaya menjaga kelestarian dan kebeberlanjutan hutan. Penulisan buku ini merupakan media untuk menjembatani para pihak sebagai permulaan dalam pemanfaatan limbah hasil hutan berupa ranting. Masyarakat sekitar hutan, limbah hasil hutan, pemanfaatan limbah hasil hutan khususnya ranting melalui desain dan aspek pasarnya masing-masing disinggung dalam penulisan ini. Penulisan ini ditinjau dari perspektif desain dan sedikit disinggung aspek pasar.

Judul                     : Sosiologi Seni Pengantar Secara Sistematik (Buku Ajar)

Penulis                 : Suharji

No. ISBN              : 978-602-61933-4-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 110

Diskripsi:

Buku Ajar Sosiologi Seni memuat permasalahan- permasalahan masyarakat, cara mengatasi dan ragam seni yang dikembangkan melalui hasil penelitian. Pengertian seni, konsep seni yang dianut oleh masyarakat dalam melakukan kreativitas juga dibahas dalam  Sosiologi Seni. Ketersediaan Buku Ajar Sosiologi Seni akan membantu pemahaman mahasiswa  tentang keterkaitan seni dengan masyarakat telah perubahan.

Judul                     : Pengetahuan HKI (Buku Ajar)

Penulis                 : Sudarsono

No. ISBN              : 978-602-61933-3-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 102

Diskripsi:

Buku ini menerangkan tetntang pengetahuan HKI. HKI hak yang berasal dari hasil kegiatan kreatif suatu kemampuan daya pikir manusia yang diekspresikan kepada khalayak umum dalam berbagai bentuknya, yang memiliki manfaat serta berguna dalam menunjang kehidupan manusia, juga mempunyai nilai ekonomis. Dan jenis-jenis HKI sendiri ada Hak Cipta, Hak Paten, Merk Dagang, Rahasia Dagang, yang masing-masing memiliki manfaat masing-masing dan yang dilindungi dibagi sesuai jenisnya seperti hak cipta biasanya untuk melindungi penciptaan seperti Hak Cipta atas Lagu, Hak cipta atas teknologi. Adapun manfaat HKI sendiri untuk memberikan perlindungan hukum atas ciptaannya atau penemuannya atau hasil kreativitas seseorang yang memiliki nilai komersial. Serta untuk mengklaim sebuah tradisi agar tidak di klaim oleh orang lain. Peran HKI sendiri agar terciptanya iklim ekonomi yang sehat agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.

Judul                     : Praktek Instrumen Tunggal (PIT) Gitar (Buku Ajar)

Penulis                 : Wisnu Muntargo

No. ISBN              : 978-602-61933-2-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 90

Diskripsi:

Buku ini disusun berdasarkan pengalaman beberapa tahun dipercaya mengajar instrumen musik barat I dan II untuk para mahasiswa STSI Surakarta. Setelah STSI berubah status dari sekolah tinggi menjadi Institut, penulis masuk jajaran dosen jurusan etnomusikologi, maka pada tahun 2008 semester genap buku ini selanjutnya dirubah menjadi mata kuliah Praktek Instrumen Tunggal. Aspek yang dikembangkan dalam buku ini yaitu bermanfaat untuk analisis dalam membedah musik etnis nusantara yang tersebar diseluruh nusantara. Instrumen gitar adalah alat musik yang paling praktis untuk mencapai sasaran praktek instrumen musik baat yang sudah banyak dijumpai ditengah-tengah masyarakat kita. Mahasiswa tidak dibebani semata-mata harus tampil dalam bermain gitar, tetapi sedikit banyak dapat dan mampu membaca notasi balok, agar bisa digunakan dalam penulisan skripsi khususnya mengenai notasi dalam komputer.

Judul                     : Retrospeksi : Proses Kreatif Drs. Tonny Purnomo

Penulis                 : Dharsono Sony Kartika, dkk

No. ISBN              : 978-602-61933-1-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 36

Diskripsi:

Kegiatan “RETROSPEKSI : Proses Keratif Drs. Tonny Purnomo” ini dapat terselanggara dengan baik dan lancar. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada beliau atas dedikasi dan jasanya pada ISI Surakarta. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk penmeran karya Pak Tonny dengan menyajikan karya-karya 2 dimensi dan 3 dimensi. Karya-karya tersebut merupakan puncak-puncak kretif yang telah diraih oleh pak Tonny sepenuh jiwa-raga. Sebuah karya terjadi, berangkat dari inspirasi, yang dikreasi dan divisualisasi seniman, menjadi karya seni. Untuk itu, akan semakin menyempurnakan perjalanan sebuah karya seni bilamana Bapak/Ibu berkenan untuk membeli satu-dua karya Pak Tonny sebagai koleksi pribadi.

Judul                     : Garap Sindhenan Jawa Timur Surabayan

Penulis                 : Sukesi Rahayu

No. ISBN              : 978-602-61933-0-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 166

Diskripsi:

Teks sindhenan Jawa Timur Surabayan, didominasioleh cakepan yang berbentuk parikan, sedangka senggakan, isen-isen dan wangsalan  adalahperkembangan baru yang disebabkan masuknya pengaruh sindhenan Jawa Tengah terutama Surakarta. Cengkok Sindhenan Jawa Timur Surabayan selain bervariasi, juga tidak terikat oleh tinggi rendahnya balungan gending. Mayoritas Seniman Jawa Timur Surabayan berpendapat, bahwa ngepas dan nungkak  merupakan kecenderungan garap sindhenan Jawa Timur Surabayan. Konsep ini dipandang sesuai dengan teknik tabuhan terutama ricikan kenong dan kempul yang bersamaan dengan ketukan irama.

Judul                     : Dasar-dasar Penulisan Karya Ilmiah

Penulis                 : Ana Rosmiati

No. ISBN              : 978-602-60651-8-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 109

Diskripsi:                

Penyusunan buku yang berjudul “Dasar-dasar Penulisan Karya Ilmiah” ini dilatarbelakangi adanya keinginan Penulis agar mahasiswa dapat menyusun karya ilmiah dengan benar dan baik. Karya tulis ilmiah dipersiapkan sebagai tuntutan mahasiswa dalam membuat skripsi, tesis, atau disertasi. Penulis merasakan keprihatinan melihat kualitas karya tulis ilmiah yang masih lemah dalam beberapa bagian. Untuk itulah, penulis berkeinginan untuk membuat buku tentang dasar-dasar penulisan karya ilmiah untuk dipahami mahasiswa.

Judul                     : Prosiding Seminar Pascasarjana Kajian Seni Nusantara: Tradisidan Kontemporer

Penulis                 : Farah Nurul Azizah, dkk

No. ISBN              : 978-602-60651-7-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 390

Diskripsi:

Seni tradisi masih menjadi objek yang cukup diminati sejumlah akademisi sebagai bahan kajian yang bermanfaat dalam menambah khazanah keilmuan seni Indonesia. Selain itu, budaya yang cenderung dinamis juga melahirkan sejumlah perkembangan seni era kontemporer, sehingga kajian dari produk seni di era kekinian pun menjadi objek yang tidak lepas dari para ilmuan seni. Seni tradisional yang notabene produk dari manusia di masa lampau, beriringan dengan produk-produk seni di masa kontemporer (baik era moderen maupun postmoderen) menjadi onjek kajian yang strategis dalam pengembangan ilmu seni. Seminar Kajian Seni Nusantara: Tradisi dan Kontemorer diselenggarakan untuk mengupas wacana seni di Indonesia baik yang tradisi maupun kontemorer. Kegiatan di atas juga bertujuan untuk menjadikan hasil penelitian para mahasiswa tentag ragam seni Nusantara sebagai karya penelitian yang layak untuk publikasi ilmiah secara umum, khususnya sebagai tugas akhir berupa tesis.

Judul                     : Prosiding Seminar Dan Pemeran Nasional Hasil Penelitian Dan Pengadbian Masyarakat : Seni, Teknologi, Dan Masyarakat.

Penulis                 : Guntur, dkk

No. ISBN              : 978-602-60651-6-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 265

Diskripsi:

                Perhelatan Seminar dan Pemeran Nasional di LPPM ISI Surakarta ini juga didukung oleh Forum Kerjasama LPPM Perguruan Tinggi Seni yang terdiri dari ISI Surakarta, ISI Jogjakarta, ISI Denpasar, ISI Pandangpanjang, dan ISBI Bandung. Sebuah terobosan tema dengan merajut kedudukan seni dengan konteks tekniloginya terdiri dalam aspek guna di masyarakat merupakan bentuk kesiapan dilakukannya technologic readiness level atau tingkat kesiapan teknologi (TKT) yang segera dilaksanakan tahun2017 ini. Dengan terbitnya buku Prosiding Seminar dan Pemeranan Nasional ini mudah-mudahan pengayaan dalam bentuk topik riset dan objek riset dan pengadbian masyarakat bidang seni mampu bersaing dalam ranah pembangunan masyarakat kita.

Judul                     : Yati Pesek Seniman Populer Serba Bisa

Penulis                 : Pujiani & Rustopo

No. ISBN              : 978-602-60651-4-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2017

Jumlah halaman: 131

Diskripsi:

Buku ini menuturkan cerita dibalik potret dengan berbagai cerita seputar kehidupan masa kecil Yati Pesek; jagat kesenian Yati Pesek, mulai dari sebagai pemain tobong, penyanyi atau sindhen, pemain wayang orang, dan sebagai pelawak, hingga sebagi pemain film. Dengan bahasa yang sedarhana buku ini bertutur tentang semua bakat yang dirasakan Yati Pesek sebagai anugerah Tuhan untuk dirinya, termasuk hidungnya sebagai “identitas” yang membuat dirinya terkenal hingga keseluruh pelosok Nusantara. Buku ini juga menghadirkan riwayat Yati Pesek dalam proses pembelajaran di lingkungan tobong, pembelajaran kebutuhan penari, pesindhen,  pemeran sandiwara, komedian, dan penghiburhati para penggemarnya. Hal-hal yang melekat dalam potert dan kecerdasan emosional mbak Yati juga tidak luput dari perhatian penulis buku ini. Justru membultikan yang didapat dari penulis buku ini adalah, adanya kelebihan dari hubungan keadaan proporsi fisikal denagn pengalaman artistik, adan kecerdasan emosional sosok mbak Yati Pesek dalam potret yang utuh.

Judul                     : Prosiding Seminar Internasional: Artistic Research

Penulis                 : Rahayu Supanggah, etc.; Reviewer: Sumarsam, etc.

No. ISBN              : 978-602-5573-11-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 330

Diskripsi:

Di balik tampilan karya seni, riset artistik kerap dianggap senyap. Malah, jarang  pernah diungkap. Senyatanya, riset artistik menghubungkan jejak kompleks pergulatan seniman. Antara mengalami dan memandang “dunia” yang dialami. Persilangan gairah, perasaan,  dan  kehendak mengolah “dunia di dalam proses khayalan kreatif dan rumit. Serta, penyatuan sikap, nilai, dan makna menyatakan kembali “dunia” ke dalam bahasa seni yang mempribadi. Riset artistik mengurai pengetahuan seni dan praktik mengolah seni. Menawarkan temuan artistik baru. Mengkritisi kembali hubungan pengetahuan dan praktek seni. Juga menegaskan, nalar dan praksis seni itu unik, selalu terbuka, relatif, holistik, dan kompleks.

Judul                     : Naskah Pakeliran Ringkas Lakon “Sudarsono Pidana”

Penulis                 : suratno

No. ISBN              : 978-602-5573-05-67

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 88

Diskripsi:

Naskah lakon ini merupakan salah satu ujud usaha untuk meningkatkan kemampuan menyusun naskah serta serta wawasan tentang sangit lakon. Lakon Sudarsana Pidana yang disusun ini bertolak dari sanggit lakon Sudarsana KEthok versi ki Naryatjarita dengan dimodivikasilkan sesuai persepsi penyusunan.

Judul                     : Seni Pertunjukan Indonesia (Buku Ajar)

Penulis                 : Rustopo

No. ISBN              : 978-602-60214-3-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 89

Diskripsi:

Mata kuliah Seni Pertunjukan Indonesia (3 sks) ini diberikan kepada mahasiswa seluruh program studi pada Fakultas Seni Pertunjukan Indonesia. Pada tahun 2004 pernah dibuatkan semacam buku ajar, yaitu buku pegangan kuliah, tetapi hanya digandakan beberapa eksemplar dan disimpan di perpustakaan Prodi Seni Karawitan. Selain jumlahnya yang sangat terbatas, juga bahan-bahannya harus senantiasa diperbaharui. Oleh karena itu pembuatan dan penerbitan buku ajar untuk mata kuliah Seni Pertunjukan Indonesia, merupakan keharusan agar dapat membantu PBM (Proses Belajar Mengajar) untuk mahasiswa.

Judul                     : Teknik Dasar Pemeranan (Buku Ajar)

Penulis                 : Wahyu Novianto

No. ISBN              : 978-602-60214-2-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 89

Diskripsi:

Matakuliah Teknik Dasar Pemeranan di Prodi Seni Teater merupakan matakuliah wajib dengan bobot 4 SKS yang harus ditempuh oleh mahasiswa Teater pada semester II. Matakuliah ini merupakan matakuliah dasar yang mengajarkan berbagai teknik-teknik dasar pemeranan, sebelum mereka lebih lanjut mempelajari berbagai gaya pemeranan pada drama-drama realisme, klasik, non realisme, kontemporer, dan tradisi.  Materi yang diajarkan pada matakuliah ini meliputi pengertian akting dan pendekatan akting, modal dasar bagi seorang aktor (tubuh, vokal, dan sukma), teknik pemeranan, bermain berpasangan, bermain dengan naskah, bentuk dan gaya pemeranan, penciptaan pertunjukan teater, dan aspek pendukung pertunjukan teater. Setelah menempuh matakuliah ini mahasiswa diharapkan menguasai teknik-teknik dasar bermain drama, sehingga memiliki kesiapan untuk menerima gaya-gaya akting yang akan ditempuh pada semester berikutnya. Penguasaan teknik-teknik dasar ini menjadi modal awal untuk menguasai berbagai gaya akting. Penyusunan buku ajar ini disusun dengan menggunakan prosedur kompilasi dan pengemasan kembali berbagai informasi yang didapatkan dari berbagai buku referensi yang didasarkan pada petunjuk TIU/TIK, GBPP dan SAP. Beberapa materi juga ditulis berdasarkan pengalaman sendiri sebagai pemain teater yang mungkin saja tidak ditemukan di beberapa buku-buku pelatihan keaktoran yang lain. Pengalamansen diri ini justru sangat berharga karena memberikan pengetahuan baru dan menambahkan pengetahuan yang telah ditulis oleh beberapa penulis buku teater. Dengan demikian sesungguhnya penyusunan buku ajar bagi dosen dapat menjadi sarana pengembangan keilmuan dari materi-materi yang sudah ada sebelumnya, ataupun pengalaman yang pernah dilaluinya.

Judul                     : Teknologi Audio (Buku Ajar)

Penulis                 : Iwan Budi Santoso

No. ISBN              : 978-602-60214-0-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 124

Diskripsi:

Terbitnya buku ajar ini diharapkan mahasiswa dapat belajar mandiri untuk memperdalam materi yang telah disampaikan dosen dalam perkuliahan. Dengan kesederhanaan dan kerendahan hati penyusun berusaha merangkum dan memberikan gambaran bahan kuliahd dengan harapan agar mahasiswa dapat mendalami materi serta mempraktikkan. Penyusunan buku ajar ini menggunakan prosedur kompilasi dan pengemasan kembali berbagai informasi yang sudah ada. Pengumpulan data informasi yang disusun ulang menyesuaikan kebutuhan dan rencana program pembelajaran (RPP). Buku ajar ini sebenarnya tidak hanya untuk mata kuliah Teknologi saja, namun demikian dibeberapa mata kuliah dan program studi lain juga menggunakan materi yang sama. Berharap dengan terbitnya buku ajar ini mahasiswa akan lebih termotivasi, serta memiliki kreativitas dan kemandirian belajar. Buku ajar ini dibagi menjadi beberapa bab, yaitu: Bab I berisi Tinjauan Mata kuliah Teknologi Audio. Bab II membahas tentang pengertian dan fungsi sound system. Bab III membahas tentang jenis, fungsi, dan spesifikasi peralatan sound system. Bab IV membahas tentang teknik perekaman. Bab V membahas tentang teknik amplifikasi bunyi. Bab VI membahas rekaman stereofonik dan teknik mikrofon stereo. Bab VII membahas tentang proses mastering dan pembuatan CD audio.

Judul                     : Sal Murgiyanto Hidup Untuk Tari

Penulis                 : Michael H.B. Raditya

No. ISBN              : 978-602-74242-9-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 286

Diskripsi:

Buku yang berjudul  Sal  Murgiyanto: Hidup  Untuk  Tari  ini  berisi kumpulan tulisan  tentang kiprah  Bapak Sal Murgiyanto (panggilan akrab Mas Sal Murgiyanto atau Mas Sal) dalam dunia tari dari sahabat- sahabat  dan  murid-murid serta  keluarganya.  Kumpulan tulisan  tersebut memuat  lika-liku perjalanan berkesenian, perjuangan dan  pengabdiannya dalam  dunia  tari,  dan  falsafah  hidup  yang  dianutnya, sehingga  ketika membaca  buku  ini,  kita  terasa  diajak  untuk  lebih  mengenali  sosok  Mas Sal Murgiyanto dalam  dunia  seni  pertunjukan tari. Membaca tulisan-tulisan tentang kesan dan pendapat yang disampaikan para sahabat dan murid-muridnya dalam buku ini, menggugah ingatan dalam diri saya untuk  membayangkan kiprah  Mas Sal Murgiyanto ketika  berada di  atas  panggung  pertunjukan tari,  membawakan gerak  tari  indah  yang mempesona dengan  penjiwaan terhadap karakter tokoh  yang diperankan. Di sisi lain saya sangat  terkesan oleh gagasan-gagasannya yang mendunia dan  kepiawaian serta  kecerdasannya ketika  menjadi  seorang  pengamat atau  kritikus sebuah  seni  pertunjukan tari. Buku ini menyampaikan sebuah  pesan  bahwa  seni  pertunjukan tari akan  lebih  berkembang bila  terjadi  interaksi yang  intens  dan  harmonis antara pencipta tari,  penari,  dan kritikus tari.

Judul                     : Metode Penelitian Artistik

Penulis                 : Guntur

No. ISBN              : 978-602-74242-8-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 164

Diskripsi:

Metode penelitian artistik merupakan metode yang masih relatif baru. Metode penelitian ini telah dirintis dan dikembangkan sejak tiga dekade terakhir dilingkungan perguruan tinggi seni di luar negeri. Secara khusus metode ini merupakan terobosan baru. Selama ini aktivitas penelitian ditumpukan pada paradigma penelitian ilmu pengetahuan alam dan pengetahuan sosial. Dua paradigma penelitian ini telah menjadi rujukan para sarjana baik di lingkungan perguruan tinggi maupun di lingkungan masyarakat umum. Bahkan tidak dapat disangkal bahwa dua paradigma penelitian tersebut juga menjadi acuan dalam pembelajaran dan aktivitas penelitian di lingkungan perguruan tinggi seni di Indonesia. Aktivitas penelitian para sarjana seni, mahasiswa seni, seniman, praktisi, profesional, penari, musisi, desainer, kriyawan, dan lain-lain dapat dipastikan tidak akan ke luar dari paradigma tersebut. Tiga dasa warsa terakhir, terdapat upaya untuk membangun paradigma penelitian artistik. Sebuah paradigma penelitian yang mengasumsikan bahwa praktisi adalah peneliti, proses kreatif adalah proses penelitian, karya seni adalah hasil penelitian. Jika seorang praktisi  melakukan aktivitas kreatif dan dari berproses kreatif tersebut mewujud ke dalam karya seni serta didiseminasikan kepada publik, maka hal itu akan melahirkan pengetahuan.

Judul                     :  Prosiding Seminar Nasional: Soft Skill & Spiritual Skill Pustakawan Dalam Layanan  Prima Perpustakaan

Penulis                 : Muhammad Rohmadi, dkk.

No. ISBN              : 978-602-74242-7-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 304

Diskripsi:

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di abad informasi akan berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan terutama dalam dunia perpustakaan dan pendidikan, yakni. Pertama, ada perubahan gaya belajar pemustaka (style of learning). Kedua, munculnya generasi digital (digital native). Ketiga, perubahan paradigma baru pada model pembelajaran. Perubahan tersebut memunculkan pertanyaan kepada pustakawan sudahkah menyadari perubahan tersebut, apakah kehadiran mereka sudah kita antisipasi, Apakah kita tau cara belajar (style of learning) mereka, apa kebutuhan informasi mereka, apakah mereka juga masih suka bahan cetak. Menurut saya, pustakawan tidak bisa hanya diam dalam menghadapi fenomena yang muncul dan sudah membentang di depan mata, namun harus bisa menghadapinya dengan mempersiapkan soft skill dan spiritual skill, agar bisa sukses memberikan layanan prima kepada pemustaka di era perubahan. Maka, layanan perpustakaan prima tidak hanya bertumpu kepada penguasaan kompetensi hard skill pustakawan semata. Pelayanan prima perpustakaan hanya dapat diraih dengan melengkapi kemampuan kompetensi dasar pustakawan tersebut dengan kemampuan soft skill yang lebih bertumpu kepada ketrampilan interpersonal pustakawan dalam mengaktualisasikan kompetensi dasar tadi dalam praktek keseharian ketika melaksanakan layanan perpustakaan. Pada saat pustakawan menjalankan tugas tersebut, ia akan banyak berhubungan dengan pemustaka yang memiliki beragam karakter. 

Judul                     : Paradigms In Art Creation And Art Studies

Penulis                 : Wong Kwan Yie, Chiu Ming Ying, dkk.

No. ISBN              : 978-602-74242-6-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 175

Diskripsi:

IICACS 2016 is an internationally interconnected and interdisciplinary conference, focusing on various approaches and paradigms in art creation and art studies. These apply to all genres of the arts, including visual and performing arts, including music, theater, dance, crafts, painting, sculpture, design and photography, as well as arts related to recorded media, such as film and television.

Judul                     : Pengantar Semiotika Struktural Momen Ilmiah Barthes

Penulis                 : Albertus Rusputranto

No. ISBN              : 978-602-74242-5-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 126

Diskripsi:

Keinginan menulis dan menerbitkan buku Pengantar Semiotika Struktural Momen Ilmiah Barthes bertolak dari permasalahan yang dihadapi penulis di dalam kelas. Hampir setiap mengampu mata kuliah semiotika, penulis menjumpai mahasiswa (strata-1) yang kesulitan mempelajari materi perkuliahan. Masalah ini terjadi karena, menurut mereka, buku-buku acuan yang digunakan sulit mereka pahami. Menjawab permasalahan tersebut penulis coba tulis buku ini, sebuah pengantar semiotika untuk pemula. Terutama bagi mahasiswa yang mengambil kelas semiotika. Tujuan penulisan buku Pengantar Semiotika Struktural Momen Ilmiah Barthes semata-mata untuk membantu mahasiswa (strata-1) mengatasi masalah ketersediaan buku acuan yang sederhana, yang mudah dibaca dan dipahami. Buku Pengantar Semiotika Struktural: Momen Ilmiah Barthes penulis tulis sebagai sekadar upaya menambah acuan belajar semiotika. Buah penelitian yang sudah penulis selesaikan, hibah penelitian pustaka DIPA 2016 Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Judul                     : Wayang Babad Nusantara: Media Pengajaran Nilai Kebangsaan

Penulis                 : Sunardi, Sugeng Nugroho, dan Kuwato

No. ISBN              : 978-602-74242-4-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 101

Diskripsi:                

Wayang Babad Nusantara berkisah mengenai liku-liku perjuangan para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Setidaknya ada dua kisah menarik sebagai teladan, yakni perjuangan Gajah Mada mempersatukan nusantara serta perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah Belanda. Buku ini disusun sebagai salah satu model pertunjukan wayang sebagai sarana pengajaran nilai-nilai kebangsaan kepada siswa sekolah dasar di Surakarta. Model ini dijadikan solusi untuk mengatasi persoalan kurangnya keragaman media pembelajaran sejarah di sekolah dasar. Urgensi dari kegiatan ini adalah upaya pembaruan model pengajaran nilai-nilai kebangsaan yang dikemas secara menarik dan variatif serta upaya mengadakan pengembangan seni pertunjukan wayang agar tetap disenangi masyarakat, terutama generasi muda bangsa.

Judul                     : Karawitan Karaton Surakarta

Penulis                 : Joko Daryanto

No. ISBN              : 978-602-74242-1-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 110

Diskripsi:

Karawitan merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas karaton. Peran karawitan yang demikian besar menyebabkan karawitan karaton menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan tradisi karaton. Besarnya peran karawitan karaton sangat terkait dengan upacara-upacara tradisi. Dapat dikatakan antara upacara tradisi karaton dengan karawitan merupakan satu kesatuan. Terdapat hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara raja, karawitan, dan upacara tradisi karaton. Jalinan antara raja, karawitan, dan upacara tradisi karaton dapat disebut dengan sistem. Disebut dengan sistem dikarenakan antara ketiganya terdapat hubungan timbal balik yang erat serta kehilangan salah satu dari ketiga unsur tersebut akan mengganggu kelangsungan kehidupan tradisi karaton. Sejarah singkat Karaton Surakarta, perjalanan sejarah kehidupan Karawitan Karaton serta peran dan fungsinya dalam menyangga kehidupan tradisi merupakan bahasan pokok dalam buku ini yang dilengkapi dengan berbagai ilustrasi seperti gambar dan bagan.        

Judul                     : Simpul Pemikiran Etika Immanuel Kant Implementasinya dalam Pembelajaran

Penulis                 : Setya Widyawati

No. ISBN              : 978-602-60651-5-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 81

Diskripsi:

Dalam menyikapi adanya aturan pada suatu sistem maka setiap manusia bertugas di dalamnya harus benar-banar memiliki komitmen kuat, loyalitas, dan kredibilitas tinggi. Implementasi pemikiran Kant, imperatif kategoris, memberikan pedonam dalam bertindak, berperilaku, mengarahkan sikap dalam menghadapi peraturan-peraturan, kewajiban-kewajiban dalam segala bidang aktifitas manusia. Manusia sebagai pelaku sistem pendidikan mengerjakan togas pokok dan fungsinya (tupoksi) sesuai job description masing-masing.

Judul                     : Keprajuritan Tari Gaya Surakarta II

Penulis                 : Didik Bambang Wahyudi

No. ISBN              : 978-602-60651-3-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 150

Diskripsi:

Tari tradisi gaya Surakarta sebagai sebuah bentuk seni pertunjukkan, yang tumbuh dan berkembang di lingkungan tembok keraton Kasunanan Surakarta, memiliki norma dan aturan yang ketat dalam penyajiannya. Hal ini disebabkan tari tradisi Gaya Surakarta sebagai bagian budaya Jawa, mengandung simbol-simbol serta nilai filosofi yang mencerminkan tingkat peradaban budaya masyarakat jamannya. Dalam kehidupan tari tradisi, mengenal konsep-konsep tari dan kepenarian, antara lain ada konsep Hasthasawandha, wiraga, wirama, wirasa, sengguh mungguh, dan lain sebagainya. Kesemua konsep tersebut dirumuskan oleh tokoh-tokoh tari tradisi guna mengangkat derajat nilai budayanyayang dicerminkan lewat pertunjukan tari.

Judul                     : Proceeding Of International Seminar Local Aesthetics

Penulis                 : Sri Hastanto, dkk.

No. ISBN              : 978-602-60651-1-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 216

Diskripsi:

Kita mempunyai wayang kulit Jawa, gaya Surakarta dan Yogyakarta, gaya Kedu, gaya Sunda, gaya Cirebon, gaya Pesisir Tegal-Pekalongan dan sebagainya,gaya Banjar, gaya Palembang, gaya Bali, dan gaya Sasak-Lombok. Mereka semua berbeda baik secara fisik maupun tatacaranya. Perbedaan itu kita posisikan sebagai wujud keanekaragaman budaya multikultur Nusantara. Hal semacam itu juga terjadi pada berbagai artefak budaya dari unsur budaya lainnya. Keanekaragaman budaya yang menghasilkan konsep-konsep estetik yang khas dan tersebar di wilayah Nusantara dan harta tak ternilai.fokus seminar Internasional ini mengarah pada persoalan atas fenomena keragaman estetika lokal. Pengetahuan estetika seperti dalam uraian di atas perlu dijabarkan dan sebarluaskan sehingga menjadipengetahuan yang kemudian memicu kajian-kajian mendalam lebih lanjut.

Judul                     : Gong Kebyar Yang Tidak Nebyar

Penulis                 : Pande Made Sukerta

No. ISBN              : 978-602-60651-2-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 189

Diskripsi:

 Sekarang kata Gong Kebyar sudah tidak sesuai dengan gending-gending yang disajikan dalam barungan Gamelan Gong Kebyar karena ada kecenderungan atau malah sudah tidak menggunakan bentuk kekebyaran (tabuhan ngebyar). Kita sadar bahwa perubahan akan selalu dialami Gong Kebyar yang merupakan salah satu faktor ketertarikan penulis untuk mengkaji Gong Kebyar. Selain itu terkait dengan kata Gong Kebyar, selalu bertanya siapa penggagas dan kapan barungan gamelan ini diberi nama Gong Kebyar.

Judul                     : Bahasa Indonesia Dalam Gagasan Tertulis

Penulis                 : Sri Hesti Heriwati & Ana Rosmiati

No. ISBN              : 978-602-60214-8-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 171

Diskripsi:

Mata kuliah bahasa Indonesia bertujuan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa terutama dalam penulisan ilmiah yang mencakup kemampuan kognitif dan aktif.mata kuliah Bahasa Indonesia merupakan mata kuliah pengembangan kepribadian yang diberikan pada awal semester.manfaat secara umum dari mata kuliah ini adalah mahasiswa dapat menggunakan pengetahuan ketrampilan barbahasa yang baik dan benar. Setelah mahasiswa dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar maka diharapkan mahasiswa dapat menyusun karya tulis ilmiah sebagai bekal tugas akhir baik dalam kekaryaan maupun dalam skripsi. Disamping penerapan pola diskusi secara terbuka digunakan sebagai satu upaya agar terjadi interaksi aktif antara dosen dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan mahasiswa. Sebagai indikator keberhasilan dari proses pembelajaran Bahasa Indonesia adalah mahasiswa dapat membuat karya ilmiah baik berupa makalah, paper, artikel, jurnal, dan terlebih lagi skripsi.

Judul                     : Prosiding Batik (Baru) Nusantara

Penulis                 : Yan Yan Sunarya

No. ISBN              : 978-602-60214-9-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 145

Diskripsi:

Buku Prosiding yang disusun berdasarkan kegiatan Seminar Nasional Batik Baru Nusantara : Batik Sebagai Identitas dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif, yang telah terselenggara pada tanggal 1 Oktober 2016, di gedung galeri Isi Surakarta. Batik yang menjamur kembali merupakan fenomena menarik dalam beberapa tahun terakhir. Hampir di seluruh daerah di Nusantara, muncul berbagai macam bentuk motif, memperkaya corak batik yang sudah ada. Batik kembali mentradisi dan menjadi trend busana bagi segala lapisan usia dan sosial. Munculnya corak-corak baru sesuai kearifan budaya lokal, merupakan keunikan dan peluang pengayaan dalam memperkuat identitas bangsa, mengingat batik telah diakui sebagai warisan budaya dunia. Sebagai idntitas bangsa, maka batik perlu dilestarikan dan dikembangkan, antara lain untuk menghadapi globalisasi, terutama di lapangan ekonomi kreatif. Batik-batik kedaerahan muncul dengan keunikannya, secara lebih luas, sangat potensial untuk dikembangkan dalam program ekonomi kreatif. Motif-motif batik tidak hanya tampil sebagai wastra, namun menginspirasi berbagai macam produk.untuk itu digelarlah pertemuan ini yang antara lain akan membahas batik dari beberapa prespektif yaitu : Motuf Baru, Lokalitas dan Identitas, Batik sebagai aplikasi Branding, Batik Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN serta Batik, Teknologi dan perkembangan Inovasi/Kreatif.

Judul                     : Telaah Karya Ilmiah Untuk Mahasiswa Tari Isi Surakarta

Penulis                 : Ana Rosmiati

No. ISBN              : 978-602-60214-7-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 116

Diskripsi:

Penyusunan buku ini dilatarbelakangi adanya keinginan Penulis memperbaiki kualitas pembelajaran yang lebih baik. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menjadi salah satu tantangan bagi dosen untuk bisa mengungkap tingkat kesulitan dan problemmatika proses pembelajaran. Dari situlah pada dasarnya dosen akan menemukan model pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi peserta didiknya. Sehingga, pembelajaran dapat berjalan secara optimal. PTK merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan-tindakan yang dilakukan serta untuk memperbaiki kondisi-kondisi pembelajaran yang sedang dilakukan. Dosen dapat melakukan perbaikan setelah diketahui hasilnya pada saat evaluasi pembelajaran sudah selesai.

Judul                     : Revitalisasi Budaya Lokal Berbasis Ekspresi Seni Komunitas

Penulis                 : R.M. Pramutomo, Joko Aswoyo, Anton Rustandi Mulyana

No. ISBN              : 978-602-60214-6-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 69

Diskripsi:

Buku ini merupakan salah satu wujud pengembangan hasil riset, sehingga diberi judul tersendiri “REVITALISASI BUDAYA LOKAL BERBASIS EKSPRESI SENI KOMUNITAS”. Buku ini sudah barang tentu dapat terlaksana penerbitannya atas bantuan dan dorongan dari beberapa pihak. Untuk itu perkenankanlah pada kesmpatan ini kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak. Perlu disampaikan, bahwaupaya penerbitan buku hasil riset ini hanya sebagian dari bentuk liaran tambahan dari skim penelitian. Oleh sebab itu segala kekurangan dalam bentuk liaran riset yag tidak bisa tertuang dalam buku ini sangatlah memungkinkan. Jika dirasa luaran ini masih jauh dari sempurna maka kami selaku Penulis mohon maaf. Tentu saja segala kritik, komentar dan tegur sapa yang bersifat membangun diterima dengan senang hati. Akhir kata, buku ini telah hadir sebagai sebentuk pengayaan dari kerja riset yang dihasilkan dan semoga dapat memberi wawasan bagi pengkajian seni budaya lokal, akademisi, stakeholders, pemangku seni dan adat tradisi, serta khalayak luas.

Judul                     : Praktik Pedalangan Gaya Pokok IV

Penulis                 : Harijadi Tri Putrranto

No. ISBN              : 978-602-60214-5-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 72

Diskripsi:

                Materi yang ditulis dalam buku ajar matakuliah Praktik Pedalangan Gaya Pokok VI ini adalah “Lakon Kunthi Pilih”yang membicarakan tentang garap sabet, catur, karawitan pakeliran, dan garap lakon yang dituangkan dalam bentuk pakeliran. Melalui garap padat ini, diharapkan bisa memberi bekal dan memberi pacu kepada mahasiswa jurusan Pedalangan ISI Surakarta, agar lebih mengembangkan kreativitasnya. Dengan demikian, mahasiswa jurusan Pedalangan diharapkan lebih sensitif  dalam menanggapi perkembangan dan tantangan zaman seperti yang terjadi pada saat ini. Oleh sebab itu, dengan garapan pakeliran padat ini harapannya sangat perlu untuk disesuaikan dengan kehidupan sekarang. Matakuliah Praktik Pedalangan Gaya Pokok VI diharapkan mampu menambah wawasan dan perbendaharaan mahasiswa dalam garap pakeliran padat, yang selanjutnya agar dapat digunakan sebagai bekal dalam berkarya terutama dalam mempersiapkan Tugas Akhir karya seni.

Judul                     : Psikologi Teater (Buku Ajar)

Penulis                 : Nunuk Nur Shokiyah

No. ISBN              : 978-602-60214-4-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2016

Jumlah halaman: 105

Diskripsi:

Buku ajar Psikologi Teater mengingat keterbatasan referensi tentang Psikologi yang berkaitan dengan disiplin ilmu Teater terutama di lingkup institusi. Penulis menyadari dalam penulisan bahan ajar ini jauh dari sempurna, dimana masih terdapat kekurangan. Hal ini dikarenakan keterbatasan referensi mengenai Psikologi Teater dan juga keterbatasan kemampuan penulis dalam menulis buku ajar. Kritik dan saran sangat diharapkan demi kesempurnaan tulisan ini, harapan penulis buku ini mampu membantu mahasiswa dalam memahami tentang Psikologi Seni pada umumnya dan Psikologi Teater pada khususnya. Buku ajar ini juga bisa dijadikan referensi mahasiswa pada mata kuliah Psikologi Seni terlebih lagi Psikologi Teater.

Judul                     : Prosiding Seminar Nasional, Digi-Culture: gagasan, praktek, dan tantangan.

Penulis                 : Budi Setiyono

No. ISBN              : 978-602-60214-1-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 125

Diskripsi:

Adapun fokus Seminar Nasional ini mengarah pada persoalan atas fenomena budaya digital. Di antaranya, apakah sesungguhnya budaya digital? Bagaimana wujud perilaku digital? bagaimanakah cara pelaku seni dalam mengoptimalkan idenya di era teknologi digital? Secara praktis, seperti apakah proses terjadinya kolaborasi antara budaya digital dengan pengetahuan dan kearifan lokal? bagaimana respon masyarakat terhadap tantangan budaya digital? Seluruh persoalan yang diajukan tersebut selanjutnya menjadi bingkai dalam seminar ini dan diharapkan hasilnya dapat digunakan sebagai salah satu modal untuk menyambut era MEA terutama di bidang inovasi artistik berbasis pada pemanfaatan teknologi digital.

Judul                     : Tipografi: Sejarah, Karakter, Kaidah & Proses Penciptaan Huruf (Edisi Revisi)

Penulis                 : Taufik Murtono

No. ISBN              : 978-602-74242-3-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 160

Diskripsi:

Buku ini disusun dengan tujuan akhir agar pembaca dapat menguasai pengetahuan tentang  sejarah, karakter, kaidah-kaidah penyusunan, dan proses penciptaan huruf. Buku memudahkan pembaca menguasai tipografi dan menerapkannya pada praktik perancangan tipografi baru, dengan susunan bab yang cukup ringkas, sebagai berikut. Bab I berisi sejarah awal keberadaan huruf yang dipandang ada sejak manusia menggunakan simbol visual sebagai komunikasi, perkembangan aksara etnik, dan kemunculan huruf modern. Bab II membicarakan karakter dalam ragam huruf dan peruntukannya. Bab III mengulas kaidah penggunaan huruf. Bab IV disampaikan proses penciptaan huruf baru berdasar studi kasus yang telah dilakukan. Bab V membahas ragam penciptaan tipografi. Bahasan mengenai ragam penciptaan tipografi perlu ditulis untuk memberi gambaran kepada pembaca mengenai teba penciptaan tipografi. Beberapa ragam penciptaan yang diulas hanya sebatas yang penulis ajarkan pada mata kuliah Tipografi di Prodi Desain Komunikasi Visual, Institut Seni Indonesia Surakarta. Oleh karena itu ragam penciptaan tipografi dapat dikatakan tidak terbatas pada apa yang dibahas. Ragam penciptaan tipografi yang akan diulas antara lain: tipografi lettering, tipografi karakter, tipografi dekoratif, tipografi fotografis, tipografi subversif, dan tipografi vernakular.                                                                                    

                                                                                  

Judul                     : Sosiologi Seni Pertunjukan Pedesaan

Penulis                 : Soemaryatmi dan Suharji

No. ISBN              : 978-602-74242-2-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 143

Diskripsi:

Di Indonesia Seni Pertunjukan hidup dan berkembang hamper di seluruh pelosok. Dengan landasan budaya agraris, sejak lama suku-suku bangsa di seluruh tanah air melakukan olah cipta seni (Seni Pertunjukan) baik untuk keperluan hiburan, upacara ritual, ataupun kegiatan sosio-kultural. Lingkungan alam dan system social yang berbeda mengakibatkan bentuk dan fungsi seni pertunjukan pedesaan berbeda antara daerah satu dengan yang lainnya. Banyak juga ragam seni pertunjukan rakyat yang dikembangkan untuk menunjang pariwisata pedesaan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman sosiologi pedesaan yang berkaitan erat dengan proses berkesenian. Dalam buku Sosiologi Seni Pertunjukan Pedesaan memuat permasalahan-permasalahan masyarakat, cara mengatasi dan ragam seni pertunjukan rakyat yang dikembangkan melalui hasil penelitian. Pengertian seni, konsep seni yang dianut oleh masyarakat dalam melakukan kreatifitas juga dibahas dalam Sosiologi Seni Pertunjukan Pedesaan. Ketersediaan buku teks Sosiologi Seni Pertunjukan Pedesaan sangat membantu pemahaman tentang tari rakyat pedesaan yang telah mengalami perubahan. 

Judul                     : Tari Gandrungan: Konsep Dasar dan Bentuk Tari Gagah Gaya Surakarta

Penulis                 : Suharji

No. ISBN              : 978-602-74242-0-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 261

Diskripsi:

Ketersediaan buku pembelajaran ini untuk membantu pemahaman gerak, analisis tokoh, analisis karakter tokoh, merupakan landasan konsep dalam Repertoar Gaya Tari (RGT) Gagah Gandrungan Gaya Surakarta. Buku pembelajaran merupakan sarana mempercepat proses penguasaan materi ajar bagi pebelajar untuk lebih memahami makna dari Repertoar Gaya Tari (RGT) gagah gandrungan gaya Surakarta. Pemahaman yang kritis terhadap karakter tokoh, ruang dan waktu akan sangat membantu pebelajar dalam mengembangkan kreativitas baik secara kognitif maupun psikomotorik. Mengingat pentingnya pemahaman bagi pebelajar, secara umum maka buku pembelajaran disusun, agar pebelajar dan pemerhati dapat melakukan belajar secara mandiri, sesuai dengan kebutuhan.

Judul                     : Realisme Epik dalam Pertunjukan lakon KUP Teater Segogurih Yogyakarta

Penulis                 : Wahyu Novianto

No. ISBN              : 978-602-60651-0-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 112

Diskripsi:

Buku ini menjelaskan tentang konstruksi dramatik yang terdiri dari tema, plot, dan pertokohan menunjukkan bagaimana sikap orang Jawa dalam menghadapi takdir. Perhatian Wahyu untuk menginformasikan tentang kenyataan epik dalam sebuah pertunjukan lakon teater sangat inspiratif dalam memahami isi lakon dalam pertunjukan teater. Wahyu menginformasikan dan menganalisis sebuah lakon dalam pertunjukan teater perlu dudukung dan dibantu sebagai motivasi tindakan selanjutnya, tentu hal ini tidak hanya sekedar ucapan mitivasi tetapi berwujud materi untuk penelitian dan penerbitan buku. Informasi keterkaitan gaya realisme epik Bertold Brecht dengan pertunjukan lakon KUP teater segogurih Yogyakarta, tampak pada pemilihan lakon (epik) dan pola akting yang dilakukan oleh lakon KUP adalah pada aspek historifikasi, yaitu pada sikap yang dipilih oleh tokoh.

Judul                     : Model Pembelajaran Bahasa Indonesia Sebagai Penguatan Mahasiswa Asing   Program Darmasiswa Di Institut Seni Indonesia Surakarta (Berdasarkan Kurikulum Seni dan Budaya)

Penulis                 : Ana Rosmiati

No. ISBN              : 978-602-73270-6-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 130

Diskripsi:

Penyusunan buku ini dilatarbelakangi adanya keinginan Penulis untuk dapat menyusun materi Bahasa Indonesia yang praktis bagi mahasiswa Darmasiswa. Perlu dilakukan beberapa model pembelajaran untuk dapat menemukan hasil yang optimal. Program Darmasiswa merupakan program pengenalan tentang Seni dan Budaya Indonesia ke Luar Negeri melalui mahasiswa asing yang berminat belajar di Indonesia. Program Darmasiswa dibuka setiap tahunnya diberbagai perguruan tinggi yang ditunjuk dari Dikti. Beberapa problem yang krusial dalam pengajaran bahasa Indonesia untuk mahasiswa asing (BIPA) adalah masalah penguasaan bahasa Indonesia. Kemungkinan besar yang terjadi mahasiswa sebelum mengikuti program Darmasiswa belum menyiapkan diri dalam kompetensi kebahasaannya. Maka kendala utamanya adalah penguasaan bahasa Indonesia pada saat proses pembelajaran dan komunikasi kesehariannya. Penulis berharap dengan adanya buku teks ini bisa mengurai sedikit demi sedikit persoalan yang ada dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Judul                     : Membangun Perspektif: Catatan Metodologi Penelitian Seni

Penulis                 : Santosa Soewarlan

No. ISBN              : 978-602-73270-9-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 212

Diskripsi:

Buku ini bermaksud di samping untuk memberikan alternatif referensi  kepada mahasiswa dalam menyiapkan kemampuan akademik khususnya dalam bidang penelitian juga untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia global yang semakin mendesak. Dengan mempunyai perangkat perspektif mahasiswa (dan dosen) dapat meningkatkan kompetensinya menjadi lebih baik dan dapat berinteraksi dengan komunitasnya. Mereka akan menjadi lebih kritis untuk menanggapi tantangan dari luar. Perspektif juga bermanfaat untuk penulisan artikel, buku, presentasi makalah dan kegiatan akademik lain. Lebih jauh lagi dengan membangun peralatan dan orientasi intelektual berupa perspektif itu mereka dapat memenuhi harapan khususnya di bidang penelitian dan penulisan. Semua harapan itu bisa terlaksana apabilakita juga mempunyai semangat tinggi untuk meningkatkan kemampuan intelektual secara terus menerus. Kita tidak boleh kehabisan energi cadangan untuk menghadapi tantangan masa depan. Dengan semakin banyaknya fasilitas komputer, program analisis data, internet peralatan grafis, program musik, program plagiarism, maupun jasa informasi lewat web kita dapat mempercepat proses kesiapan untuk menuju ke dunia global. Yang kita butuhkan adalah kejujuran untuk mengakui posisi di mana kita berada. Meningkatkan motivasi dan semangat untuk melibatkan secara langsung ke dunia intelektual tidak hanya di antara kita tetapi juga antara kita dengan komunitas asing. Masyarakat asing merupakan partner kita untuk mengkomunikasikan ide-ide, pesan-pesan, norma-norma sosial, maupun local wisdom kita.

Judul                     : Pengantar Pemahaman Filsafat Wayang

Penulis                 : Suyanto

No. ISBN              : 978-602-73270-8-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 168

Diskripsi:

Lakon-lakon wayang dipandang perlu dikaji melalui ilmu filsafat secara berkelanjutan, karena wayang merupakan produk budaya Jawa mengandung nilai-nilai filsafati yang masih relevan bagi kehidupan bangsa Indonesia. Ilmu filsafat merupakan salah satu disiplin yang paling tepat untuk mengupas tabir-tabir simbolik yang ada dalam lakon-lakon wayang, melalui ilmu filsafat , semua aspek nilai-nilai kehidupan, baik yang berhubungan dengan bidang estetika, etika maupun metafisika, yang terkandung dalam lakon-lakon wayang itu akan dapat terkupas. Kendatipun tidak menutup kemungkinan bahwa wayang dapat juga dikaji melalui disiplin no filsafat.  Kajian metafisika merupakan salah satu kajian yang mampu mengungkapkan berbagai kandungan nilai filsafati di dalam ceritera pewayangan, termasuk di dalamnya adalah hakikat nilai moral dan budi pekerti. Sintesa-sintesa yang dilahirkan melalui kajian ini diharapkan dapat lebih mudah tersebar kepada masyarakat luas sehingga nilai-nilai yang ada di dalam lakon pewayangan ini lebih mudah dicerna dan berimplikasi pada kehidupan masyarakat secara berkesinambungan.

Judul                     : Jejak Sosio-Historis Penciptaan Dramatari Jawa

Penulis                 : R.M. Pramutomo

No. ISBN              : 978-602-73270-7-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 175

Diskripsi:

Penulisan buku Jejak Sosio-Historis Penciptaan Dramatari Jawa ini didorong oleh sebuah kebutuhan para mahasiswa bidang seni pertunjukan yang jarang memperoleh sumber informasi atau rujukan yang memenuhi pengkajian dramatari Jawa secara mendalam. Tentu saja kebutuhan itu adalah penting  dikarenakan jejak sosio historis dramatari Jawa merupakan sejenis kajian genre yang menjadi spesialisasi para pengkaji seni pertunjukan. Pengantar buku ini diilhami oleh sebuah pola status lokasi penciptaan dramatari yang muncul didalam jalur politik birokrasi Kraton Yogyakarta. Hal ini sudah diindikasikan dari kemunculan genre-genre dramatari di tiga lokasi penting yaitu: 1) Kraton Yogyakarta, tempat kelahiran dramatari Wayang Wong; 2) Kadipaten Anom, tempat kelahiran dramatari opera Jawa Langendriya maupun genre tari Golek Tunggal; dan 3) Kepatihan Danurejan, tempat kemunculan genre dramatari opera Jawa Langrn Mandra Wanara dan genre-genre “beksan kepatihan”, termasuk dramatari wayang topeng yang mendapatkan persemaiannya di lingungan Kepatihan.

Judul                     : Inovasi Artistik: Perjumpaan Lokal – Global

Penulis                 : Joe Peters, dkk.

No. ISBN              : 978-602-73270-5-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 225

Diskripsi:

Fokus kajian dalam Seminar Internasional ini mengarah pada persoalan-persoalan atas fenomenainovasi artistik. Di antaranya, bagaimana cara seniman lokal dalam mengoptimalkan potensi seni dan budayanya dalam rangka penciptaan inovasi artistik yang berkelanjutan, apa dampak inovasi artistik terhadap pemberdayaan masyarakat, bagaimanakah hubungan inovasi artistik terhadap pengetahuan dan kearifan masyarakat lokal, seperti apa respon masyarakat terhadap munculnya hibriditas dan homogenisasi dalam inovasi artistik, bagaimana peran inovasi artistik terhadap strategi pertahanan buday, usaha apa yang dilakukan untuk melindungi Hak Kekayaan Intelektual para penciptanya. Kiranya persoalan-persoalan tersebut menjadi bingkai dalam berseminar dan diharapkan hasil seminar ini dapat di desiminasikan sekaligus menjadi rekomendasi kepada pihak berwenang atau yang berkepentingan guna menentukan kebijakan di ranah inovasi artistik.

Judul                     : Mengeja Rupa Kota

Penulis                 : Sutanto Mendut, dkk.

No. ISBN              : 978-602-73270-4-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 86

Diskripsi:

Kota adalah panggung pertarungan kepentingan yang luar biasa menjajikan, baik itu di ranah politik praktis apalagi ekonomi. Maka tidak aneh kalau banyak yang berusaha menjadikan ruang publik kota sebagai komoditi. Demokratisasi dan kesempatan partisipasi publik dijadikan alasan untuk membenarkan kegiatan- kegiatan “kreatif” pengelolaan ruang-ruang publik kota ini tidak berorientasi publik. Tanpa rasa publik. Semuanya mementingkan diri dan kelompoknya meskipun dibalut dengan peristiwa-peristiwa publik, seperti misalnya berbagai peristiwa kesenian akbar, pemunculan bangunan-bangunan dan fasilitas publikyang seakan-akan mengedepankan identitas primordial budaya masyarakat kota (tradisionalisme), baliho-baliho iklan yang menyisipkan kesan visual seni tradisional dan sebagainya. Pemerintah kota dalam perspektif demokratisasi penataan dan pengelolaan ruang publik kota tentu hanyalah satu partisipan di antara berbagai komunitas/kelompok warga. Kalau mereka telah, selain mengagendakan dan mendukung berbagai peristiwa kesenian, memikirkan penataan infrastruktur kota lalu bagaimana dengan para praktisi dan intelektual seni yang bermukim di dalamnya?

Judul                     : Metodologi Penelitian Artistik (Buku Ajar)

Penulis                 : Guntur & Ranang A.S

No. ISBN              : 978-602-73270-3-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 111

Diskripsi:

Metodologi penelitian artistik merupakan metodologi yang masih relatif baru. Metodologi penelitian ini telah dirintis dan dikembangkan sejak tiga dekade terakhir di lingkungan perguruan tinggi seni di luar negeri. Secara khusus metodologi merupakan terobosan baru. Selama ini aktivitas penelitian ditumpukan pada paradigma penelitian ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial. Dua paradigma penelitian ini telah menjadi rujukan para sarjana baik di lingkungan perguruan tinggi maupun di lingkungan masyarakat umum. Bahkan tidak dapat disangkal bahwa dua paradigma penelitian tersebut juga menjadi acuan dalam pembelajaran dan aktivitas penelitian di lingkungan perguruan tinggi seni. Aktivitas penelitian para sarjana seni, mahasiswa seni, seniman, praktisi, profesional, penari, musisi, desainer, kriyawan, dan lain-lain dapat dipastikan tidak akan ke luar dari paradigma tersebut.

Judul                     : Estetika Nusantara (Buku Ajar)

Penulis                 : Dharsono (Sony Kartika)

No. ISBN              : 978-602-73270-2-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 100

Diskripsi:

Estetika Nusantara berorientasi pada ajaran fisafat mistika secara tersirat menjelaskan hubungan mikro-makro-metakosmos, sesuai sistem berpikir budaya mistis Indonesia. Pandangan tentang makrokosmos mendudukkan manusia sebagai bagian dari semesta. Manusia harus menyadari tempat dan kedudukannya dalam jagad raya ini. Pandangan tentang mikro-meta-makrokosmos, dalam konsep yang kemudian disebut ajaran Tribuana/Triloka, yakn: (1) alam niskala (alam yang tak tampak dan tak terindera), (2) alam sakala niskala (alam yang wadag dan tak wadag, yang terindera tetapi juga tak terindera, dan (3) alam sakala (alam wadag dunia ini). Pandangan masyarakat terhadap hubungan mikrokosmos dan makrokosmos, Jose dan Mariam Arguelles mengkaitkan dengan bentuk ritual pada konsep Mandala (mandala conceps) yaitu konsep hubungan interaksi yang kemudian membentuk satu kesatuan dan keseimbangan kosmos secara memusat (centering of life) Konsep “mandala” membentuk keseimbangan, keselarasan dan kesatuan dan masing-masing memberi kekuatan dan saling memberi energi secara sentral.

Judul                     : Wawasan Budaya Nusantara (Buku Ajar)

Penulis                 : Sri Hastanto

No. ISBN              : 978-602-8755-94-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 108

Diskripsi:

Buku ini tidak berpretensi untuk memberi materi keanekaragaman budaya Nusantara tetapi lebih bertujuan merangsang mahasiswa agar berminat memerluas cakrawala pandang mereka terhadap budaya Nusantara yang menjadi milik mereka dan milik kita bersama. Bila di dalam setiap unsur budaya yang dipaparkan didalam buku ini terdapat uraian berbagai macam artefak budaya, hal itu hanyalah sebagai contoh bagaimana seharusnya kita melihat budaya suku bangsa lewat artefak-artefak budayanya.

Judul                     : Lokalitas Narasi Visual Nusantara

Penulis                 : Damar Tri Afrianto, dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-90-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 132

Diskripsi:

Sebuah kenyataan bahwa lokalitas Nusantara kita memiliki dominasi visual sebagai media untuk menghidupkan ideologi-ideologi peradaban. Kekuatan visual mampu masuk di berbagai penjuru zaman untuk menandai setiap perubahan,nilai,dan kearifan gagasan. Hal inilah yang menjadi tantangan sebuah disiplin seni rupa, baik dari kalangan akedimisi maupun praktisi. Perumusan kembali tentang perspektif lokalitas tidak hanya memberi tekanan pada pelestarian, namun mendudukan yang lokal di ranah global menjadi sangan relevan saat ini. Dalam situasi lokal dan global itu, buku ini hendak menjelaskan secara mendalam tentang gagasan kearifan lokal yang mewujud dalam narasi-narasi visual. Berbagai kompleksitas permasalahan dan lokalitas yang bercerita melalui visual, dapat memberikan pemahaman awal untuk menghadapi kenyataan hari ini. Buku ini sengaja menyajikan pemaparan tentang tema-tema lokal yang melekat pada lurik, kawali ( senjata tradisional Bugis), Gorga (Ornamen Batak Toba), Gunungan Sekaten dan Relief Bubuksah Gagang Aking di Candi Penataran. Tema-tema tersebut kadang belum tersentuh baik ditingkatpermukaan maupun kedalaman. Pemilihan bentuk lokalitas tersebut, meskipun hanya mewakili sebagian dari banyaknya narasi visual yang berkembang di Nusantara, kami berharap menjadi sumbangsih sederhana atas keringnya khasanah kajian kesenirupaan.

Judul                     : Ki Manteb Soedharsono: Pemikiran dan Karya Pedalangannya

Penulis                 : Manteb Soedharsono, dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-99-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2015

Jumlah halaman: 177

Diskripsi:

Kompleksitas pembahasan dari buku ini setidaknya memberikan wawasan bagi kita mengenai liku-liku perjalanan seorang dalang menuju puncak popularitasnya. Bahkan kita dapat memetik pelajaran berharga dari seorang Manteb yang bermurah hati membeberkan konsep autokreasinya dalam mewujudkan pakeliran yang hidup dan berjiwa. Kita juga mendapatkan perspektif sangit dan garap pakeliran Ki Manteb Soedharsono yang dikupas tuntas oleh Sugeng Nugroho. Terakhir, bahwa paradigma kritik pedalangan Ki Manteb Soedharsono yang dikemukakan Bambang Murtiyoso memberikan peneguhan signifikan bagi pembangunan jagat pedalangan Indonesia.

Judul                     : Lokalitas Sastra Pertunjukan

Penulis                 : Sapardi Djoko Damono, dkk.

No. ISBN              : 978-602-73270-1-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2014

Jumlah halaman: 296

Diskripsi:

Lokalitas, di antara predikat wilayah berbatas dengan identitas budaya, merupakan isu yang tidak pernah kering. Di dalamnya tersimpan banyak sumber daya, kepemilikan, kesejarahan, memori, konsep, nilai, sekaligus wacana dan inspirasi dinamis. Prosiding ini merupakan hasil seminar yang menelaah lebih dalam tentang problematika, posisi, potensi, wacana, serta proyeksi lokalitas sastra pertunjukan.

Judul                     : Asean Community & Artistic Achievement

Penulis                 : Ramon Pagayon Santos, dkk.

No. ISBN              : 978-602-73270-0-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2014

Jumlah halaman: 220

Diskripsi:

Prosiding ini merupakan hasil seminar internasionalyang mampu membagi fokus pembicaraan menjadi dua. Sesi pertama memfokuskan pada konsep mengenai masyarakat bersama ASEAN dikaitkan dengan sirkulasi ide serta pembentukan we feeling untuk penguatan masyarakat ASEAN. Sesi kedua akan lebih banyak berbicara mengenai logika seni dalam sebuah proses penciptaan. Bangunan logika atau nalar yang digunakan dalam sebuah proses penciptaan tentu saja akan berbeda dengan nalar yang digunakan dalam sebuah proses kajian. Nalar imaginasi, nalar intuitif, serta nalar rasa akan coba cermati melalui perwujudannya dalam capaian artistik yang mengedepankan kearifan lokal sebagai sumber penciptaan.

Judul                     : Drama Sosial: Imajinasi Dalam Seni

Penulis                 : Santosa

No. ISBN              : 978-602-8755-95-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2014

Jumlah halaman: 278

Diskripsi:

Secara khusus penulis ingin menyampaikan beberapa tujuan penulisan buku ini. Pertama, memberikan pemahaman lebih luas tentang aspek-aspek kehidupan aktual manusia yang diwujudkan dalam seni. Hal ini dapat digunakan untuk melihat hubungan antara seni dengan kehidupan sosial. Kedua, sebagai buku yang menguraikan topik langka, buku ini bisa digunakan sebagai frame-of-reference tidak hanya bagi seniman dan masyarakat seni tetapi juga bagi masyarakat luas. Melalui pemahaman ini masyarakat seni dan masyarakat umum bisa mengetahui bagaimana seniman memikirkan kondisi sosial untuk kepentingan mereka – baik kepentingan kesenimanan maupun kepentingan sosial – di mana keduanya saling bersinggungan dan memberi inspirasi.

Judul                     : Perkembangan Gending-Gending Gaya Surakarta 1950-2000-an

Penulis                 : Rustopo

No. ISBN              : 978-602-8755-93-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2014

Jumlah halaman: 152

Diskripsi:

Buku ini merupakan rekonstruksi perkembangan garap gending-gending klenèngan gaya Surakarta yang berlangsung sejak tahun 1950-an hingga tahun 2000-an. Sebagai dasar untuk merekonstruksi adalah pertanyaan: (1) bagaimana perkembangan garap gending-gending klenèngan di Surakarta yang terjadi sejak 1950-an hingga kini (2000-an)?, dan (2) mengapa terjadi perkembangan garap yang sedemikian itu?. Kedua pertanyaan memerlukan pelacakan data, termasukdata yang lebih kuno dari tahun 1950-an, untuk mendeskripsi perkembangan garap gending-gending klenèngan di Surakarta yang terjadi selama kurun waktu 1950-2000-an. Lebih dari itu, untuk menjelaskan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap terciptanya perkembangan garap tersebut.

Judul                     : Karya Seni Rupa Wayang Beber: Berbahan Kertas Koran Bekas

Penulis                 : Much.Sofwan Zarkasi, M.Sn., dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-97-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2014

Jumlah halaman: 35

Diskripsi:

Buku ini menginformasikan tentang cara pembuatan karya seni rupa wayang beber dari bahan kertas koran, sebagai sebuah pengembangan kreatifitas terkait dengan penciptaan produk kerajinan sebagai souvenir yang dibuat dari bahan kertas koran. Karya seni rupa wayang beber kertas koran ini berbeda dengan gambar wayang beber yang sudah ada. Gambar wayang beber yang sudah ada biasanya dibuat dengan menggunakan pewarna alam maupun pewarna pabrikan atau cat. Teknik yang digunakan pada pembuatan gambar wayang beber biasanya adalah teknik sungging, yaitu teknik yang digunakan dalam seni rupa tradisional. Tutorial cara pembuatan karya seni rupa wayang beber dari kertas koran ini menginformasikan tentang bagaimana cara membuat karya seni rupa wayang beber kertas koran yang antara lain menginformasikan alat bahan dan teknik yang diterapkan serta pertahapan proses pembuatan karya seni rupa wayang beber kertas koran.

Judul                     : Mengenal Lebih Dekat dengan Wayang Gedog

Penulis                 : Damar Tri A

No. ISBN              : 978-602-8755-96-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2014

Jumlah halaman: 123

Diskripsi:

Wayang gedog dalam realitasnya terkadang masih terpinggirkan. Menelisik jejak dan perkembangannya saat ini terasa masih relevan untuk menggali nilai-nilai tuntunan dan kearifan lokal didalamnya. Konservasi terhadap wayang gedog melalui buku ini diharapkan mampu memasyarakatkan kembali seni yang berasal dari masyarakat pula. Apa yang telah dilakukan Bambang Suwarno sebagai dalang sekaligus kreator wayang menjadi bukti perkembangan wayang gedog telah diangkat kembali dalam dinamika kesenian saat ini. Buku ini menguraikan secara sederhana tentang wayang gedog melalui proses kreatif yang telah dilakukan oleh Bambang Suwarno sebagai Kreator Wayang. Melalui pendekatan pada kesenirupaan dalam wayang, pemahaman tentang metode teknis, proses kreatif, sejarah, dan perkembangannya dapat tersampaikan dengan sistematis.

Judul                     : Revitalisasi dan Inovasi Wayang Gedog

Penulis                 : Sunardi, dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-92-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2014

Jumlah halaman: 186

Diskripsi:                

Buku ini memberikan gambaran betapa pentingnya menyusun model sebagai strategi pelestarian dan pengembangan seni pertunjukan wayang gedog yang dapat dikategorikan sebagai wayang langka. Wayang gedog yang sesungguhnya memiliki kekhususan pada segi artistik dan estetikanya serta dapat memperkaya khazanah kesenian tradisional di Indonesia dikhawatirkan akan mengalami kepunahan. Oleh karena itu, perlu adanya revitalisasi dan inovasi wayang gedog, baik dengan penggalian sumber tertulis ataupun tradisi lisan, maupun perancangan pertunjukan wayang gedog dengan nuansa baru.

Judul                     : Prosiding Seminar Nasional: Sakralisasi dalam Budaya Nusantara

Penulis                 : I Made Suastika, dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-91-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2014

Jumlah halaman: 186

Diskripsi:

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai ragam budaya dengan tingkatan dan perkembangan yang berbeda-beda. Budaya selalu mengalami perubahan yang sangat tergantung dari dinamika masyarakat pendukungnya. Istilah “sakral” tidak bisa dilepaskan dengan produk budaya yang hidup dan berkembang di Nusantara yang kita cintai. Sakral diyakini ada nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Dengan arus globalisasi, fenomena sakral agaknya telah mengalami pergeseran yang disebabkan oleh pandangan dan berbagai kepentingan. Smentara posisi “sakral” di dalam budaya Nusantara sangat strategis sebagai benteng budaya untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kokoh. Dengan fenomena tersebut, Sekolah Tinggi Hindu Dharma (STHD) Klaten Jawa Tengah memandang perlu untuk memformulasikan pemahaman sakral sebagai dasar atau landasan pelestarian budaya bangsa. Menyadari pesatnya perkembangan atau dinamika sosial dan budaya akhir-akhir ini, memandang penting dilakukannya Seminar Nasional dengan tema “Sakralisasi Dalam Budaya Nusantara”.

Judul                     : Batik Rakyat eks Karesidenan Surakarta Tradisi dan Pengembangannya

Penulis                 : Dr.Sugeng Nugroho, S.Kar., M.Sn, dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-89-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2014

Jumlah halaman: 52

Diskripsi:

Batik Jawa mempunyai motif yang berbeda-beda. Perbedaan motif biasa terjadi karena motif-motif itu mempunyai makna; bukan hanya sebuah gambar melainkan mengandung makna yang didapat dari para leluhur mereka. Demikian juga bentuk tokoh-tokoh wayang kulit purwa di Jawa yang ekspresif dekoratif, tidak sekedar mengandung nilai-nilai estetis yang adi luhung, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis. Oleh karena itu, desain wayang yang diterapkan dalam berbagai motif batik pada buku ini tidak sembarang tokoh wayang, tetapi dipilihkan tokoh-tokoh wayang yang pantas menjadi suri teladan masyarakat. Juga penggambaran tokoh-tokoh wayang dalam motif batik ini tidak berupa tokoh mandiri yang terlepas dari kontens cerita, tetapi tokoh-tokoh wayang yang tampil dalam cerita tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa karakter tokoh-tokoh wayang tidak bersifat ‘hitam-putih’, tetapi bersifat ‘kontekstual’, yakni bergantung pada konteks ceritanya.

Judul                     : The Performance of Classical Javanese Shadow Puppet Theatre from Rite to Market

Penulis                 : T.Slamet Suparno

No. ISBN              : 978-602-8755-88-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2014

Jumlah halaman: 190

Diskripsi:

This book is a translation of the original book entitled Pakeliran Wayang Purwa: dari Ritus sampai Pasar (The Performance of Classical Javanese Shadow Puppet Theatre: from Riteto Market) which was first published in 2009 and republished in 2011, both versions in Indonesian. The second edition includes one additional chapter on the subject of Abridged Performances of Javanese Shadow Puppet Theatre which is not found in the original version. It also includes an additional section with the outline of the stories presented in the abridged performances as told by the puppet masters, or dalang, who gave the performances in 2010. It is hoped that this English version of the book will enable people without an understanding of the Indonesian language to have access to the information contained in this book. The book is a different version of one part of the dissertation that I submitted to the Social Studies Program in the Postgraduate Department of Airlangga University in 2006. The field research which formed the basis of my dissertation was carried out in the cultural region of Surakarta between 2000 and 2005. The reason for this was this was that the main focus of my study was the performance of Surakarta style classical Javanese shadow puppet theatre, or wayang kulit purwa. Therefore, I would like to express my deep appreciation to all the dalang, and their families, whom I studied and observed throughout the period of my research. They include Ki Warseno, from Wonogiri; the late Ki Tristuti Rahmadi Suryosaputro, from Surakarta; Ki Manteb Soedharsono, from Karanganyar; Ki Anom Suroto, from Surakarta; Ki Purbo Asmoro, from Surakarta; Ki Sayoko, from Klaten; Ki Susilo (Tengkleng), from Boyolali; and the family of Ki Nartosabdo, from Semarang.

Judul                     : Kriya Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta

Penulis                 : Agus Ahmadi

No. ISBN              : 978-602-8755-85-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2014

Jumlah halaman: 266

Diskripsi:

Wayang kulit purwa di Jawa merupakan salah satu budaya tradisional yang telah banyak dikenal masyarakat luas baik pada tingkat lokal, nasional maupun internasional sebagai karya seni rupa dan seni pertunjukan, namun demikian penelitian dan penulisan mengenai seni rupa wayang tidak sebanyak mengenai wayang sebagai seni sastra maupun seni pedalangan. Dengan demikian penulisan buku tentang: “Kriya Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta, Identifikasi Pola, Aneka Tatahan, dan Sunggingannya”, diharapkan dapat menambah, memperluas ataupun memperjelas pengetahuan tentang pola, tatahan dan sunggingannya, selain itu juga diharapkan dapat menambah perbendaharaan pengetahuan seni rupa wayang.

Judul                     : Pengantar Koreografi

Penulis                 : Sri Rochana  Widyastutiningrum, dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-83-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2014

Jumlah halaman: 126

Diskripsi:

Buku ini merupakan salah satu acuan yang akan mengulas dan memberikan petunjuk secara praktis, apa dan bagaimana proses koreografi dilakukan. Diawali dari pengertian secara umum tentang koreografi, yang dilengkapi dengan menggenal beberapa koreografer Indonesia. Penjelasan secara mendasar sebuah proses koreografi, baik konsep “isi” maupun konsep “bentuk” dijabarkan secara gamblang, sehingga pembaca bisa dengan mudah untuk menggunakan sebagai pijakan dalam laku koreografi. Proses koreografi merupakan sesuatu kerja yang rumit, karena akan mengorganisasi dari berbagai medium. Mulai dari menentukan tema, proses pemilihan gerak, musik, alur, garapan, busana, setting, lampu, keruangan, sampai pada mengekspresikan dalam wujud karya. Tahapan dalam buku ini akan menuntun langkah-langkah untuk memahami dan memecahkan kerumitan dalam koreografi. Uraian tentang contoh-contoh proses koreografi dalam buku ini, lebih jelas dan menarik karena diaplikasikan dari pengalaman langsung penulis yang cukup lama bergelut dibidangnya.

Judul                     : Suryati Pesindhen Banyumas

Penulis                 : Muriah Budiarti

No. ISBN              : 978-602-8755-43-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2014

Jumlah halaman: 119

Diskripsi:

Keunggulan buku ini terletak pada hubungan antara penulis dengan Nyi Suryati, pesinden ternama di Banyumas saat itu. Muriah, yang terlahir sebagai pesinden gaya Banyumas itu,mengagumi suara Nyi Suryati sejak kecil karena gaya sindenannya bisa mewakili gaya Banyumas yang sebenarnya. Menurut dia Suryati adalah pesinden mumpuni yang tidak mudah dicari tandingannya. Dalam klenengan, misalnya, karena kepiawaiannya, Muriah mengagumi keanggunan gaya sindenan Nyi Suryati, sedangkan di pewayangan ia menyanjung gaya Suryati karena dianggap dapat  menghidupkan pertunjukan wayang dari dalang-dalang Banyumas. Bagi penulis Suryati adalah pesinden berbakat dan menjadi idolanya dan bahkan sebagai pesinden yang mempunyai ciri paling khas Banyumas. Sebagai pengagum Nyi Suryati, Muriah telah mencoba mengikuti gaya dan cengkok khususnya itu.

Judul                     : Seni Ragam Hias Motif Millenium

Penulis                 : Drs. Besari

No. ISBN              : 978-602-8755-98-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman: 249

Diskripsi:

Seni ragam hias sudah ada sejak manusia jaman purba, antara lain mengenai hiasan atau untaian permata, gelang yang dihiasi manik-manik, pakaian dari kulit pohon, kulit binatang seperti kulit sapi, kulit kambing, kulit kerbau bahkan kulit harimau atau singa. Relief gambar daun lontar, wayang beber, relief-relief di candi, kain tenun dan sebagainya. Dari hal tersebut di atas yang menjadi bahan inspirasi penulis untuk menulis atau menyusun buku seni ragam hias motif millenium.

Judul                     : Tipografi: Sejarah, Karakter, Kaidah, dan Proses Penciptaan Huruf

Penulis                 : Taufik Murtono

No. ISBN              : 978-602-8755-86-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman: 180

Diskripsi:             

Betapa pentingnya mempelajari karakter huruf (typeface) dan tipografi (typography) bagi pelaku desain komunikasi visual. Karakter huruf mampu menjadi sarana mengungkapkan gagasan, menyampaikan makna, dan membangun pemahaman khalayak. Karakter huruf oleh banyak kalangan bahkan dianggap sebagai lingua franca bagi desain komunikasi visual, karena karakter huruf mampu menjadi pengantar ekspresi yang dipahami oleh pemakai dan pembacanya secara universal. Oleh karenanya Karakter huruf adalah salah satu elemen desain komunikasi visual yang harus dikuasai yang terangkum dalam tipografi, ilmu yang mempelajari penciptaan dan penggunaan karakter huruf. Buku Tipografi: Sejarah, karakter, kaidah, dan proses penciptaan dan proses penciptaan huruf ini berbeda dengan beberapa buku tipografi yang telah terbit karena dilengkapi dengan proses penciptaan yang ditulis berlandaskan penelitian kekaryaan bidang tipografi. Penelitian yang dimaksud telah mengahasilkan jenis-jenis huruf baru berdasarkan karakter aksara Nusantara seperti aksara Palawa, Kawi, Hanacaraka, Batak, Rejang, dan Bugis. Buku ini berguna bagi mahasiswa dan praktisi desain komunikasi visual sebagai sarana pengetahuan mengenai sejarah, karakter, kaidah-kaidah penyusunan, dan proses penciptaan huruf.

Judul                     : Nuksma dan Mungguh: Konsep Dasar Estetika Pertunjukan Wayang

Penulis                 : Sunardi

No. ISBN              : 978-602-8755-84-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman: 490

Diskripsi:

Buku ini mengupas konsep dasar estetika pertunjukan wayang yang dinamakan nuksma dan mungguh. Di sini, nuksma dan mungguh diartikan sebagai ketepatan dan kesesuaian dalam menjiwakan pertunjukan wayang. Elemen pembentuk konsep nuksma dan mungguh, adalah medium, ekspresi, ketepatan dan kesesuaian, serta daya batiniah dalang. Nuksma dan mungguh pada diri dalang dapat ditempuh melalui ketrampilan teknik, garap, dan ekspresi. Perwujudan nuksma dan mungguh dalam pertunjukan wayang dapat dijelaskan melalui ketepatan dan kesesuaian ekspresi garap catur (bahasa pedalangan), sabet (gerak wayang), dan karawitan pakeliran yang menghasilakan kesan rasa regu, greget, prenes; dan sedhih. Nuksma dan mungguh menjadi dasar penjiwaan pertunjukan wayang dan petunjuk kualitas dalang, menjadi acuan penilaian pertunjukan wayang dan memberikan stimulan terjadinya katarsis bagi penonton, serta terkait dengan konsep nyawiji dan kemungguhan dalam pandangan budaya Jawa. Ini artinya bahwa nuksma dan mungguh menjadi orientasi estetik dalam pertunjukan wayang.

Judul                     : Canang Sari Kumpulan Makalah 1977-2013

Penulis                 : Pande Made Sukerta

No. ISBN              : 978-602-8755-82-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman: 453

Diskripsi:

Dalam persembahyangan Agama Hindhu di Bali, canang sari merupakan salah satu bentuk sesaji yang ukurannya terkecil namun inti, karena setiap bebantenan (sesaji) selalu berisi atau menggunakan canang sari. Canang sari selain merupakan bagian dari bentuk sesaji yang lain, juga dapat digunakan secara mandiri (tidak merupakan bagian dari sesaji) untuk sarana permohonan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi. Dalam canang sari terdapat berbagai macam komponen, yaitu daun janur,peporosan, pisang (seiris), tebu (seiris), boreh miik, kekiping, beraneka warna bunga yang masing-masing mempunyai makana dan symbol yang penataannya diatur sesuai dengan etika dan tattwa.

Judul                     : KREASI MOTIF BATIK KHAS MOJOKERTO

Penulis                 : Dr.Guntur, M.Hum, dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-80-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman: 110

Diskripsi:

Di antara berbagai jenis kerajian yang ada, batik merupakan salah satu yang saat ini mulai mendapat perhatian, baik oleh kalangan pengrajin, pengusaha, pemerintah, dan konsumen. Pada satu sisi, para pengrajin, pengusaha, dan pemerintah berupaya untuk memformulasikan identitas atau karakteristik batik Mojokerto. Pada sisi lain, konsumen juga berusaha mencari kebaruan atau keunikan batik. Dunia batik Indonesia seolah terpolarisasi ke dalam dua belahan, yakni batik istana dan batik rakyat atau batik pedalaman dan batik pesisiran. Batik Mojokerto yang motif-motifnya bersumber dari artefak peninggalan Majapahit memiliki posisi pembeda diantara polaritas itu.

Judul                     : Kujang 

Penulis                 : Basuki Teguh Yuwono

No. ISBN              : 978-602-8755-76-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman:271

Deskripsi:

Kujang merupakan pusaka hasil karya cipta budaya yang khas dari masyarakat Sunda. Kujang lahir dari konsep kesuburan atas interpretasi masyarakat peladang (mahuma) dan petani sebagai perwujudan dari rasa syukur kepada Tuhan YME atas berkah hasil perladangan dan pertanian yang berlimpah. Kujang merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur ajaran falsafah dan filsafat Sunda, sehingga turut membentuk identitas dan karakter masyarakat Sunda. Kujang dari aspek fungsi, merupakan sebuah peralatan yang multifungsional , kujang dapat digunakan untuk menyayat, menggergaji , megiris , mengkapak, menebas,dan lain sebagainya. Dari aspek falsafah dan filsafat, tiap-tiap bentuk (dhapur), tipa-tiap babakan (bagian-bagian), tiap-tiap material yang digunakan untuk membuat kujang mengandung nilai-nilai ajaran hidup yang demikian mendalam bagi masyarakat Sunda. Dari aspek keindahan, kujang senantiasa dikemas sedemikian rupa menjadi benda karya budaya yang unik, menarik dan indah. Dari aspek mistis, kujang dipercaya memiliki kekuatan daya-daya ilahi yang dapat melindungi pemiliknya. Kujang dipercaya sebuah karya budaya yang mengandung magiprotektif (penolak bala), magi destriktif (mencelakai musuh), magi produktif (kesuburan), magi simpatetik (penyatuan atau perkawinan kosmis) dan magi pronoktif (ramalan). Kujang lahir dari karya cipta seorang guru Teupa dan dibuat dengan teknologi metalurgi tinggi, dengan proses yang rumit dan pelaku spiritual yang mendalam. Kujang lahir sebagai karya cipta budaya atas kristalisasi harapan dan cita-cita untuk mencapai hidup yang sempurna. Buku ini mencoba menguak karya cipta budaya Sunda dari aspek sejarah kelahiran kujang, teknologi, fungsi dan perannya dalam masyarakat Sunda, aspek fisual, dsb. Berbagai nilai-nilai kujang yang sementara ini terputus dan tak lagi di kenal coba dibahas dalam buku ini secara cukup mendetail.

Judul                     : Kajian Sosiopragmatik Tindak Tutur Adegan Limbukan

Penulis                 : Dr. Suratno ,S.Kar. ,M.Mus

No. ISBN              : 978-602-8755-75-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman: 906

Deskripsi:

Kajian pragmatik dulu dianggap sebagai keranjang sampah , sekarang sudah mulai mendapat pengakuan dan merupakan bidang kajian yang mandiri disamping kajian linguistik yang lain misalnya, sosiolinguistik dan semantik. Kajian ini membahas tokoh punakawan wanita (adegan limbukan) pada pendudukan wayang khususnya dari sisi kajian sosiopragmatik . kajian ini dirancang untuk mencari gambaran tentang perilaku tokoh dalam mengungkap jenis-jenis tindak tutur , tindak tutur yang mendominasi, mengapa terjadi dominasi, bagaimanakah strategi bertutur, serta bagaimanakah makna implikatur dan daya pragmatiknya.

Judul                     : Sanggit Catur Nartasabda & Manteb Sudharsono dalam Lakon Kresna Duta

Penulis                 : Mardjono

No. ISBN              : 978-602-8755-74-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman: 372

Diskripsi:

Dalam deskripsinya, buku ini menelaah Sanggit Catur dialog Matswapati, Kresna dan Puntadewa pada adegan di negara (jejer) Wiratha; Sanggit Catur dialog duryudana, Bhisma, Salya, Durna, Sengkuni dan Karna pada adegan negara ngastina; Sanggit Catur dialog Kresna dengan Duryudana pada adegan Negara Ngastina dan Sanggit Catur dialog Kresna dengan Karna, Karna dengan Kunti dan Kresna dengan Kunti pada adegan panggombakan. Kemudian pada bagian akhir, ditampilkan aspek dramatignya karna wayang menyajikan lakon (cerita) dan faktor pendukung keberhasilan keseniman dalang .

Judul                     : Mabarung Seni Pertunjukan di Daerah Bali

Penulis                 : I Nyoman Chaya

No. ISBN              : 978-602-8755-72-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman: 180

Deskripsi :

Mabarung atau tampil bersama dalam suasana bertanding di bidang seni pertunjukan adalah salah satu aktivitas budaya yang amat bergengsi dikalangan masyarakat Bali. Selain mampu menarik perhatian orang banyak, mabarung juga bisa dengan cepat membangun rasa solidaritas kelompok atau daerah pada warga masyarakat setempat. Hingga dewasa ini masyarakat Bali pada umumnya masih mengasosiasikan mabarung hanya dengan satu jenis kesenian, yaitu Gong Kebyar. Tidak seidikit yang bahkan mengidentikkan mabarung dengan gong kebyar. Hal ini menunjukan adanya pemahaman masyarakat, terutama para pecinta seni budaya bali, yang kurang utuh aktivitas mabarung. Kendatipun kini, mabarung telah menjadi  sebuah yang terkait dengan kesenian, namun pada awalnya mabarung merupakan sebuah peristiwa sosial, spiritual, dan sekaligus kultural yang berurat serta berakar dalam tradisi budaya Bali.

Judul                     : Payung Keraton

Penulis                 : R. Adi Prabowo

No. ISBN              : 978-602-8755-71-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman: 192

Deskripsi :

Payung yang dikenal secara umum sebagai alat pelindung dari kondisi cuaca alam, dilingkungan Keraton Surakarta menunjukan sebuah tanda dan simbol yang disusun secara hierarkis. Tatana sebuah tanda dimaksudkan sebagai penunjuk status sosial dilingkungan kerabat dan pejabat keraton, sedangkan dalam tatanan simbol dimaksudkan sebagai ajaran nilai hidup dan perilaku manusia. Dasar penciptaan payung keraton juga memuat esensi perlindungan dari Dzat Yang Maha Tinggi, yang di implementasikan dalam tuntunan penyembahan dann penghormatan. Eksistensi sebuah warisan budaya tradisi dilingkungan Keraton Surakarta diwujudkan pada penyelenggaraan ritual upacara keagamaan. Dalam ritual tersebut, payung memiliki kedudukan yang penting yaitu selain sebagai tanda dan simbol seperti tersebut diatas, juga memiliki maksud sebagai media pengakuan kekuasaan seorang raja.

Judul                     : Pengetahuan Tari

Penulis                 : Dr. Sutarno Haryono, S.Kar., M.Hum.

No. ISBN              : 978-602-8755-68-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman: 128

Deskripsi :

Pengetahuan Tari merupakan dasar dari kaidah-kaidah yang berhubungan dengan tari baik dari konsep kesejarahan, konsep dasar, kekaryaan, pelaku (penyaji), pengamat atau seoranag kritikus, serta fungsi tari dalaml kehidupan masyarakat. Selain itu dapat diamati bahwa tari mengandung dua komponen yang tidak terpisahkan yaitu komponen verbal dan komponen non verbal. Berbagai macam item tersebut, penulis mencoba mendiskripsikannya dengan mengacu dari berbagai data yang di dapatkan. Selanjutnya lebih jauh dapat dikembangkan secara luas dengan melihat situasi dan kondisi kehidupan yang lebih mendalami makna. Dari berbagai kehidupan tari dewasa ini ditinjau dari koreografinya mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat pesat dengan dasar mengikuti perkembangan jaman. Perkembangan jaman ditandai dengan keinginan manusia itu sendiri dan  memanfaatkan teknologi modern sebagai media karya seni yang melengkapi.

Judul                     : Indonesian Kris

Penulis                 : Padepokan Brojobuwono

No. ISBN              : 978-602-8755-67-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman: 54

Diskripsi:

Kris is one of the masterpieces of Indonesian cultural heretage, wich has been well preserved for centuries. From all the evidance found on ancient manuscripts and reliefs on temples, it is believed that Kris has been made as early as 7th century. For most Indonesians, Kris is not regarded as a mere object, in stead it is being worshaped as an heirloom with no visual aspects. Every part of Kris, from the main part to the smallest part is made with the intention of as a metaphor for life phylosophical values to the owners. Therefore, the Kris is always present in many life activities and is well passed down on from generation to generation. Due to this fact Kris has earned a prestigeous awarded by UNESCO in 2005.

Judul                     : Sandosa Sokrasana, Sang Manusia

Penulis                 : E.R. Elis Noviati. M

No. ISBN              : 978-602-8755-66-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman: 296

Deskripsi :

Sandosa Sokrasana Sang Manusia merupakan wacana yang memperlihatkan kepaduan bentuk dan keserasian maksna. Kepaduan bentuk wacana naskah lakon tersebut didukung oleh aspek gramatikal, yaitu pengacuan, penyulihan, pelepasan, dan perangkaian.

Judul                     : Perkembangan Bentuk dan Fungsinya(Loroblonyo)

Penulis                 : Ersnathan Budi Prasetyo

No. ISBN              : 978-602-8755-65-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman: 134

Deskripsi :

Patung loroblonyo merupakan simbol sepasang lelaki dan permpuan, manifestasi bentuk tak terindra dari terindra, yang mereprentasikan Dewi Sri dan Sadana. Patung yang disakralkan tersebut dalam pemahaman mistik Jawa diyakini sebagai simbolisme figur pasangan cikal bakal orang Jawa. Patung loroblonyo adalah produk atau hasil kebudayaan ningrat (bangsawan) sehingga masyarakat Jawa pedesaan yang tidak mampu memilikinya telah mentransformasi patung loroblonyo menjadi manten pari, alulumpang, ani-ani arit. Perkembangan selanjutnya patung loroblonyo telah mengalami pergeseran bentuk dan fungsi dari sakral menjadi profan. Dalam konteks reproduksi budaya, patung loroblonyo telah terkomodivikasi menjadi produk massal atau budaya masa dengan bentuk aplikasi dalam kaos oblong, cindramata, dan elemen estetis interior yang merubah funsinya menjadi seni profan.

Judul                     : Gathutkaca di Panggung Soekarno

Penulis                 : Rusini

No. ISBN              : 979-8217-13-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2013

Jumlah halaman: 176

Deskripsi:

Disajikannya buku ini selain untuk menambah perbendaharaan buku bacaan, juga memberikan informasi tentang Sriwedari terutama kedudukan Wayang Orang Sriwedari bagi kota Surakarta. Penulis merasa yakin bahwa sekarang ini banyak masyarakat yang kurang atau bahkan tidak mengetahui tentang Wayang Orang Sriwedari, terutama para generasi muda. Keberadaan Wayang Orang Sriwedari di Surakarta tidak bisa lepas dari pendukungnya, terutama para senimannya. Untuk itu penulis memilih salah satu seniman wayang orang yang dipandang memiliki andil yang cukup besar dalam kehidupan pertunjukan wayang orang. Seniman tersebut adalah Rusman, dan dalam buku ini disajikan segala seluk beluk yang melatar belakangi kehidupan Rusman sebagai seniman wayang orang.

Judul                     : Lakon Banjaran Tabir Dan Liku-Likunya wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta

Penulis                 : Dr.Sugeng Nugroho, S.Kar., M.Sn

No. ISBN              : 978-602-8755-87-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 488

Diskripsi:             

Lakon banjaran merupakan salah satu bentuk sajian lakon wayang kulit purwa yang relatif baru keberadaannya di jagad wayang serta tidak disajikan oleh setiap dalang. Keberadaannya dalam pertunjukan wayang kulit tidak terlepas dari ketokohan Nartasabda sebagai dalang yang superkreatif dan berani melepaskan “belenggu-belenggu pedalangan” yang oleh kalangan masyarakat pecinta wayang disebut pakem. Jejak Nartasabda tersebut ternyata diikuti oleh Anom Soeroto yang selama ini dikenal sebagai dalang yang berpegang teguh pada pakem pedalangan (Jawa: ngugemi pakem); meskipun ditangan Anom Soeroto bentuk sajian lakon banjaran tidak mengalami pekembangan signifikan. Perkembangan sanggit dan garap lakon banjaran secara signifikan baru terjadi pada pakeliran Manteb Soedharsono dan Purbo Asmoro. Bahkan dalam pakeliran Purbo Asmoro lakon banjaran sangat sering disajikan pada berbagai kesempatan.

Judul                     : Rekonstruksi Tari Bedhaya Dirada Meta

Penulis                 : Nur Rokhim

No. ISBN              : 978-602-8755-81-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 148

Diskripsi:

Tari Bedhaya Dirada Meta pada awalnya diciptaka oleh Mangkunegaran I sebagai monumen perjuangan di hutan Sitakepyak yang terjadi pada hari Senin Pahing 17 Sura tahun Wawu 1687 J/1756 M. Setelah Mangkunegaran I wafat tari ini sudah tidak dipentaskan lagi, sehingga bentuk dan teknik yang lama sudah tidak nampak sekali. Pada tanggal 14 Nopember 2006 muncul sebuah gagasan untuk merekonstruksi tari Bedhaya Dirada Meta. Makna tari Bedhaya Dirada Meta sangat erat hubungannya dengan filosofi perjuangan Mangkunegaran I yang mengedepankan konsep ajaran Islam (sufistik). Disamping itu konsep jumlah penari tujuh terkait dengan peristiwa yang dialami oleh Mangkunegaran I ketika berjuang melawan Belanda. Rekonstruksi tari Bedhaya Dirada Meta adalah upaya menyusun kembali tari yang telah hilang ke dalam bentuk “baru”, berpijak pada sumber informasi yang ada dengan mengedepankan proses yang berlandaskan kepda interprestasi, imajinasi dan konvensi.

Judul                     : Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Model Disiplin Seni

Penulis                 : Sardono W. Kusumo, dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-79-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 209

Diskripsi:

Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Mengembangkan Disiplin Penciptaan dan Pengkajian Seni”. Seminar ini mempertemukan para kreator, seniman, budayawan dan akademisi seni Indonesia untuk berdialog dan membahas kembali posisi disiplin seni, serta merumuskan model disiplin seniyang logis dan sistematis. Kegiatan ini bertujuan merumuskan model-model disiplin seni serta mengokohkan arah dan tujuan program disiplin penciptaan dan pengkajian seni, yang tidak hanya akan digunakan sebagai dasar penyelenggaraan pendidikan pascasarjana di ISI Surakarta, tetapi juga di Institusi seni yang lain di seluruh Indonesia.

Judul                     : Sejarah Kebudayaan Indonesia I

Penulis                 : Rustopo

No. ISBN              : 978-602-8755-78-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 277

Diskripsi:

Di zaman global yang ditandai dengan universalisasi nilai-nilai, peranan sejarah kebudayaan kepada bangsa agar perencanaan masa depan tetap berpijak pada jati diri bangsa, adalah suatu keharusan. Mahasiswa adalah calon-calon pemimpin bangsa. Oleh karena itu belajar dan memahami secara luas dan mendalam sejarah kebudayaanya sendiri adalah suatu keharusan. Mempelajari sejarah kebudayaan itu bukan untuk dihafal, melainkan diresapi dan dihayati.

Judul                     : Revitalisasi Tari Gaya Surakarta

Penulis                 : Sri Rochana Widyastutieningrum

No. ISBN              : 978-602-8755-77-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 147

Diskripsi:

Revitalisasi Tari Gaya Surakarta menjadi judul yang dipilih untuk buku ini dengan pertimbangan bahwa isi buku ini pada dasarnya membahas tari gaya Surakarta yang terkait dengan kegiatan revitalisasi. Revitalisasi Tari itu dilakukan oleh para seniman untuk dapat mewadahi kreatifitasnya. Di samping itu, revitalisasi di lakukan untuk mengembangkan tari gaya Surakarta agar sesuai dengan kebutuhan ungkap zaman dan kemantapan rasa masyarakat pendukungnya. Pendukung seni tari pada setiap zaman akan merevitalisasi tari yang di gelutinya sesuai dengan kebutuhan ungkap dan rasa estetikanya.

Judul                     : Batik Djawa Hokokai

Penulis                 : Muhammad Arif Jati Purnomo

No. ISBN              : 978-602-8755-73-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 168

Diskripsi :

Batik “Djawa Hokokai” adalah salah satu produk seni atau produk budaya yang muncul di Pekalongan pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia. Keberadaan batik tersebut muncul dan berkembang seiring dengan organisasi propaganda bentukan pemerintah Jepang di Indonesia rentang pertengahan tahun 1944 hingga tahun 1945. Sebagai media politik dan propaganda pemerintah, batik Djawa Hokokai secara visual memasukkan unsur-unsur motif budaya lokal seperti kawung, parang dan ceplok sebagai latar belakangnya , sedang unsur budaya Jepang divisualkan dalam ragam hias kupu-kupu, bunga sakura, bunga krisant, serta burung merak pada latar depannya dengan tata warna yang sangat indah, rumit dan semarak. Hal tersebut secara simbolis menyiratkan adanya upaya memunculkan superioritas budaya Jepang dibanding dengan budaya lokal, dalam arti dominasi budaya Jepang lebih tinggi dari budaya lokal.  Wujud visual batik ini dapat dikenali dari perpaduan yang sangat indah dan harmonis dari sejumlah motif berbentuk geometris dan non-geometris yang disusun sedemikian rupa dengan penataan dua pola yang berbeda dalam satu kain. Sistim penataan pola seperti ini biasa disebut dengan wastra atau pola “pagi-sore” . Pola seperti ini merupakan pola penataan pada pembuatan batik pada kain panjang yang dapat di fungsikan untuk dua kesempatan pemakaiannya itu pagi hari dan sore hari. Sisi kain yang berlatar gelap biasa dikenakan pada sore atau malam hari, sedang untuk yang bersisi terang di pakai untuk pagi atau siang hari.

Judul                     : Kajian Musik Nusantara-2

Penulis                 : Sri Hastanto

No. ISBN              : 978-602-8755-70-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 184

Deskripsi :

Buku Kajian Musik Nusantara-32 fokus kepada permasalahan sistem pelarasan. Perlu diketahui bahwa mengapa dengan serta merta kita dapat membedakan musik bangsa-bangsa,ini musik China,itu musik India, ini musik Timur Tengah, dan sebagainya, salah satu unsur penentunya adalah pelarasannya, sehingga dalam mempelajari Musik Nusantara pelarasan mempunyai peranan yang sangat vital. Karena pelarasan Musik Nusantara akhirnya juga ikut menentukan bagaimana kita dapat mengenal berbagai musik suku bangsa di Nusantara secara lebih dekat.

Judul                     : Kajian Tari Nusantara

Penulis                 : Nanik Sri Prihatini, Dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-69-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 104

Deskripsi :

Upaya untuk mengkaji dan menelusuri sejumlah kehidupan tari-tarian tertentu sering pula menghadapi kisaran problematik yang sama. Tak jarang pula segumpal hambatan justru berasal dari para pengkaji itu sendiri, yang sering belum mempunyai seperangkat bekal ataupun secuil piranti da pengalaman yang cukup. Belum lagi jika ruang lingkup kajian harus melibatkan elemen material pendukung yang sangat terbatas seperti biaya yang sangat minim, ikut pula melibatkan tersendatnya usaha penelaahan tersebut.

Judul                     : Prosiding Seminar Nasional Perguruan Tinggi Seni Dalam Era Ekonomi Kreatif

Penulis                 : Dhian Lestari, dkk.

No. ISBN              : 978-602-8755-59-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 152

Deskripsi:

Ekonomi kreatif menjadi sektor ekonomi dunia dan perdagangan Internasional yang paling dinamis dan membangkitkan pendapatan, pekerjaan, ekspor seraya mempromosikan inklusi sosial, keragaman budaya, dan pengembangan sumber daya manusia. Institut Seni Indonesia(ISI) Surakarta memandang bahwa kreativitas merupakan kunci penting dalam setiap aktivitas olah-cipta seni. Dalam lingkup yang lebih luas kreativitas menjadi motor penggerak perubahan dan pengembangan kehidupan seni, sosial, dan budaya. Kreativitas bagi ISI Surakarta memiliki kedudukan sentral dan fundamental dalam mencapai visi sebagai kiblat kreativitas keilmuwan dan penciptaan seni.

Judul                     : Kehadiran Anom Suroto dan Rebo Legen

Penulis                 : Sarwanto

No. ISBN              : 978-602-8755-58-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 103

Deskripsi:

Tulisan ini membicarakan tentang latar belakang munculnya Rebo Legen, sekilas umum pelaksanaan pertunjukan wayang malam Rebo Legen, manfaat dan fungsi pertunjukan wayang kulit purwa malam Rebo Legen. Pertunjukan wayang kulit purwa Rebo Legen yang dilakukan oleh dalang terkenal yaitu Ki Anom Suroto, baik secara terselubung maupun langsung ada kaitannya dengan kehidupan sosial masyarakatnya, karena pertunjukan wayang merupakan salah satu produk budaya kehidupan masyarakat, yang tentu saja mempunyai peran bagi masyarakat.

Judul                     : Ngeng &Reng (Persandingan Sistem Pelarasan Gamelan Jawa dan Gong Kebyar Bali)

Penulis                 : Sri Hastanto

No. ISBN              : 978-602-8755-57-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 120

Deskripsi:

Sistem pelarasan, atau sistem nada (tuning system) musik Nusantara belum banyak ditulis. Jangankan musik-musik yang terpencil seperti Kelong Sagala di Sulawesi Selatan, Suling Badawung di Kalimantan Tengah, atau Lokaduo di Timor, dan lain sebagainya. Bali, dan Sunda saja jarang mendapatkan perhatian. Tidak hanya itu, yang lebih memprihatinkan adalah konsep-konsep pelarasan musik Nusantara yang mempunyai karakteristik tersendiri sering di gebyah uyah dengan musik Barat. Itu satu pertanda bahwa kita sekarang kurang menghargai musik kita sendiri.

Judul                     : Analisa Tari

Penulis                 : Dr. Maryono

No. ISBN              : 978-602-8755-56-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 106

Deskripsi:

Buku ini pada intinya memuat tentang seni pertunjukan tari yang terdiri dari objektifitas tari, seniman sebagai pencipta dan penghayat sebagai penikmat atau penonton. Ketiga komponen tersebut merupakan sumber aliran nilai-nilai yang menyatu dalam bentuk seni pertunjukan yang menjadi fokus kajian.dengan pendalaman pada masing-masing komponen tersebut secara rinci, akan memudahkan akan memudahkan untuk menemukan kandungan makna yang menjadi inti dari aktifitas analisis tari. Bentuk analisis ini merujuk pada konsep dasar bahwa Tari adalah bagian dari seni pertunjukan. Artinya ketika kita menyebut tari, secara inplisit dan eksplisit telah melibatkan objek karyanya, seniman pencipta, dan penghayat. Mengingat kehadiran seni pertunjukan tari adalah bersifat kontektual. Selain itu dalam buku ini juga dilengkapi dengan beragam teori yang dapat digunakan sebagai alat analisis terhadap tari.

Judul                     : Seni Lukis Wayang

Penulis                 : Dharsono Sony Kartika

No. ISBN              : 978-602-8755-55-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 183

Deskripsi:

Seni lukis wayang secara konseptual merupakan produk budaya yang kemudian menjadi acuan penciptaan karya seni. Kondisi ini menunjukkan bahwa wayang sebagai salah satu wahana kebudayaan Indonesia, hal ini berkaitan dengan wayang sebagai produk budaya, wayang sebagai produk sejarah yang kemudian merupakan aspek kesinambungan budaya dalam perkembangan seni lukis Indonesia, yang menunjukkan adanya keberadaan seni lukis wayang apabila dilihat dari aspek perjalanan seni lukis di Indonesia.

Judul                     : Seni Pewayangan Kita

Penulis                 : Rustopo

No. ISBN              : 978-602-8755-53-5

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 378

Deskripsi :

Juka wayang sudah tersurat dalam prasasti Balitung (tahun 907) pada zaman Mataram kuno, berarti seni pewayangan kita telah menempuh perjalanan sekitar sebelas abad. Sekarang, bagaimana keadaannya, seni pewayangan kita masih hidup, karena memiliki potensi, energy, dan vitalitas untuk hidup bersama dengan kehidupan masyarakat kini yang semakin mengglobal. Potensi itu ada pada konsep estetika dan etika yang diyakini masih bermanfaat sebagai pedoman hidup yang berbudipekerti, apalagi bagi masyarakat sekarang yang sedang mengalami ‘dekadensi moral’. Energi seni pewayangan terpancar dari dalang-dalang kreatif yang senantiasa berupaya untuk membuat seni pewayangan sebagai tontonan sekaligus tuntunan. Vitalitas terindikasi dari kontinuitas sekaligus perkembangan seni pewayangan dalam karakteristik zaman yang berbeda-beda.

Judul                     : Paradigma Penelitian Seni Metode Penelitian III (Bahan Ajar)

Penulis                 : DR. I Nyoman Murtana, S.Kar., M.Hum.

No. ISBN              : 978-602-8755-51-1

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman:164

Deskripsi :

Bahan ajar ini dapat dijadikan sumber utama perenungan dan bahan kajian untuk membangun system penelitian tentang sumber daya manusia dan budaya pertunjukan wayang kulit untuk publikasi potensi dan pengembangan local. Kritik dan otoritik semestinya menjadi tradisi bagi setiap priset. Keterbukaan untuk menerima cara-cara berfikir alternative diperlakukan sebagai cara untuk menambah mozaik warna alamiah dari bangunan peradaban manusia. Kehidupan tidak dapat dibangun melalui dominasi kebenaran tunggal, melainkan harus diperkokoh dengan kebenaran relativitas dari aneka sisi kehidupan.

Judul                     : Seni Tradisi Majapahit

Penulis                 : A. Tasman Ranaatmadja

No. ISBN              : 978-602-8755-50-4

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2012

Jumlah halaman: 120

Deskripsi :

Budaya Majapahit yang agung wajar bila dilestarikan dalam hidup kini karena kehidupan adalah regenerasi berkelanjutan. Kesenian mempunyai masalah rumit pada sifat dalam rasa khusus, bentuk non verbal, nilai insane dan laku dinamis dalam kebudayaan. Pelestarian seni melekat dalam kebutuhan rasa non praktis dalam membudaya baru kini karena itu bagaimana menyiasati agar bentuk dan nilai yang lama hidup kembali. Membuat perubahan kesenian tradisi ke dalam kehidupan baru banyak masalah yang harus dilakukan seniman. Mengkinikan seni tradisi dalam kehidupan keindahan yang berbeda perlu strategi dan wawasan bagaimana bentuknya mempunyai nilai. Kehidupan baru mempunyai semangat efektif dan efisien ingin merengkuh banyak nilai sehingga dinamis. Pelestarian kesenian menyangkut kebutuhan subyek akan nilai keindahan da obyek bentuk karoya dimulai dengan rekam jejak. Kedua sasaran dilakukan lewat persepsi, kecerdasan, tehnis, dan strategi. Persepsi tentang kebudayaan dan nilai, cerdas memilih konsep sebagai dasar laku, teknis latar belakang keindahan dan teknik kekaryaan dalam bentuk. Estetika mempunyai medan masalah rahasia yang harus digarap pada subyek dan obyek dengan tekun, pengorbanan, strategi pribadi berapresiasi masyarakat lebih berkembang.

Judul                     : Studi Komparatif Pertunjukan Wayang Beber Lakon Jaka Kembang Kuning

Penulis                 : Sumanto dkk.

No. ISBN              : 978-602-8755-64-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 441

Deskripsi :

Lakon Jaka Kembang Kuning Wayang Beber Karang Talun Pacitan dan Lakon Remeng Mangunjaya Wayang Beber Gelaran Gunung Kidul didalamnya terungkap nilai-nilai cinta kasih, kesetiaan, bertanggung jawab, religius, bela negara, memegang janji, dan kebersamaan. Nilai kebebasan hanya terdapat dalam lakon Remeng Mangunjaya. Sebagaimana yang tersirat didalam kehidupan masyarakat, nilai dalam pertunjukan wayang beber juga bersifat abstrak. Yang dapat diamati hanyalah fenomena-fenomena sebagai indikator tentang keberadaan nilai.

Judul                     : Wayang Beber Remeng Mangunjayan Gelaran Wonosari

Penulis                 : Subandi, dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-63-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 248

Deskripsi:

Wayang Beber Gelaran Wonosarimemiliki gambaran visual yang sederhana bahkan terlihat sepi pada latar belakang (background) wayang beber. Banyak unsur-unsur elemen gambar yang detailnya belum diselesaikan, bahkan belum sempat disinggung, dan dibiarkan dalam dalam bentuk outline garis hitam membentuk gambar figur tertentu terutama binatang kecil (rase terbang). Penggambaran tokoh-tokohnyapun terkesan kurang konsisten antara satu jagong dengan satu jagong lainnya. Hal ini tampak memberi kesan visual bahwa wayang beber Gelaran Wonosari terasa lebih tua dibandingkan wayang beber Karangtalun Pacitan. Sementara itu wayang beber Jaka Kembang Kuning Karangtalun Pacitan digambar dengan sangat luar biasa detail. Setiap jagong (adegan) dilukis dengan sangat teliti latar depan maupun latar belakang gambarnya. Penggambaran tokoh-tokohnyapun digarap dengan sangat teliti, dan bahkan setiap tokoh digarap berbeda pada setiap adegan. Alur cerita dan suasana lakon diselaraskan dengan perwujudan gambar yang sangat teliti.

Judul                     : Etnokoreologi

Penulis                 : R.M. Pramutono dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-62-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 168

Deskripsi :

Seni pertunjukan topeng di Jawa merupakan jenis kesenian yang masih dirawat dengan baik oleh sebagian masyarakat. Dari tiga wilayah gaya tari Jawa, yakni Surakarta, Yogyakarta, dan Malang, maka dapat diketahui identifikasi gaya penampilan yang spesifik. Nilai spesifikasi itu dapat dicermati dari bentuk penyajian, urutan penyajian, tipologi karakter, visualisasi gerak tari dan gaya busana maupun aksesoris yang melingkupinya. Dari segi jenis penyajian dan bentuk seni pertunjukan topeng tradisional tiga wilayah gaya Surakata, Yogyakarta, dan Malang, maka diketahui ciri spesifikasi dari masing-masing. Gaya penampilan pada seni pertunjukan topeng di Surakarta dan Yogyakarta memiliki akar yang hampir sama. Pada kedua wilayah gaya tari tersebut sumber kesenian topeng dapat di irunut dari wilayah Klaten. Secara geografis letak wilayah Klaten yang berada diantara kedua kultur besar di Jawa Tengan tersebut memang memiliki faktor historis yang kuat diantara kedua kultur. Bukti kesejarahan dan data bentuk sekaran maupun tradisi peristilahan yang melekat pada genre tari topeng(di Surakarta dan Yogyakarta) mengandung banyak kemiripan. Hanya saja cara melakukan secara teknis dan kualifikasi estetis yang muncul secara visual agal berbeda.

Judul                     : Studi tentang Gaya Seni pada Topeng

Penulis                 : Guntur dan Nur Rokhim

No. ISBN              : 978-602-8755-61-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 160

Deskripsi :

Karakteristik dan ekspresi topeng dapat dilihat aspek visual, yakni melaui bentuk dan warna yang dimiliki oleh setiap tokoh. Karakteristik topeng merupakan ekspresi estetik yang didasarkan pada pandangan masyarkatnya. Itulah sebabnya, topeng dari daerah satu dengan daerah lainnya memiliki keunikan baik pada aspek materialitas, teknikalitas, dan ekspresivitasnya. Perbedaan bentuk, ekspresi dan karakteristik topeng dari ketiga daerah (Malang, Surakarta dan Yogyakarta) memang layak untuk dicermati karena masing-masing memiliki ciri khas sesuai dengan perkembangan sejarahnya. Bentuk visual topeng pada setiap tokoh juga menggambarkan karakter dari masyarakat pendukungnya dimana topeng itu tumbuh dan berkembang.

Judul                     : Strategi Pelestarian Seni Sakral Menuju Pembentukan Program Studi Cagar Budaya

Penulis                 : I Nyoman Murtana, dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-60-3

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 173

Deskripsi :

Pelestarian seni sakral yang dilakukan masyarakat Sembiran merupakan tradisi turun-temurun yang berharga bagi proses pengintegrasian social. Tradisi merupakan kelangsungan masa lalu dimasa kini, berasal dari masa lalu. Tradisi dapat berupa material dan gagasan, atau obyektif dan subyektif yang berkenaan dengan seluruh benda dan gagasan dari masa lalu yang benar-benar masih ada, belum dihancurkan, dirusak, dibuang, atau dilupakan. Dalam arti sempit, tradisi merupakan warisan social khusus yang memenuhi syarat, yakni tetap bertahan hidup di masa kini dan memiliki ikatan yang kuat dengan kehidupan.

Judul                     : Penelitian Kualitatif Seni Pertunjukan

Penulis                 : Dr. Maryono

No. ISBN              : 978-602-8755-54-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 152

Deskripsi:                

Mencermati kondisi yang demikian saya secara psikologis tersentuh dan terdorong untuk menulis buku dengan judul “Penelitian Kualitatif Seni Pertunjukan “. Buku ini memuat teori-teori yang berkenan dengan metodologi kualitatif dan bentuk praktik atau aplikasinya dalam ranah seni pertunjukan. Tulisan yang berupa metodologi penelitian kualitatif bersifat umum, namun bentuk aplikasinya secara khusus saya menggunakan sasaran seni pertunjukan: tari, pedalangan, dan karawitan. Terwujudnya buku ini bukan akhir dari kritik dan saran dari pembaca, melainkan merupakan awal kritik sebagai penyempurnaan langkah berikutnya. Niat pribadi “Udhu-udhu klungsu” dari yang kecil, dari yang sederhana, semoga ada yang dapat digunakan dan dimanfaatkan. 

Judul                     : Teater Nusantara

Penulis                 : Soetarno

No. ISBN              : 978-602-8755-52-8

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 192

Deskripsi :

Seni pertunjukan teater yang terdapat di Nusantara sangat beragam dan masing-masing daerah memiliki bentuk teater yang khas. Misalnya di daerah Surakarta terdapat jenis teater seperti : wayang wong, wayang topeng, wayang kulit purwa, lengendriyan, dan sebagainya. Teatre di daerah Pasundan seperti : longer, ubrug, topeng banjet, sintren, dan sebagainya. Demikian pula di daerah Sumatra seperti makyong, dan di Bali seperti : wayang gambuh, calon arang, arja, dan sebagainya. Dalam jagad teater kata “wayang” digunakan untuk menyebut berbagai jenis teater seperti : wayang klitik, wayang gedog, wayang golek, wayang wong, wayang menak, wayang topeng, wayang gambuh, wayang krucil, dan sebagainya. Berbagai jenis teater yang berada di Nusantara hingga sekarang masih hidup di tengah-tengah masyarakat pendukungnya, tetapi sebagian jenis-jenis teater kurang berkembang bahkan dapat dikatakan sudah langka atau jarang dipentaskan, seperti wayang beber, wayang klitik, srandul, dan sebagainya.

Judul                     : Ekspresi Seni Suku Bangsa

Penulis                 : Sri Hastanto, dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-49-8

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 125

Deskripsi :

Pembahasan tentang estetikan nusantara, selama ini dianggap kurang mempunyai paradigm yang jelas, dan bahkan sukar untuk mendapatkan garis merah tentang apa yang dimaksud dengan estetika nusantara, karena setiap daerah mempunyai bentuk, dan ragam perkembangan seni. Perkembangan seni tergantung tingkat kepengaruhan budaya yang beragam (multiculture) oleh para pengaruh agama, kepercayaan, pendidikan, yang member warna setiap daerah. Seni yang lahir dibumi nusantara merupakan ekspresi kebudayaan masyarakatnya dengan segala falsafah dan filsafat yang melatar belakanginya.

Judul                     : Kajian Musik Nusantara 1

Penulis                 : Sri Hastanto

No. ISBN              : 978-602-8755-48-1

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 182

Deskripsi :

 Kajian ini tidak menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan tetapi menggunakan pendekatan baru yang disebut disiplin seni. Disiplin seni menempatkan seni sebagai subyrk bukan sebagai obyek seperti bila pengkajian itu mrnggunakan pendekatan ilmu pengetahuan. Dengan kata lain kegiatan ini dapat disebut ‘Kajian Seni’ dan bukan ‘Kajian tentang Seni’ seperti biasanya. Kajian ini tidak menerapkan konsep atau teori yang telah tersedia, karena konsep dan teori itu banyak yoang tidak cocok dengan seni. Kajian ini justru langsung menusuk kelapangan dengan menggali pengetahuan empirik sebanyak-banyaknya dan dari sana akan diperoleh sebagai konsep yang dapat menjadi dasar penyusunan eksplanasi berbagai masalah musik nusantara.

Judul                     : Dunia Pewayangan di Hati Seorang Pengrawit

Penulis                 : Rahayu Supanggah

No. ISBN              : 978-602-8755-47-4

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 152

Deskripsi :

Buku ini adalah kompilasi beberapa tulisan saya tentang pewayangan/pedhalangan yang masih dapat saya kumpulkan dari dokumentasi rekan rekan. Ketika saya sendiri bukan “orang dalam” atau outsider dalam dunia pewayangan, maka saya boleh bebas merdeka menjadi sekedar tukang ndelok, kendele mung alok, keplok ora tombok. Sebagian penonton yang hanya mampu berkomentar tanpa harus dituntut tanggung jawab, mau menikmati namun tidak harus mengeluarkan beaya, curang dan jahat memang. Jadi tulisan buku ini bukan merupakan tulisan ilmiah, tetapi murni suatu uneg-uneg dari hasil pengamatan dan pengalaman selama puluhan tahun saya menonton wayang. Dengan menggunakan ngelmu titen, saya ber othak athik gathuk,menbuat “analisa” dan atau prediksi apa yang sedang dan akan terjadi di sekeliling kita. Tulisan saya yang berjudul “ketika kotak wayang… dst, saya muat di suatu media dan kemudian saya presentasikan pada kongres Senawangi di Jakarta 1997, saya sempat kena murka dari senior-senior saya pada waktu itu. Namun ternyata tidak sampai satu tahun, prediksi saya benar benar menjadi menjadi kenyataan.

Judul                     : Metode Penyusunan Karya Musik

Penulis                 : Pande Made Sukerta

No. ISBN              : 978-602-8755-46-7

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 128

Deskripsi :

Bahan buku ini diperoleh dari hasil pengalaman mengajar dan menyusun karya musik selama ini, yaitu pengalaman mengajar pada Mata Kuliah Komposisi Karawitan pada program Studi S1 Seni Karawitan pada Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Surakarta (sekarang ISI Surakarta) dan Mata Kuliah Studio I sampai III pada Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni Pascasarjana ISI Surakarta. Semoga keberadaan buku ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagai alternatif dan menambah wawasan serta refrensi bagi para komposer dan mahasiswa Program Studi S1 dan Program Studi Penciptaan Seni dalam menempuh Mata Kuliah Komposisi dan Studio.

Judul                     : Komunikasi Seni

Penulis                 : Santosa

No. ISBN              : 978-602-8755-45-0

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 215

Deskripsi :

Judul buku diperluas menjadi “Komunikasi Seni” karena saya berpandangan bahwa konsep-konsep yang diuraikan tidak hanya berlaku dalam ranah pertunjukan gamelan tetapi juga dapat dianalogikan dengan seni lain baik seni pertunjukan (tari, teater, ketoprak, tayub, maupun wayang) dan seni rupa (lukis, patung, kriya, maupun kartun). Namun, saya tidak ingin mengatakan bahwa konsepnya bias berlaku sepenuhnya pada bidang-bidang lain itu karena saya sadar bahwa perbedaan-perbedaan sifat masing-masing seni akan memerlukan analisis khusus untuk mendapatkan konsep yang lebih tepat dan relevan. Untuk itu saya mengharap supaya para peneliti bidang-bidang seni lain agar segera memulai mengerjakannya agar pengembangan bidang kajian seni segera terwujud.

Judul                     : Sejarah Tari Gambyong

Penulis                 : Sri Rochana W.

No. ISBN              : 978-602-8755-40-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 149

Deskripsi:

Buku ini merupakan pengembangan dari tesis yang berjudul “Perkembangan Tari Gambyong Gaya Surakarta (1950-1993, Kontinuitas dan Perubahannya” pada tahun 1993. Buku ini mengungkapkan dan menjelaskan perkembangan tari gambyong (gaya Surakarta), yang diperkirakan berkembang sejak tahun 1950. Perkembangan ini tidak lepas dari proses pembentukan tari gambyong yang diawali dari tari taledhek  atau tari tayub yang hidup di kalangan rakyat. Dalam perkembangannya, tari gambyong  diperhalus dengan mendasarkan pada kaidah-kaidah tari keraton. Tari gambyong  inilah yang berkembang sampai sekarang ini. Munculnya tari gambyong dewasa ini merupakan kelanjutan dari tari tradisi masa lampau yang tidak lepas dari konteks sosial budaya masyarakat pendukungnya. Untuk membuktikan kebenaran pernyataan ini, diperlukan pengamatan yang luas dan mendalam tentang tari gambyong, karena harus mengungkap faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan dan perkembangan tari gambyong. Oleh karena itu, pendekatan historis, sosiologis, antropologis, dan seni diperlukan untuk mendekati topik ini, agar dapat memberikan penjelasan dan jawaban permasalahan.

Judul                     : Alam

Penulis                 : Dr. Sukirno, M.Sn.

No. ISBN              : 978-602-8755-38-2

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 72

Deskripsi :

Berbagai macam kondisi dan gejala alam kebendaan hasil pada dasarnya sangat menarik untuk dikaji dan dikembangkan menjadi bahan rujukan dan sumber ide dalam berkarya. Selama ini bahan rujukan dengan amatan yang bersumber dari alam sebenarnya sudah cukup banyak, namun alam yang selalu menjadi objek eksploitasi manusia terasa selalu menarik bagi pelukis untuk menempatkannya sebagai subject matter lukisan. Perbedaan cara pandang terhadap fenomena alam menempatkan visual yang ditangkap pelukis menjadi unik dan beragam.

Judul                     : Gaya Seni Lukis Kaca Cirebon

Penulis                 : Drs. Henri Cholis, M.Sn.

No. ISBN              : 978-602-8755-37-5

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 109

Deskripsi :

Penelitian tentang Seni Lukis Kaca Cirebon ini merupakan sebuah upaya strategis untuk mendalami seni lukis kaca yang ada di Cirebon. Hal ini juga untuk menjawab wacana pendidikan yang berkembang saat ini, yaitu pembelajaran berbasis penelitian. Mengapa memilih Cirebon, hal ini dikarenakan dikota tersebut seni lukis kaca tumbuh dan berkembang seiring dengan sejarah kebudayaannya. Adanya akulrurasi dan singkritisme dari beberapa budaya Arab, Cina dan local maka terjadilah kristalisai budaya yang unik, hal ini berimbas terhadap gaya seni lukis kaca di Cirebon.

Judul                     : Eksistensi Karya Seni Rupa

Penulis                 : Much. Sofwan Zarkasi, S.Sn., M.Sn.

No. ISBN              : 978-602-8755-36-8

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 196

Deskripsi :

Proses penciptaan karya seni rupa Agus Suwage periode potretnya tidak bisa terlepas dari faktor interaksi personal dan interaksi sosial yang dialami Agus Suwage. Salah satu yang membantu proses apresiasi dan pengolahan simbol-simbol yang diterima maupun dicuptakan secara personal oleh Agus Suwage adalah pengalamannya didunia desain grafis.     Penelitian ini melihat,perjumpaan Agus Suwage dengan karya-karya fotografi Yasumasa Morimura yang menampilkan potret diri dalam karyanya dan menginspirasi Agus Suwage terkait pilihan tema potret dirinya dalam karya-karya selanjutnya adalah bagaikan menemukan sebuah jembatan dan solusi bagi pribadi Agus Suwage dalam menemukan ikon atau simbol yang tepat, personal dan aman berhubungan dengan kondisi realita pribadi Agus yang memiliki latar belakang sebagai warga keturunan yang minoritas dan sensitif dalam kungkungan mayoritas.

Judul                     : Inspirasi dan Kreasi

Penulis                 : Drs. Imam Madi, M.Sn.

No. ISBN              : 978-602-8755-35-1

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 103

Deskripsi :

Buku berjudul Inspirasi dan Kreasi: Payung Kebesaran Sebagai Sumber Penciptaan Seni Kriya yang ditulis oleh Drs.Imam Madi, M.Sn adalah salah satu sumber informasi atau referensi yang sangat diperlukan di Program Studi Kriya Seni (S-1), Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Surakarta. Penerbitan buku, yang berbahan dasar Tesis S-2, ini dilatari oleh kalangan referensi, khususnya bagi mahasiswa yang menempuh Tugas Akhir Kekaryaan Seni. Dan buku ini dapat dijadikan acuan dalam kepentinan semacam itu.

Judul                     : Teba Kriya

Penulis                 : Guntur

No. ISBN              : 978-602-8755-34-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 257

Deskripsi:

Mempelajari pengetahuan praktis dalam seni kriya atau secara khusus ketrampilan tidak seperti halnya mempelajari pengetahuan teoretis. Pengetahuan praktis hanya efektif ditempuh dengan menjadikan diri terlibat dalam aktivitas real, atau ditempuh dengan perkataan lain, berperan aktif sebagai native dalam melakukan sesuatu, demikian dinyatakan oleh Peter Dormer.

Judul                     : Dakwah Islam Dalam Wayang Sadat

Penulis                 : I Nyoman Murtana, dkk.

No. ISBN              : 978-602-8755-33-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 140

Deskripsi:

Substansi buku ini adalah kajian dakwah Islam dalam pertunjukan wayang Sadat Lakon Ki Ageng Penggin. Sebelum mengungkap inti kajian tersebur, pembicaraan diawali dengan mengungkap latar belakang kehidupan Suryadi sejak kecil hingga menjadi dalang wayang Sadatdan proses kreatifnya membuat wayang Sadat. Ketiga hal tersebut dianggap penting sebagai satu-kesatuan ide untuk dapat mengungkap secara menyeluruh dan mendalam unsur dakwah dalam wayang Sadat terutama pada Lakon Ki Ageng Pengging. Lahirnya wayang Sadat berkaitan dengan kehendak Suryadi untuk turut menyebarkan ajaran Islam. Sumber-sumber lakon diambil dari cerita-cerita babad antara lain: Babad Tanah Jawi, Babad Demak, Babad Pajang, dsb. Semua isi dari babad-babad tersebut mengisahkan kehidupan para raja dan para wali yang berkaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Lakon Ki Ageng Pengging diambil dari Babad Tanah Jawi. Guna memperoleh daya pikat yang kental dikalangan masyarakat Jawa, pertunjukan wayang Sadat yang dilakukan Suryadi tetap menggunakan hasanah budaya Jawa, diantaranya Bahasa Jawa, dan secara umum bentuk-bentuk figur wayangnya mengacu pada bentuk wayang kulit purwa, namun busananya meniru busana muslim.

Judul                     : Suharni Sabdowati Penganut Gaya Nartasabda

Penulis                 : Suwondo

No. ISBN              : 978-602-8755-31-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 116

Deskripsi:

Pada tahun 1960-an didaerah eks Karesidenan Surakarta baru bermunculan dalang-dalang wanita antara lain Bardiyati dari Baturan Klaten, Supadmi dari Tegalamba, Klaten dan Suwanti dari Kartasura Surakarta. Kemunculan dan ketenaran mereka hanya beberapa tahun. Setelah G.30/S.PKI. 30 September 1965 mereka tidak lagi terdengar aktivitas pentasnya. Kemudian sekitar tahun 1975-an muncul Suharni dalang wanita dari Kedungbringkil, Gondang Sragen. Bersamaan dengan itu Bardiyati dan Supadmi mulai tampak lagi aktivitas pedalangannya. Mulai sekitar tahun 1980-an banyak bermunculan dalang-dalang wanita antara lain Rumiyati Anjangmas dari Kartasura Surakarta, Partini dari Sragen, Sumiyati Sabdosih dari Banjarnegara, Sabdorinidari Kendal, Sofiah dari Kebumen dan Suwati dari Jombang. Diantara dalang-dalang itu Suharni Sabdowati tampak lebih populer. Hal ini berkaitan dengan luasnya daerah pementasan serta frekuensi pementasannya. Selain itu Suharni mempunyai kekhususan yang tidak terdapat pada dalang-dalang wanita lain. Gaya pakelirannya sepeniuhnya mengeblat gaya pakeliran Nartasabda baik dalam antawacana wayang, penyuaraan narasi, penggarapan lakon maupun penampilan gendhing-gendhing dan lagu dolanan. Peniruan secara ketat terhadap gaya seseorang seperti yang dilakukan Suharni itu sangat jarang terjadi baik oleh dalang-dalang pria maupun dalang wanita.

Judul                     : Lakon Baratayudha Pada Syawalan Dukuh Dadimulyo

Penulis                 : Tri Mulasno

No. ISBN              : 978-602-8755-30-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 208

Deskripsi:

Pertunjukan wayang kulit purwa dengan lakon Baratayudha pada upacara syawalan merupakan tradisi tahunan yang dilakukan penduduk di Dukuh Dadimulyo, Desa Krecek, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Pertunjukan wayang kulit purwa itu bagi penduduk setempat dipandang sebagai sesuatu hal yang penting dalam hidupnya, sehingga pertunjukan wayang ini oleh mereka selalu mengadakan dan berusaha tetap menjaga keberadaanya.

Judul                     : Ekspresi Ritual, Rekreasi, Kohesi Sosial di Balik Kesenian Jaranan

Penulis                 : Mukhlas Alkaf

No. ISBN              : 978-602-8755-28-3

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 104

Deskripsi :

Ketertarikan penulis terhadap dimensi luaran dari kesenian Jaranan, yaitu ada pada sesuatu yang Nampak atau pada teks kesenian Jaranan itu sendiri. Teks tersebut misalnya berupa eksotisme gerakan, corak gamelan pengiring, kostum, hingga rangkainan sesaji. Selanjutnya ketertarikan penulis bertambah kepada konteks yang melatarbelakangi tarian ini pada awal tahun 2006 ketika mendampingi kolega dosen yang bertugas sebagai Pembina pendamping kesenian rakyat di kawasan Kecamatan Selo. Pada saat itu, berdasar naluri seorang antropolog, penulis mulai tertarik terhadap berbagai konteks yang melatarbelakangi keberadaan kesenian tari jaranan, seperti latar belakang sejarah, keterkaitan dengan kawasan setempat, hingga mengenai berbagai factor yang mendorong kemapanan (establis) dan kebertahanan kesenian rakyat tersebut hingga saat ini.

Judul                     : Konsep Kesenian Profetik dan Implementasinya dalam Pendidikan Islam

Penulis                 : Wawan Kardiyanto

No. ISBN              : 978-602-8755-25-2

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2011

Jumlah halaman: 232

Deskripsi :

Karya seni pada dasarnya merupakan hasil penafsiran kehidupan. Seorang seniman dalam berkarya seni pada hakikatnya menafsirkan realitas kehidupan dan penilaian terhadapnya. Dalam proses kreatif  merupakan proses pembelajaran dan di dalam karya seni terdapat makna yang tersentuhan dengan persaan, berpikir, bersikap, dan beritndak baik dalam tatar an realitas personal maupun realitas sosiokultural. Dalam berkarya seni atau kegiatan kesenian, sering menggunakan istilah estetik dan artistik. Istilah estetik adalah menunjuk kepada kegiatan mengamati seni, dimana pelakunya disebut penonton, penghayat, kritikus, sedangkan artistik adalah suatu kegiatan mengolah seni yang pelakunya disebut seniman, komponis, musis dan sebagainya. Kata estetis atau aesthetis dari kata aesthesis,yang dipakai pertama kali oleh Baumgarten (1762) seorang sarjana Jerman untuk menunjuk cabang filsafat yang berurusan dengan seni dan keindahan. Kegiatan artistic maupun kegiatan estetik memerlukan pemusatan perhatian, dayakhayal, rasa, fikir, imajinasi, krativitas, daya menilai dan pengalaman. Tetapi kita sadari bahwa yang menjadi inti dari kegiatan artistic maupun estetik adalah perasaan.

Judul                     : Belajar Rebab Bali Edisi II

Penulis                 : Pande Made Sukerta

No. ISBN              : 978-602-8755-44-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 60

Deskripsi:

Tujuan penyusunan buku ini untuk memberikan tuntunan bagi para seniman, pecinta seni untuk belajar memainkan rebab Bali khususnya. Buku ini merupakan salah satu alternatif untuk belajar memainkan rebab yang didasari atas pemikiran bahwa kehidupan rebab karawitan khusunya tungguhan rebab (pengrebab) di Bali sangat memprihatinkan, malahan sudah berada diambang kepunahan. Hal ini dapat diamati dengan melihat jumlah pengrebab Bali yang ada sekarang ini sudah sangat sedikit dibandingkan dengn penabuh tungguhan lainnya seperti penggendang, pengriyong dan sebagainya. Selain itu pada umumnya para pengrebab di Bali kebanyakan sudah lanjut usia.

Judul                     : Kuasa Citra

Penulis                 : Taufik Murtono

No. ISBN              : 978-602-8755-42-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 194

Deskripsi:

Industri periklanan dapat dikatakan sebagai salah satu reprentasi globalisasi yang didominasi oleh kekuatan kapital dari negara-negara Barat. Bila suatu masyarakat memiliki industri periklanan maka masyarakat itu menjadi bagian dari sistem global kapitalisme, industri konsumsi, dan jaringan media yang secara terus-menerus dalam keseharian berbagai ideologi dan bertukar nilai sosial. Oleh karenanya industri iklan harus dipandang sebagai agen global dalam sistem sosial dan perlu diawasi eksistensinya. Buku ini mengungkap modus iklan dalam mempermainkan dan mendikte melalui citra identitas Barat. Namun apakah industri periklanan demikian kuatnya sehingga dapat menjadi salah satu penyebab pengikisan identitas? Apakah presentasi iklan merupakan ancaman atas identitas suatu masyarakat? Buku ini berusaha memberi jawaban melalui analisis pesan iklan.

Judul                     : Seni & Politik 

Penulis                 : Dr. I Nyoman Murtana, S. Kar. M. Hum

No. ISBN              : 978-602-8755-32-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 418

Deskripsi:

Buku ini merupakan hasil penelitian terhadap Lakon Cupak oleh Dalang I Made Jangga. Lakon tersebut mentransmisikan nilai-nilai kehidupan melalui peristiwa perebutan kekuasaan, cinta kasih, dan perjalanan spiritual. Seluruh peristiwa diungkapkan secara estetis, agar menarik dan menyenangkan proses penghayatan terhadap maknanya bagi apresiator. Oleh sebab itu, substansi dan esensi wujud, fungsi, dan makna ideologis, etis, estetis dan mistis lakon tersebut penting dikaji sebagai acuan peningkatan kesadaran hakekat hidup melalui proses pengendalian diri.

Judul                     : Estetika Nusantara

Penulis                 : Jakob Sumardjo, dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-29-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 151

Deskripsi:

Pembahasan tentang estetika nusantara, selama ini dianggap kurang mempunyai paradigma yang jelas, dan bahkan sukar untuk mendapatkan garis merah tentang apa yang dimaksuddengan estetika nusantara, karena setiap daerah mempunyai bentuk, dan ragam perkembangan seni. Perkembangan seni tergantung tingkat kepengaruhan budaya yang beragam (multi-culture) oleh pengaruh agama, kepercayaan, pendidikan yang memberi warna setiap daerah. Seni yang lahir di bumi nusantara merupakan ekspresi kebudayaan masyarakatnya dengan segala falsafah dan filsafat yang melatar belakanginya.

Judul                     : Pertunjukan Sandur Manduro

Penulis                 : Trinil Windrowati

No. ISBN              : 978-602-8755-27-6

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 167

Deskripsi :

Sandur Gaya Rukun yang lebih dikenal dengan sebutan Sandur Manduro yang hidup dan berkembang di Desa Manduro Kecamatan Kabuh Jombang, keberadaannya tidak terlepas dari rangkaian peristiwa kehidupan dan pandangan hidup masyarakat Desa Manduro. Keyakinan, perilaku sehari-hari, nilai yang dianut masyarakat Desa Manduro dalam menjalani kehidupan, dan peristiwa kehidupan yang dialami sepanjang sejarah keberadaan masyarakat Desa Manduro tercermin atau menjadi latar belakang pertunjukan Sandur Manduro. 

Judul                     : Mendongeng itu Indah

Penulis                 : Trisno Santoso, dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-26-9

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 90

Deskripsi :

Buku panduan mendongen ini dibagi kedalam empat bagian. Bagian pertama, berisi fenomena yang menjadi latar belakang perancangan model mendongeng yang terkait dengan peningkatan kemampuan berekspresi, berbahasa, dan sekaligus pembentukan karakter serta budi pekerti. Bagian kedua, berisi penjelasan mengenai kiat-kiat mendongeng. Bagian ketiga, mengetengahkan synopsis sebagai pengantar pembaca dalam memahami cerita secara utuh. Bagian keempat, menyajikan panduan mendongeng dalam 10 cerita, baik yang menggunakan bahasa Jawa maupun Indonesia.

Judul                     : Buku Panduan Praktik Pakeliran Golek Padat

Penulis                 : Jaka Rianto, dkk

No. ISBN              : 978-602-8755-24-5

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 90

Deskripsi :

Sajian buku ini terdiri dari tiga bagian. Pada bagian pertama (Buku 1) disajikan panduan praktik mendalang pekeliran golek  padat lakon “ Timun Emas “. Lakon ini memberikan pelajaran bahwa kejahatan akan sirna oleh kebaikan. Pada bagian kedua (Buku 2) disajikan panduan praktik mendalang pakeliran golek padat lakon “ Amir Meguru”, yang didalamnya dapat dipetik pelajaran bahwa ilmu yang baik adalah ilmu yang berguna dan diamalkan untuk kebaikan sesame hidup. Pada bagian ketiga (Buku 3) disajikan ppanduan praktik mendalang pakeliran golek padat lakon “Maktual Tobat”, yang memberikan petuah bahwa anak yang sholeh selalu mengikuti petunjuk kebaikan dari orang tua.

Judul                     : Pragmatik Genre Tari Pasihan Gaya Surakarta

Penulis                 : Dr. Maryono, S.Kar., M.Hum.

No. ISBN              : 978-602-8755-23-8

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 292

Deskripsi :

Hingga dewasa ini kajian seni pertunjukan dari perspektif pragmatik hampir belum pernah dilakukan. Pada dasarnya seni pertunjukan bentuknya bersifat verbal (kebahasaan) dan nonverbal (nonkebahasaan). Bentuk nonverbal dalam seni pertunjukan merupakan bentuk visual yang bersifat estetik telah banyak dikahi dengan teori-teori budaya yang cukup memadahi. Bentuk kebahasaan menujukkan adanya kohersi antaea aspek-aspek kebahasaan yang terakumulasi menjadi satu kesatuan saling berkaitan sehingga mencerminkan kesatuan makna yang dapat mengarahkan penghayat terhadap kandungan isi. Namun sampai saat ini bentuk kebahasaan yang terdapat dalam seni pertunjukan, bentuk analisisnya masih bersifat asumsi bahkan tidak jarang para peneliti melewatinya. Mencermati begitu pentingnya bentuk kebahasaan dalam seni, sudah selayaknya bentuk-bentuk verbal dalam seni dikaji dengan ilmu pragmatik, untuk menemukan kualitas, validitas, dan totalitas makna sebuah karya seni. Mengingat pragmatik adalah ilmu yang mengkaji makna yang berhubungan dengan konteks.

Judul                     : Kajian Pragmatik Seni Pertunjukan Opera Jawa

Penulis                 : Dr. Sutarno Haryono

No. ISBN              : 978-602-8755-22-1

Penerbit              : ISI Press

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 344

Deskripsi :

Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, bagaimana bahasa digunakan dalam berkomunikasi dan bagaimana penyampaian makna yang terikat konteks. Teori pragmatik sebagai analisis meliputi: teks, konteks, tindak tutur, implikatur, daya pragmatik, entailmen, dan praanggapan. Berbagai teori tersebut, sebagai ancangan untuk memahami komponen verbal yang digunakan sebagai medium utama dalam Opera Jawa, untuk menyampaikan makna yang tidak disampaikan tetapi terjadi komunikasi yang efektif. Selain itu komponen verbal bermaksud memperjelas isi atau makna, strategi penyampainnya termasuk status tutur dan status sosial serta dapat diterima tanpa adanya interpretasi yang berbeda dalam ajang budayanya. Komponen non-verbal memilliki kandoungan makna yang heterogin, estetis, dan ekspresif.

Judul                     : Gamelan Kontemporer Di Surakarta

Penulis                 : Rustopo

No. ISBN              : 978-602-8755-21-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 158

Deskripsi:

Fenomena penciptaan komposisi baru dengan gamelan di Surakarta sangat menonjol pada tahun 1970-an, terutama di Pusat Kesenian Jawa Tengah (PKJT) Sasonomulyo dan atau ASKI Surakarta. Peningkatan kegiatan ke arah terciptanya suatu iklim penciptaan baru dalam dunia karawitan (gamelan) Jawa semakin nyata pada akhir th 1970-an. Waktu-waktu sesudah itu (sejak 1980-an), dan bahkan sampai sekarang, kehidupan penciptaan komposisi baru karawitan (gamelan) sudah merupakan hal yang biasa, bukan fenomenal lagi. Itu sangat berbeda dengan keadaan pada th 1970-an, ketika kehadiran komposisi baru dengan gamelan dianggap dan dirasakan sebagai sesuatu yang baru, aneh, dan asing.

Judul                     : Tetabuhan Bali I

Penulis                 : Pande Made Sukerta

No. ISBN              : 978-602-8755-20-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 279

Deskripsi:

Materi yang disajikan dalam buku Tetabuhan BALI i ini dapat dikatakan tidak seluruhnya baru, melainkan materi yang sudah pernah disajikan oleh penyusun buku sebelumnya seperti dalam buku Perkembangan Seni Karawitan Bali yang di susun oleh I Wayan Madra Aryasa tahun 1976/1977 dab buku Pengetahuan Karawitan Bali yang juga disusun oleh I Wayan Madra Aryasa dkk th 1984/1985. Selain buku yang disusun ileh I Wayan Madra Aryasa juga buku-buku atau makalah yang disusun oleh Alm. I Nyoman Rembang.

Judul                     : Teater Wayang Asia

Penulis                 : Soetarno

No. ISBN              : 978-602-8755-19-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 347

Deskripsi:

                Berdasarkan judul buku maka paparan yang ada di dalam buku ini lebih bersifat normatif dari pada analisis khususnya untuk wayang diluar Indonesia, dengan maksud agar para pendukung pewayangan Indonesia dapatmengenal serta mengetahui berbagai bentuk teater wayang yang hidup di Asia maupun di negara-negara Arab. Sedangkan pada bab wayang Indonesia dibahas mengenai permasalahn kehidupan wayang di tengah-tengah masyarakat yang sedang mengalami perubahan sosial, termasuk jenis-jenis wayang di Nusantara yang kurang berkembang bahkan nyaris punah.

Judul                     : Wayang Kulit dan Perkembangannya

Penulis                 : Soetarno dan Sarwanto

No. ISBN              : 978-602-8755-18-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 350

Deskripsi:

Pertunjukkan wayang kulit purwa Jawa bagi masyarakat pendukung merupakan pertunjukan teater yang total, di dalamnya terkandung berbagai unsur seperti : karawitan, seni rupa, seni sastra atau dengan kata lain terdiri dari berbagai medium seperti:nmedium suara, medium bahasa, medium gerak, yang semuanya itu diolah secara artistik-estetik menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh sehingga dapat memicu timbulnya pengalaman estetik yang memuaskan. Dalam sajian lakon tertentu tersirat ajaran moral spiritual, serta menyampaikan pesan-pesan seperti pesan pendidikan, penerangan, politik, kemanusiaan, hiburan, dan sebagainya. Tidak jarang dalam pertunjukan wayang tersirat aspek filosofis seperti aspek etika, aspek metafisika, aspek estetis, aspek antropologis maupun aspek epistimologis. Pertunjukan wayang juga telah menjadi perhatian para sarjana Indonesia sebagai bahan kajian dari berbagai disiplin ilmu seperti: ilmu linguistik, filsafat, antropologi, sosiologi, politik, seni pertunjukan, sejarah, ikonografi dan sebagainya. Di samping pertunjukan wayang merupakan media yang ampuh untuk menyampaikan pesan, maka wayang sejak zaman Airlangga abad XI sampai era sekarang ini dijadikan sarana komunikasi, sebagai media penerangan, pendidikan, propaganda, dan juga sebagai sarana untuk memahami kehidupan manusia.

Judul                     : Kuda Kepang

Penulis                 : Sri Wulandari

No. ISBN              : 978-602-8755-17-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 87

Deskripsi:

Masyarakat penyangga kesenian yang mbarang di kota Sidoarjo dan sekitarnya ini merupakan penduduk musiman merasa berkewajiban untuk melestarikan kesenian nenek moyangnya. Meskipun dengan cara menjajakan untuk mendapatkan recehan rupiah kuda kepang ini terus dihidupkan dan disosialisasikan dengan harapan masyarakat luas lebih mengenal dan selanjutnya diharapkan lebih mencintai dan memperhatikan kehidupannya. Sekelompok jaranan kuda kepang Agung Vudaya dan masih banyak lagi kelompok-kelompok lain yang menggantungkan nasib hidupnya dengan ngamen ini tak lepas dari tuntutan hidup ekonomi para penyangganya dan tuntutan untuk terus menghidupkan seni budaya dan budaya seninya. Apa yang hendak dicapai dari cara keliling dengan mengusung kesenian miliknya bukanlah mudah untuk dikatakan.

Judul                     : Tari Seremoni dan Politik Kolonial II

Penulis                 : R.M. Pramutono

No. ISBN              : 978-602-8755-16-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2010

Jumlah halaman: 228

Deskripsi:

Buku ini banyak mendasarkan kepada pencarian sumbe-sumber primer yang tertuang didalam catatan manuscript, arsip, maupun dokumen-dokumen sebagai bahan pengkajian Etnografi Tari. Perancangan buku ini sebenarnya sudah dilakukan sejak awal Agustus th 2009 dalam bentuk draft. Hali ini juga didorong untuk memperkuat paradigma dan prespektif bidang ilmu Etnokoreologi yang berbasis dari keseimbangan proporsi antara dance studies dan dance ethnography. Segala hambatan dan kesulitan yang telah dihadapi, sedikit demi sedikit dapat diatasi berkat bimbingan, bantuan, dorongan, dan bahkan pengorbanan dari banyak pihak.

Judul                     : Tata Suara

Penulis                 : I Putu Suhada Agung

No. ISBN              : 978-602-8755-13-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 78

Deskripsi:

Buku ajar ini akan memberikan pemahaman dan ketrampilan teknik tata suara meliputi pengertian tata suara secara umum, tata suara dalam pertelevisian, jenis suara, karakter suara,jenis dan teknik microphone, teknik perekaman, mixing dan dubbing untuk produksi audio visual.

Judul                     : Kriya Logam I

Penulis                 : Aji Wiyoko

No. ISBN              : 978-602-8755-12-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 73

Deskripsi:

Bahan ajar ini mencakup pengantar teoritis maupun panduan teknis untuk membantu pembelajaran pengetahuan pembuatan relief logam dengan tehnik sederhana (manual atau dengan perkakas tangan dan perkakas sederhana). Di dalamnya disajikan materi yang cukup lengkap tentang ragam relief logam, namun demikian fokus yang dibahas lebih banyak mengulas tentang praktek mengukir logam sebaimana yang diamanatkan oleh kurikulum.

Judul                     : Estetika Pedalangan II

Penulis                 : Suranto

No. ISBN              : 978-602-8755-11-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 89

Deskripsi:

Penyusunan bahan ajar ini dilandasi harapan agar tersedia materi yang dapat membatu para mahasiswa dalam memahami mata kuliah Estetika Pedalangan II. Sebab, selama ini belum ada referensi yang secara langsung dapat dijadikan acuan dalam bidang Estetika Pedalangan. Estetika Pedalangan II berisi penjelasan tentang pengertian Estetika Pedalangan,penjelasan tentang proses timbulnya pengalaman estetik pedalangan, dan penjelasan tentang kedudukan Estetika Pedalangan dalam lingkup Ilmu Estetika dan Filsafat. Dibahas pula berbagai konsep estetika menurut para empu serta hasil tukar pikiran serta perbandingan berbagai konsep estetika pedalangan yang ada. Estetika II  juga berisi dasar analisis unsur pakeliran, analisis bahasa dan sastra pedalangan, analisis lakon, dan analisis sajian pertunjukan.

Judul                     : Ragam Hias I

Penulis                 : Soelistyo Joko Soeryono

No. ISBN              : 978-602-8755-10-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 110

Deskripsi:

Buku Ajar Ragam Hias I ini ditulis dalam bahasa Indonesia untuk menjawab beberapa permasalahn yang ada, terutama pada kesulitan pustaka dalam belajar dan mengajar. Buku ini ditulis secara ringkas, agar dapat dipahami dengan cepat oleh mahasiswa untuk mata kuliah praktik. Tulisan ini membahas ragam hias didalam dan diluar Negeri, baik menyangkut kesejarahan, struktur, bentuk,maupun fungsi ragam hias dari berbagai zaman. Sengaja data buku ini diambil dari dua sumber, yakni pustaka dan media teknologi dan informasi, sehingga diharapkan mahasiswa akan terpancing untuk membuka situs-situs internet untuk mempelajarinya lebih dalam. 

Judul                     : Etetika Tari II

Penulis                 : Nanik Sri Sumarni

No. ISBN              : 978-602-8755-09-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 105

Deskripsi:

Bahan ajar ini membahas konsep-konsep estetika tari Jawa dan aplikasinya pada genre tari tradisi istana, rakyat, dan non tradisi sebagai pendekatan kekaryaan tari, kepenarian dan pengamat. Tujuan instruksional yang akan dicapai dalam buku ajar Estetika tari II adalah mampu menjelaskan konsep dasar Estetika, mapu menjelaskan persoalan estetis, mampu menjelaskan dasar-dasar konsep keindahan tari Jawa yang tertulis dalam berbagai serat, mapu menjelaskan konsep estetik dan teknik estetik tari Jawa gaya Surakarta, dan mampu menganalisa dan menilai keindahan tari dari berbagai genre. 

Judul                     : Teori Pedalangan I

Penulis                 : Suyanto

No. ISBN              : 978-602-8755-08-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 65

Deskripsi:

Penyusunan bahan ajar ini dilandasi harapan agar tersedia materi yang dapat membatu para mahasiswa dalam memahami mata kuliah Teori Pedalangan I.Teori pedalangan adalah prinsip umum didalam tubuh pengetahuan atau ilmu seni pedalangan yang menyajikan pandangan secara jelas dan sistematis mengenai dasar-dasar seni pedalangan.

Judul                     : Arsitektur dan Interior Nusantara I

Penulis                 : Dra. H. Sunarmi,M. Hum

No. ISBN              : 978-602-8755-07-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 256

Deskripsi:

Mata kuliah Arsitektur dan Interior Nusantara I termasuk mata kuliah wajib Progam Studi Desain Interior. Berdasarkan kurikulum 2009 Prodi Desain Interior, mata kuliah ini masuk dalam rumpum mata kuliah teori, mencakup harapan materi arsitektur dan interior Nusantara khususnya Jawa dan Bali dalam rangka memberi pengkhayaan sumber ide perencanaan interior kekinian. Luasnya tuntutan cakupan wilayah materi dan kemampuan dasar yang dimiliki mahasiswa, maka Bahan Ajar ini disusun merujuk pada strategi pembelajaran yang dipilih, yakni “Model Pembelajaran Konstruktivistik Belajar Mandiri”. Model ini menekankan pada upaya langkah mendorong, membimbing, dan pada akhirnya menuntut mahasiswa belajar mansiri bereksplorasi dalam pengembaraan pengalaman belajar tercermin pada kemampuan alur pikir dan nalar yang konstruktif dan beragumentatif. Oleh karena itu Bahan Ajar ini bukan satu-satunya sumber belajar mahasiswa yang mutlak. Akan tetapi mahasiswa wajib melakukan pengkhayaan literatur untuk memupuk kemampuan kognitif yang diharapkan. Mahasiswa seyogyanya menambah wawasan pengetahuan sejenis dari berbagai sumber yang sudah ditunjuk atau sumber lainnya.

Judul                     : Skenografi

Penulis                 : Joko Aswoyo

No. ISBN              : 978-602-8755-06-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 79

Deskripsi:

Bahan ajar ini membahas tentang ruang lingkup skenografi berupa konsep-konsep dasar tata artistik ruang pentas. Skenografi I akan banyak membantu dalam mengkomunikasikan gagasan mahasiswa melalui kesatuan wujud visual yang berupa tata cahaya dan tata pentas. Disamping itu wujud visual ini juga dapat membantu mengekspresikan sudut pandang sutradara atau seniman pengkarya tentang latar belakang historis karya-karyanya.

Judul                     : Psikologi Massa

Penulis                 : Nunuk Nur Shokiyah.

No. ISBN              : 978-602-8755-05-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 75

Deskripsi:

Bahan ajar ini membahas tentang aspek-aspek psikologi dalam masyarakat dan mampu mengaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Mata kuliah ini berusaha mengaplikasikan psikologi dalam kehidupan kesenian.Tujuan Instruksional yang akan dicapai pada bahan ajar Psikologi Massa ini adalah mampu menjelaskan pengertian psikologi,sejarah perkembangan psikologi dan aliran-aliran dalam psikologi, mampu menjelaskan tentang manusia dalam pandangan psikologi, mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku baik faktor personal maupun faktor situasional, mampu menjelaskan tentang psikologi sosial, mampu menjelaskan tentang interaksi sosial dan faktor-faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial, dan mampu menjelaskan tentang psikologi apresiasi seni.

Judul                     : Animasi I

Penulis                 : Ranang A.S.

No. ISBN              : 978-602-8755-04-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 143

Deskripsi:

Buku Animasi I dimaksudkan untuk menjadi salah satu pegawai perkuliahan mahasiswa dan dosen Jurusan Multimedia Program Study Televisi dan Film pada mata kuliah Animasi I. Selain itu buku ajar ini sebagai referensi mata kuliah atau Animasi I atau Animasi II dimensi di Fakultas Seni Rupa dan Desain. Buku ajar Animasi I difokuskan pada pembelajaran Animasi Kartun. Tujuan Intruksional Umum (TIU) pembelajaran Animasi I adalah setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa mampu menggambar karakter kartun secara manual (freehand) dan digital (computerrized), serta menganimasi klip kartu. Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat membuat Animasi kartun secara digital.

Judul                     : Komputer Grafis I

Penulis                 : Anton Rosanto

No. ISBN              : 978-602-8755-03-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 155

Deskripsi:

Buku ajar Komputer Grafis I ini difokuskan pada pembahasan software pengolah grafis berbasis Vektor khususnya CorelDraw X3. Buku ajar ini dimaksutkan untuk membantu dan memfasilitasi mahasiswa untuk mencapai kompetensi mengoperasikan komputer grafis fokus CorelDraw. Oleh karena itu materi yang tersaji berupa sedikit pemahaman teoritis dan mayoritas petunjuk praktis, yakni: pengenalan berbagai menu dalam properti bar, toolbar dalam software CorelDraw, pengaplikasian tekhnik menggambar dengan CorelDraw. Buku ajar ini tentunya akan bermanfaat apabila tidak hanya dibaca tetapi yang terpenting dalam pembelajaran model ini adalah dengan banyak berlatih dan melakukan study kasus.

Judul                     : Antropologi Seni

Penulis                 : Mukhlas Alkaf

No. ISBN              : 978-602-8755-02-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 158

Deskripsi:

Buku ajar Antropologi Seni bermaksud untuk memberikan wawasan/ pengetahuan kepada para mahasiswa mengenai pengertian antropologi, konsep- konsep perubahan sosial budaya, praktik sosial hingga strategi kebudayaan, relevansi kesenian dengan struktur sosial budaya masyarakat pendukung, dll. Tujuan buku ajar ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan berbagai pengaruh praktik sosial budaya, struktur sosial budaya, yang memiliki pengaruh terhadap terbentuknya berbagai ekspresi kesenian. Sebagai calon pelaku seni, para mahasiswa diharapkan memahami bahwa kesenian tidak “berjalan dalam ruang hampa”, tetapi seni berada ditengah masyarakat yang keberadaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial dimana kesenian itu timbul, lebih jauh seni juga mampu mempengaruhi masyarakat sekitar. Ekspresi corak kesenian seringkali juga merupakan cermin dari kondisi sosial masyarakat pendukung.  

Judul                     : Bahasa Indonesia I

Penulis                 : Dr. Ana Rosmiati, M.Hum.

No. ISBN              : 978-602-8755-01-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 131

Deskripsi:

Beberapa tahun lalu Bahasa Indonesia menjadi mata kuliah wajib pada berbagai perguruan tinggi negri dan swasta. Pengambilan kewajiban itu bertumpu pada kenyataan bahwa mahasiswa memerlukan bimbingan dan pengarahan khusus agar terampil mengungkapkan gagasan dan merumuskan hasil pengamatannya dengan Bahasa Indoneisa yang lugas, baik dan benar. Oleh karena itu, titik berat bahan ajar ini adalah kemampuan menyususun karya ilmiah. Bahan ajar ini diharapkan dapat menjadi acuan dasar bagi para mahasiswa akan suatu pedoman penulisan karya ilmiah yang ringkas dan praktis. Isinya adalah sebagian bahan kuliah seperti yang diberikan diperguruan tinggi lainnya.

Judul                     :  Sejarah Karawitan II

Penulis                 : Rabimin

No. ISBN              : 978-602-8755-00-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 181

Deskripsi:

Bahan ajar Sejarah Karawitan II disusun dengan mengkompilasi seluruh bahan atau materi perkuliahan yang diambil dari buku teks, tesis, jurnal ilmiah, artikel, dan lain-lain. Sejarah Karawitan II membahas peristiwa karawitan padaabad XIX sampai dengan akhir abad XX.      

Judul                     : Bentuk & Fungsi Wacana SMS

Penulis                 : Dr. Ana Rosmiati, M.Hum.

No. ISBN              : 979-8217-99-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 179

Deskripsi:

Isi buku ini mencoba memaparkan secara rinci mengenai bentuk dan fungsi wacana SMS (Short Message Service). Sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini, SMS menjadi fenomena yang luar biasa sehingga mampu mengubah pola hidup dan komunikasi di masyarakat. Oleh karena itu, penulis akan memaparkan secara terperinci mengenai bentuk dan fungsi wacana SMS dilihat dari sudut pandang kebahasaan dan kemasyarakatan.

Judul                     : Pakeliran Wayang Purwa dari Ritus sampai Pasar

Penulis                 : T. Slamet Suparno

No. ISBN              : 979-8217-98-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 200

Deskripsi:

Sampai saat ini pakeliran masih hidup ditengah-tengah masyarakat Jawa, masih dihidupi, dan menghidupi orang Jawa. Dengan demikian, selama pakeliran masih hidup ditengah-tengah masyarakat Jawa, berarti persoalan kehidupan pakeliran tidak akan pernah habis dibicarakan. Pakeliran sebagai sebuah institusi sosial akan selalu berkembang berubah mengikuti perubahan lingkungannya, baik lingkungan sosio-budaya, sosio-ekonomi, dan sosio-politik.

Judul                     : Tari, Seremoni, dan Politik Kolonial (I)

Penulis                 : R.M Pramutomo

No. ISBN              : 979-8217-97-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 179

Deskripsi:

Buku ini banyak mendasarkan kepada pencarian sumber-sumber primer yang tertuang di dalam catatan menuskrip, arsip, maupun dokumen-dokumen di Keraton Yogyakart. Selama lebih dua tahun sejak pertengahan tahun 2004 hinggal awal tahun 2006, sumber-sumber tradisional, baik manuskrip, arsip, maupun dokumen diatas telah ditelaah untuk memenuhi kapabilitas sumber primer dan memiliki kadar historis dalam rangka mendasari penulisan ini. Segala hambatan dan kesulitan yang telah dihadapi, sedikit demi sedikit dapat diatasi berkat bimbingan, bantuan, dorongan, dan bahkan pengorbanan dari banyak pihak. Oleh sebab itu, sudah selayaknya jika penulis dengan setulus-tulusnya ingin menyampaikan ucapan terima kasih disertai penghargaan yang tinggi kepada mereka yang tersebut di bawah ini.

Judul                     : Wajah Tari dalam Perspektif

Penulis                 : Wahyudiyanto

No. ISBN              : 979-8217-96-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 132

Deskripsi:

Tari sebagai pengetahuan dan tari sebagai nilai keindahan lahir dari ranah pemahaman yang berbeda. Sebagai pengetahuan tari dimengerti berdasarkan proses analisis panjang dan mendalam terhadap sosok tari sehingga dengan vitalitas kognisi kontruksi tari dapat diliterasi kembali dalam wacana informatif. Sedangkan tari sebagai bahasa idiomatik hanya dapat disentuh oleh rasa hayatan. Keindahannya merupakan hasil dari proses komunikasi estetik ketika tari dipertunjukan. Ada hubungan organik antara pengetahuan tari dan nilai keindahannya. Seperti puisi maka susunan kata dalam bait merupakan cara untuk merangkai pesan. Sedangkan keindahannya melekat pada penghayatan pada penghayatan bahasanya.

Judul                     : Nilai Kepemimpinan Lakon Wahyu Makutharama dalam Perspektif Metafisika

Penulis                 : Dr. Suyanto, S.Kar., M.A.

No. ISBN              : 979-8217-95-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 300

Deskripsi:

Pertunjukan wayang cukup merakyat dan paling khas dikalangan masyarakat Jawa. Orang Jawa pada umumnya memandang wayang sebagai “cermin kehidupan” atau wewayanganing urip. ditinjau dari asal mulanya, seni pertunjunkan wayang merupakan hasil karya dari kegiatan religius masyarakat Jawa pada zamannya, karena cerita wayang dipandang sangat sesuai untuk menyampaikan hal-hal ke-Ilahi-an (Zoedmulder, 1990;285)

Judul                     : Ensiklopedi Karawitan Bali

Penulis                 : Pande Made Sukerta

No. ISBN              : 979-8217-94-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2009

Jumlah halaman: 412

Deskripsi:Dalam Ensiklopedi Karawitan Bali edisi kedua ini, terdapat penambahan istilah dan penjelasan baik berupa foto, diagram dan notasi gending. Penambahan ini dengan harapan, agar para pembaca dapat memahami serta mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Suatu istilah tidak hanya dilihat sebagai istilah belaka, namun dibalik istilah tersebut mengandung atau tersirat makna-makna yang dilandasi dengan latar belakang budaya dan ekspresi masyarakatnya. Suatu istilah yang digunakan dalam masyarakat, merupakan hasil kesepakatan secara turun-temurun yang patut dihargai. Bali, dilihat dari segi luas wilayah relatif kecil dibandingkan dengan pulau-pulau yang lain, seperti pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dsb, namun pada potensi budayanya khususnya seni karawitan. Di Bali terdapat sekitar 35 jenis Barungan gamelan, satu dengan yang lainnya mempunyai bentuk, repertoar, garap, fungsi, dan seniman pendukung yang berbeda-beda. Dengan banyaknya jumlah jenis barungan gamelan sekaligus diiringi dengan banyaknya peristilahan yang digunakan dalam jenis-jenis barungan gamelan tersebut. Selain itu juga karena bebasnya para seniman memberikan suatu nama atau istilah pada suatu obyek tertentu. Dampak banyaknya jumlah jenis barungan dan kebebasan para seniman, maka banyak muncul. Meskipun sudah ada penambahan istilah dalam Ensiklopedi Karawitan Bali Edisi Kedua ini, namun masih banyak istilah-istilah karawitan Bali yang belum dikaji. Dengan demikian penulisan Ensiklopedi Karawitan Bali akan terus dilakukan.

Judul                     : Industri Kreatif Berbasis Tradisi dalam Era Globalisasi

Penulis                 : Ellya Zulaikha, dkk

No. ISBN              : 979-8217-91-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2008

Jumlah halaman: 246

Deskripsi:

Industri Kreatif adalah Industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu yang mencakup berbagai bidang/sektor seperti : periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain, desain fesyen, video, film, dan fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan, dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, televisi dan radio, serta riset, dan pengembangan. Dalam perkembangannya, industri kreatif ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, terutama yang berkaitan dengan sektor yang bersinggungan dengan seni dan teknologi.

Judul                     : Kepahlawanan Tari Ngremo Surabayan

Penulis                 : Wahyudiyanto

No. ISBN              : 979-8217-90-X

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2008

Jumlah halaman: 164

Deskripsi:

Tari Ngremo adalah tari yang sering disaksikan pada pertunjukan Ludruk atau ditarikan oleh para remaja pada perayaan 17 Agustusan (HUT Kemerdekaan RI) menyimpan kandungan nilai sosial politik, disamping nilai estetik. Wahyudiyanto telah menelusuri tari Ngremo dalam relung dinamika diakronik; perjalanan waktu selama tari Ngremo diekspresikan penari-penarinya. Wahyudiyanto tampak tidak hanya melihat tari Ngremo sebagai sebuah fenomena estetika yang berupa struktur gerak yang memiliki pola gending yang khas Jawa Timur. Namun penerawangan dan penafsirannya mengarah pada pemikiran konstruktif masyarakat pendukungnya. Realitas seni adalah realitas kreatif, individual, dan imajinatif. Ternyata realitas tari Ngremo tidak demikian, tetapi sebuah ekspresi personal dalam ruang estetik masyarakat pendukungnya; maka ada hubungan yang signivikan antara kontruksi gerak yang disebut “tari” dengan realitas masyarakatnya, seperti khasus Tari Ngremo di Surabaya.

Judul                     : Analisa Gerak dan Karakter

Penulis                 : A. Tasman

No. ISBN              : 979-8217-89-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2008

Jumlah halaman: 111

Deskripsi:

Dalam seni pertunjukkan khususnya dibidang tari bahwa keindahan gerak terbentuk sangat kompleks dan unik. Berbagai faktor dalam hubungan keseluruhan bentuk saling menjalin tetapi tak mudah diamati dan dijabarkan cirinya. Pada komunikasi hayatan karakter gerak seringkali tehniknya seolah-olah hilang dari pengamatan ketika keindahan karakter muncul pada bentuknya. Tulisan ini disusun berkat pengalaman dan perhatian kami sejak belajar menari harus menguasai dan menghayati tehnik bentuk dalam identitas keindahan. Sebagai pengajar estetika tari dan analisa gerak karakter selama 25 tahun mendorong kecermatan menjelaskan tehnik bentuk gerak pada nilai keindahan maupun kecermatan menjelaskan tehnik bentuk gerak pada nilai keindahan maupun karakter. Pengalaman sebagai pengamat festival tari lokal selama 45 tahun dan festival nasional 8 tahun memberi manfaat dalam kajian tehnik maupun nilai keindahan/karakter.

Judul                     : Seni Pertunjukkan dan Seni Rupa

Penulis                 : Prof. Dr. Timbul Haryono, M.Sc.

No. ISBN              : 979-8217-87-X

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2008

Jumlah halaman: 191

Deskripsi:

Buku ini merupakan kumpulan artikel yang telah dikembangkan, diubah, serta ditambah dari tulisan-tulisan yang pernah disampaikan oleh penulis didalam berbagai kesempatan pertemuan ilmiah. Tujuan penerbitan kumpulan tulisan ini untuk memberikan gambaran dan memberikan inspirasi kepada para peneliti bidang seni, agar ke depan dapat memacu kearah penelitian seni yang bersifat multidisiplin dengan berbagai permasalahan yang ada.

Judul                     : KRT Wiroguno

Penulis                 : RM. Suyamto

No. ISBN              : 979-8217-86-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2008

Jumlah halaman: 138

Deskripsi:

Sebagai seorang seniman, KRT Wiroguno telah menunjukkan tanggung jawabnya yang besar pada masyarakat dalam menjaga soko guru karakater bangsa melalui pengabdiannya sampai akhir hayat dalam bidang kesenian dan kebudayaan, khususnya bidang seni karawitan. Hal ini terlihat dari karir berkesenian beliau yang senantiasa aktif mempresentasikan gagasan dan karyanya kepada masyarakat. Menunjukkan dedikasinya yang tinggi dalam mempertahankan seni dan budaya daerah yang adiluhung, karena mengandung nilai-nilai kehidupan yang positif. Berbagai adaptasi melodis sering diketemukan dalam beberapa komposisi yang khusus seperti pada gending-gending ciptaan KRT Wiroguno, antara lain Wilhelmus, Padherah, Mapro, dan Degung Banten. Kemudian juga ditemukan pada karya-karya gending yang khas pula seperti pada judul Thilang Ngoceh atau Nyandhak Murda. namun dari sekian karya yang memiliki jangkauan imajinatif itu dua karya penting beliau adalahgending Prabu Mataram dan Tedhak Saking. Kedua ciptaan beliau ini sampai sekarang menjadi gending resmi untuk audiensi Sultan Yogyakarta hingga saat ini. Hal inipun masih dapat dilengkapi dengan karya beliau untuk gending sekaten yang melengkpai delapan gending lain yang dimainkan setiap bulan Mulud, antara lain gending-gending Yaume, Sulatun, Sahadatun, dan Ngajatun.

Judul                     : Krisis Kritik

Penulis                 : Rustopo

No. ISBN              : 979-8217-83-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2008

Jumlah halaman: 272

Deskripsi:

Salah satu idaman Pak Gendhon semasa hidupnya adalah menghidupkan kritik sebagai bagian dari kehidupan seni yang sehat. Beliau mengimplementasikan kehidupan kritik dalam kerja sehari-hari, mendorong para cantriknya untuk menulis kritis, serta merencanakannya untuk menjadikan kritik seni sebagai salah satu bidang studi unggulan di ASKI Surakarta. Akan tetapi, sepeninggall beliau tidak ada yang meneruskan cita-cita tersebut. Sementara itu kehidupan yang mengedepankan kepentingan pasar semakin meminggirkan kehidupan kritik. Media-media massa tidak menyediakan ruang yang cukup leluasa untuk itu. Keadaan ini terjadi menyeluruh dan tergambar potret-potret kehidupan politik, ekonomi, budaya dan sosial. Kritik itu mati dimana-mana : di sidang DPR/MPR, dikalangan masyarakat, disekolah-sekolah, diperguruan tinggi dan di dalam kehidupan kesenian. Yang ada bukan kritik, tetapi hujatan yang dibalas dengan hujatan juga. Hujat menghujat yang didasarkan atas pembenaran diri yang tidak proporsional; didasarkan atas kepentingan pribadi atau golongan; atau didasarkan atas emosi sesaat. Itu semua jauh dari kritik yang sebenarnya, yang pernah di idamkan oleh Pak Gendhon.

Judul                     : Falsafah Bangsa Indonesia (Pancasila)

Penulis                 : Drs. Isnawan Dwi Parwanto

No. ISBN              : 979-8217-82-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2008

Jumlah halaman: 166

Deskripsi:

Pancasila yang kita kenal merupakan hasil kompromi antara pihak Islam dan kelompok Nasionalis, yang sebagian besar juga beragama Islam. Pancasila yang termuat dalam Piagam Jakarta, 22 Juni 1945 pada Klausa yang terdapat di sila Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syari’at Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya, di hilangkan demi menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Perubahan ini merupakan suatu kompromi politik yang sangat mendasar. Sekalipun Klausa penting itu dicoret, umat Islam tidak sepenuhnya dirugikan, sebab sila Ketuhanan diiringin deng atribut Yang Maha Esa. Atribut itu jelas simbol ajaran monoteisme (tauhid yang merupakan intisari ajaran Islam).  Sikap penguasa terhadap fenomena agama bersifat ambivalen. Disatu segi, agama dipandang sebagai tiang pokok untuk menciptakan manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi di segi lainnya tidak satu agamapun yang dianggap istimewa. Oleh karena itu, Indonesia tidak memiliki agama resmi negara, sekalipun penganut Islam menempati posisi mayoritas di negara ini. Maka cukup mencengangkan ucapan Katib ‘Am PBNU, Said Agil Siradj ketika merespon adanya keinginan dari partai-partai Islam membentuk fraksi Islam di DPR hasil pemilu 1999. Ia mengatakan : “Bahwa pembentukan fraksi Islam adalah penghianatan pada komitmen membangun negara kebangsaan “.

Judul                     : Pengetahuan Tari

Penulis                 : Wahyudiyanto

No. ISBN              : 979-8217-80-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2008

Jumlah halaman: 140

Deskripsi:

Buku Pengetahuan Tari ini merupakan pengetahuan dasar tari yang diharapkan dapat memberikan pondasi didalam menelaah tari lebih luas dan dalam. Buku ini disusun untuk memenuhi kebutuhan tentang dasar pengetahuan tari. Namun disadari bahwa ini merupakan langkah awal didalam penulisan berupa buku pengetahuan tentang tari, khususnya terkait dengan tari-tarian tradisi Surakarta dan Jawa Timur.

Judul                     : Ki Manteb Soedharsono

Penulis                 : Dr. Wahyono, M.Pd.

No. ISBN              : 979-8217-78-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2008

Jumlah halaman: 116

Deskripsi:

Seni pertunjukkan wayang merupakan salah satu cabang kesenian tradisional yang menarik perhatian masyarakat luas. Profil seorang dalang yang sukses yang berkaitan dengan status sosial dan kegiatannya sebagai guru masyarakat. Oleh karena itu, kepada para dalang-budayawan-pakar pedalangan dihaturkan banyak terima kasih.

Judul                     : Taksonomi Seni

Penulis                 : Prof. Dr. Sri Hasnanto. S.Kar

No. ISBN              : 979-8217-77-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 164

Deskripsi:

Buku ini dicetak karena Karawitan Gaya Kraton Surakarta menyimpan banyak kandungan sehingga dapat digunakan untuk menyusun contoh pola taksonomi seni sebanyak-banyaknya.

Judul                     : Pengembangan Ilmu Budaya Hasil Simposium Manajemen Seni

Penulis                 : Dr. Sarwanto, S.Kar.,M.Hum

No. ISBN              : 979-8217-75-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 150

Deskripsi :

Seni Nusantara kini telah berkembang menjadi bagian dari disiplin ilmu humanioria di Indonesia. Pertumbuhan disiplin ini diawali sejak pemerintah secara bertahap mendirikan perguruan tingi seni di Indonesia yang lebih berorientasi untuk mempelajari kesenian yang berbasis pada nilai-nilai kenusantaraan.

Judul                     : Metodologi Penciptaan Seni dari Praradigma hingga Metode

Penulis                 : Guntur

No. ISBN              : 979-8217-74-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 90

Deskripsi :

Berbagai hal didalam kasus penciptaan seni itu memang tidak bisa dibakukan, tetapi merupakan sesuatu yang terus muncul model-model dan itu memang seharusnya kita cari terus. Yang visa kita petik adalah nampaknya prosesnya ini ada kesamaan-kesamaan. Proses-proses, kesamaan dalam proses itulah barangkali nanti yang bisa kita tarik butir-butirnya. Jadi jangan takut dengan kata metodologi penciptaan seni itu sendiri, itu tidak menakut-nakuti, justru kita didalam menyumbang semakin semaraknya hadirnya kekaryaan baru kita.

Judul                     : Kerisologi Seni, Pengetahuan, dan Teknologi

Penulis                 : Guntur

No. ISBN              : 979-8217-73-X

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 168

Deskripsi :

Pada jaman Demak, keris tidak hanya sebagai perlengkapan tetapi juga senjata andalan didalam berhadapan dengan musuh. Bahkan sampai sekarang, keris masih memupnyai makna, baik dalam aspek fungsional maupun sebagai perlengkapan pakaian adat.

Judul                     : Pengembangan Ilmu Budaya Hasil Simposium Nasional Metodologi Penelitian Seni

Penulis                 : Waridi

No. ISBN              : 979-8217-72-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 96

Deskripsi :

Penelitian di dalam bidang seni,  ini pada umumnya masih meminjam teori-teori ilmu yang lain. Tidak jarang kita masih meminjam ilmu-ilmu sosial, bahkan akhir-akhir ini antara ilmu sosial dan ilmu alam masih dipakai dalam membahas permasalahan didalam bidang seni. Oleh karena itu simposium ini diharapkan dapat paling tidak memberikan gambaran kepada kita sebenarnya begitu kompleksitasnya fenomena permasalahan didalam bidang seni maka tentunya kita harus pandai-pandai memilih metodologi atau pendekatan akal yang sebenarnya yang bisa digunakan dalam menghadapi permasalahan yang kita hadapi bersama.

Judul                     : Hasil Simposium Membumikan Etnomusikologi Nusantara

Penulis                 : Aton Rustandi Mulyana

No. ISBN              : 979-8217-71-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 162

Deskripsi :

Etnomusikologi Nusantara merupakan isu akademik dari disiplin etnomusikologi yang berkembang di Nusantara (Indonesia). Isu ini merupakan wacana dari refleksi sekaligus kritik terhadap perkembangan disiplin etnomusikologi yang sudah berkembang di Nusantara puluhan tahun yang lalu; apakah etnomusikologi yang berkembang di Nusantara ini sudah berkembang menjadi ilmu yang lebih mapan, berkarakter, dan bermanfaat? Apakah disiplin ilmu yang berkembang di dan diadopsi dari Barat ini sudah tersosialisasikan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Nusantara? Bagaimana peran dan kontribusi yang dijalankan oleh para alumni etnomusikologi ini terhadap persoalan dan kebutuhan masyarakat? Pertanyaan-pertanyaan reflektif ini menjadi penting dikemukakan sebab cikal bakal dan kehadiran pengembangan disiplin etnomusikologi ini sudah berlangsung lama. Kedua, refleksi ini penting untuk mengetahui tingkat kemajuan pengembangan ilmu etnomusikologi, khususnya yang berkembang di Nusantara.

Judul                     : Hasil Simposium Karawitanologi

Penulis                 : Waridi

No. ISBN              : 979-8217-70-5

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 117

Deskripsi :

Sejak awal abad XX, karawitan Jawa telah menjadi sasaran dan dikaji dari sisi keilmuwannya oleh peneliti Barat. Artinya karawitan sebagai ilmu, telah tumbuh sejakawal abad XX itu, dan dimulai oleh orang asing yang memiliki minat besar terhadapnya. Jauh sebelum dijamah oleh peneliti asing, ‘konsep’ dan hal-hal yang bersifat ‘teoretik’ didalam tubuh karawitan Jawa itu sendiri sebenarnya telah ada. Permasalahannya hal yang berkenaan dengan ‘konsep dan teoretik’ karawitan tersebut belum diungkap, ditata, dijelaskan, dan dirumuskan secara sistematis dengan menggunakan prinsip-prinsip kerja ilmiah. Akibatnya konsep dan hal-hal yang bersifat teoretik itu belum terpublikasikan dalam wujud tulisanyang sistematis dan maknanya masih cenderung berada dibalik benak para pelaku dan pemiliknya. Budaya oral dan kebiasaan berfikir ‘taken for granted’ , yang mewarnai kehidupan masarakat Jawa (Indonesia) pada masa itu, menjadi salah satu penyebab keterlambatan para pelaku dan pemilik karawitan dalam mengungkap, mengidentifikasi, mengklasifikasi, menjelaskan, menganalisis, dan merumuskan konsep-konsep karawitan dibandingkan dengan para peneliti atau sarjana asing. Konsep bentuk atau struktur gending yang demikian jelas, termasuk konvensi-konvensi yang mengatur besar kecil atau panjang pendeknya komposisi musikal, susunan kalimat lagu , dan urutan sajian pada bagian-bagiannya, adalah contoh kongkritnya.

Judul                     : Gending-gending Tradisi Kebumen

Penulis                 : Rabimin

No. ISBN              : 979-8217-69-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 107

Deskripsi :

Buku ini mengenang dan mengangkat kembali karya karawitan berupa gending-gending tradisi kebumenan yang belakangan ini telah banyak yang dilupakan oleh warga masyarakat seniman setempat. Gending-gending kebumenan yang tersebar di berbagai jenis kesenian seperti : Lengger, Angguk, Jamjaneng, Wayang Golek, dsb.

Judul                     : Begalan Seni Tradisi Upacara Penganten Masyarakat Banyumas

Penulis                 : Slamet MD, dkk

No. ISBN              : 979-8217-68-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 92

Deskripsi :

Peristiwa Begalan berawal ketika Adipati Wirasaba mengawinkan anaknya dengan putra Adipati Banyumas sekitar abad XIX. Kehadiran Begalan dalam upacara Perkawinan di Banyumas dikaitkan dengan peristiwa perkawinan anak Wirasaba dengan anak Adipati Banyumas yang banyak mendapat rintangan saat ngunduh mantu. Peristiwa itu menjadi kepercayaan masyarakat Banyumas untuk mengadakan Begalan dalam upacara pengantin seperti yang di syaratkan. Kedudukan Begalan sebagai kesenian rakyat Banyumas sementara sangat erat hubungannya dengan upacara perkawinan, karena kesenian ini hadir tidak luput dari adat kebiasaan dan kepercayaan masyarakat. Begalan mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan masyarkat, kesenian ini tidak hanya dipertunjukan dalam upacara pengantin seperti yang di syaratkan, yaitu perkawinan antara anak sulung dengan anak sulung, anak sulung dengan anak bungsu, dan anak bungsu dengan anak bungsu, tetapi hampir setiap perkawinan di Banyumas selalu menghadirkan Begalan.

Judul                     : Kekriyaan Nusantara

Penulis                 : Soegeng Toekio M, dkk

No. ISBN              : 979-8217-66-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 238

Deskripsi :

Sebuah pemetaan singkat mengenai lingkup kekriyaan sebagai wujud nyata khasanah budaya bangsa ditengah pencaturan budaya global yang tampil dengan keragaman serta keunggulan dan ditandai pula dengan maraknya ciri multikultural. Isu globalisasi yang muncul ditengan kebiasaan lama itu tampaknya mampu menghentak tatanan yang telah dibangun berabad-abad. Kenyataan tersebut kini kian melanda berbagai aspek kehidupan, sehingga layak mendapat perhatian dari berbagai komponen bangsa.

Judul                     : Etnomusikologi Nusantara: Perspektif dan Masa Depannya

Penulis                 : Dr. Santosa, S.Kar., M.Mus., M.A. dkk

No. ISBN              : 979-8217-64-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 165

Deskripsi :             

Penulisan buku ini tidak seperti judul bukunya yang ambisius dan pretensius dimaksudkan sebagai langkah awal untuk “membuat peta” sasaran bidang studi etnomusikologi di Nusantara, cara kerja, metodologi, prestasi yang sudah dicapai sampai saat ini dan prospeknya di masa mendatang. Wilayah cakupannya cukup luas dan meliputi ranah beragam sehingga walaupun kami telah berusaha sekuat tenaga untuk menyajikan sebanyak dan selengkap mungkin bahan-bahan dan perenungan, tetapi kami menyadari bahwa hasil yang dicapai dalam buku ini masih belum memenuhi harapan. Hal ini disebabkan oleh karena pemikiran kami mempunyai keterbatasan dalam banyak hal baik dalam ranah metodologi, konsepsi, maupun aplikasi praktis etnomusikologi dan oleh karenya tidak dapat mencakup banyak persoalan yang terpampang di dalam judul buku ini.

Judul                     : Estetika Seni Rupa Nusantara

Penulis                 : Dharsono(Sony Kartika) & Hj. Sunarmi

No. ISBN              : 979-8217-63-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 261

Deskripsi :

Renungan ajaran budaya jawa tentang sikap dan tatalaku hidup sebagai manusia yang mendambakan kautamaning gesang bebrayan yaitu renungan tentang bagaimana seseorang harus mempertahankan hidup dan kehidupannya (hak dan kewajiban) sebagai manusia yang berbudi luhur. Renungan tentang tata laku susila (etika) bukan merupakan refleksi teoritis belaka, melainkan merupakan tindakan dari prilaku baik sebagai sarana mencapai kesempurnaan, yaitu menjalankan “dharmma”: kewajiban seorang manusia dalam hidup dan kehidupannya, bila mana kewajiban ini senantiasa dilakukan dengan baik, maka kita akan mendapatkan “makaputusa sang hyang kalepasan”: dia akan mencapai kamuksan atau kebebasan (liberation). Pandangan orang Jawa dalam melihat, memahami, dan berperilaku juga berorientasi terhadap budaya sumber. “proses budaya Jawa selaras dengan dinamika masyarakat yang mengacu pada konsep budaya induk, yaitu “sangkan paraning dumadi”. Kelahiran dan atau keberadaan karena adanya hubungan antara manusia dengan Tuhannya melalui proses kelahiran, hidup dan mendapatkan kehidupan, yang semuanya terjadi oleh adanya sebab dan akibat. Konsep tersebut dalam budaya Jawa dikenal dengan istilah nunggak semi.

Judul                     : Arsitektur & Interior Nusantara

Penulis                 : Sunarmi dkk

No. ISBN              : 979-8217-62-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 231

Deskripsi :

Interior dan arsitektur sebagai produk budaya tidak hanya mengundang decak kagum karena visualitas artefak yang tampak sangat artistik dan estetik bagi perseptual kita. Akan tetapi, seperti halnya artefak lain, interior dan arsitektur juga memiliki kandungan fakta mental dan fakta sosial. Artinya, sebagai produk budaya, interoir dan arsitektur adalah paduan tiga wujud budaya, sebagaimana dinyatakan Koentjaraningrat, yakni gagasan dan perilaku yang termanifestasikan ke dalam benda-benda budaya.

Judul                     : Sejarah Tari Jejak Langkah Tari di Pura Mangkunagaran

Penulis                 : Wahyu Santosa Prabowo, S.Kar., M.S. dkk

No. ISBN              : 979-8217-61-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 238

Deskripsi :

Seniman-seniman tari tradisi masa lalu yang mewariskan tari tradisi kepada generasi penerusnya secara sadar mempunyai konsep-konsep, pemikiran, pandangan tertentu yang ada keterkaitan dengan sosio kultural zamannya, ada ikatan dengan pandangan dunia pada zamannya.

Suatu fenomena yang menarik untuk mengungkap kesejarahan Tari Gaya Mangkunagaran, karena Gaya tari ini hadir terkait erat dengan berbagai pandangan, pikiran, konsep, sikap, serta integritas profesional, dan perjalanan peperangan Mangkunagara I selama 16 tahun. Banyak karya tari yang hadir difungsikan sebagai monumen Perjuangan, seperti Tari Bedhaya Anglirmendhung yang merupakan suatu monumen Palagan Kasatrian Ponorogo, yaitu mengungkapkan peperangan RM. Said dengan Pangeran Mangkubumi di Dukuh Kasatrian Ponorogo pada tahun 1678 Jawa atau tahun 1752 Masehi.

Judul                     : Estetika Pedalangan

Penulis                 : Soetarno, Sunardi, Sudarsono

No. ISBN              : 979-8217-59-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 215

Deskripsi :

Penulisan buku ini dimaksudkan pula untuk mendukung proses pembelajaran seni pedalangan, baik secara formal maupun non formal. Hal ini terkait erat dengan matakuliah Estetika Pedalangan. Oleh karena buku ini terkait dengan materi pembelajaran seni, terutama seni pedalangan, maka buku ini menjadi penting bagi pelajar seni, terutama sebagai bahan bacaan dan referensi tentang seni pedalangan maupun sebagai rujukan bagi proses penciptaan dan penelitian seni pedalangan.

Judul                     : Sejarah Pedalangan

Penulis                 : Soetarno . Sarwanto . Sudarko

No. ISBN              : 979-8217-58-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 342

Deskripsi :

Pertunjukan wayang kulit purwa Jawa merupakan bentuk kesenian yang sangat populer dan akrab dengan seluruh lapisan masyarakat. Berbagai bentuk kesenian yang hidup dan berkembang di Jawa, pertunjukan wayang kulit masih mampu menyentuh hati sanubari dan menggetarkan jiwa masyarakat pendukungnya. Di samping itu pertunjukan wayang kulit purwa tidak jarang dijadikan saranan komunikasi sebagai media penerangan, pendidikan, media pembelajaran, propaganda dll, dan yang penting dari sekian fungsi itu yang hakiki sebagai sarana untuk memahami kehidupan manusia. Dalam perjalan sejarah, pertunjukuan wayang kulit selalu dikaitkan dengan peristiwa kehidupan manusia seperti menyertai upacara perkawinan, khitanan, kelahiran, syukuran, atau ruwatan bagi anak yang sukerta. Fungsi pertunjukan wayang yang semula sebagai upacara keagamaan telah berubah yakni sebagai alat dakwah, alat hiburan, yang cenderung memberikan hiburan pada penonton. Mengenai asal usul wayang, sejak abad XI pada zaman Airlangga wayang kulit telah menjadi seni pertunjukkan yang menyampaikan nilai-nilai estetis di samping juga menyampaikan nilai hiburan.

Judul                     : Teori Pedalangan

Penulis                 : H. Bambang Murtiyoso, S.Kar., M.Hum dkk

No. ISBN              : 979-8217-57-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 160

Deskripsi :

Wayang bagi masyarakat Jawa masa lalu, tidak hanya dipandang sebagai ekspresi seni, tetapi sering dipahami sebagai sumber acuan hidup. Pertunjukan wayang oleh para pecintanya dinyatakan penuh dengan nilai-nilai seperti: filsafat, etika, sosio-religius, dan padeagogis. Sesungguhnya, wayang adalah sebuah ekspresi batiniah atau inner culture. Wacana yang paling banyak beredar di khalayak luas adalah pertunjukan wayang harus mengungkapkan dua hal tuntunan dan tontonan. Yang menganggap pakeliran itu sebagai tuntunan, pakeliran diletakkan kepada kerangka kehidupan bermasyarakat, tekanannya pada segi manfaat dan/atau guna dalam kehidupan berbudaya; dari masalah-masalah yang berkai dengan kehidupan rohani. Tuntunan, dalm pakeliran dapat berupa devosional (menyangkut nilai-nilai religi) dan etika (moral atau budi pekerti). Sedang fungsi tontonan dalam pakeliran diposisikan dalam kerangka estetika atau keindahan seni serta hiburan (yang berupa sabet-sabet akrobatik dan adegan humor). Buku Teori Pedalangan ini berbentuk bunga rampai yang disajikan secara beragam sesuai dengan kapasitas penulis masing-masing. Kemungkinan besar buku ini masih bersifat elementer, yang diharapkan bermanfaat bagi peminat awal yang ingin mengenal jagad pedalangan.

Judul                     : Kehidupan Karawitan pada Masa Pemerintahan PB X, MN IV dan Informasi Oral

Penulis                 : Prof . Dr. Rustopo, S.Kar., M.S. dkk

No. ISBN              : 979-8217-55-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 279

Deskripsi :

Telah banyak dibicarakan oleh pata penulis, bahwa karawitan Jawa gaya Surakarta sampai mencapai bentuknya seperti sekarang ini mengalami perjalanan kehidupan yang berabad-abad. Pandangan semacam itu bukanlah tanpa alasan, sebab jika ditilik secara seksama, bahwa karawitan Jawa gaya Surakarta sebagai salah satu produk kebudayaan telah hidup membudaya dan mentradisi dalam konteks ruang dan waktu kehidupan sosia-budaya masyarakat pendukungnya dalam jangka waktu yang lama. Karawitan Jawa sebagai ekspresi musikal, sudah tumbuh, hidup, dan berkembang selama berabad-abad. Bahkan telah berhasil mencapai derajat keklasikannya. Derajat keklasikan ini tidak saj berkait dengan proses perjalanan waktu yang panjang, melainkan juga berhubungan dengan kualitas musikal, sistem dan organisasi musikal, orkestrasi/instrumen, kandungan nilai-nilai, dan fungsinya dalam kehidupan membuday masyarakat. Tentunya, perjalanan kehidupan yang panjang itu dalam setiap ruang dan waktu selalu bersentuhan dengan berbagai aspek kehidupan lainnya. Artinya, selama ini karawitan Jawa gaya Surakarta memiliki kemampuan berdialektika secara dinamis dengan berbagai dimensi kehidupan sosial-budaya masyarakatnya. Hal demikian mengindikasikan, bahwa secara empirik keberadaan karawitan Jawa gaya Surakarta telah teruji dan memiliki sejarah kehidupan yang panjang.

Judul                     : Tayub Di Blora Jawa Tengah

Penulis                 : Sri Rochana W.

No. ISBN              : 979-8217-52-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 432

Deskripsi :

Banyak orang yang tidak tahu selalu menghujat bahwa ledhek yang kini menggunakan nama yang lebih terhormat yaitu joged, adalah perusak rumah tangga, sumber maksiat,dsb. Tak kurang dari itu Thomas Stamford Raffles dalam bukunya The History Of Java yang terbit pertama kalinya pada tahun 1817, ledhek ,ronggeng, dan nama panggilan yang lain adalah identik dengan pelacur. Bahkan budayawan Prof.Umar Khayam dalam karya sastranya yang berjudul Sri Sumarah (1995), menyinggung pula, bahwa penari tayub pada umumnya adalah pelacur atau wanita tuna susila.

Judul                     : Seni Pedalangan Gagrak Surakarta

Penulis                 : Dr.T.Slamet Suparno

No. ISBN              : 979-8217-51-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 208

Deskripsi :

Seni Pedalangan Gagrak Surakarta merupakan warisan budaya bangsa yang bernilai tinggi dan mencakup berbagai macam unsur estetika. Diantaranya adalah unsur seni tari, drama, sastra, suara, musik dan lukis. Masing-masing unsur seni tersebut berpadu menjadi satu, sehingga mengejawantah dalam bentuk keindahan yang mengagumkan. Begitu indahanya maka oranag Jawa menyebutnya dengan istilah seni adiluhung atau edipeni. Konsep estetika yang terkandung dalam seni pedalangan memberi referensi dan refleksi kehidupan bagi masyarakat Jawa.
Pada prinsipnya setiap pergelaran gagrag Surakarta memuat aspek tontonan, tuntunan, tatanan, hiburan dan renungan. Analisis filosofis tentang seni pakeliran memberi penjelasan yang menyentuh perasaan manusia. Asal-usul dan tujuan hidup manusia digambarkan lewat simbol-simbol yang penuh makna. Ngelmu sangkan paraning dumadi,yang menjadi sentral orientasi hidup dipergelarkan secara urut dan patut. Puncak pengetahuan yang membuat katarsis hati atau pencerahan kerap kali dinamakan kawruh kasampurnan, yang dapat mengantarkan manusia untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya.

Judul                     : Rupa Wayang Dalam Kosakarya Kriya Indonesia

Penulis                 : Soegeng Toekiyo

No. ISBN              : 979-8217-50-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 240

Deskripsi :

Dipahami bahwa kekriyaan merupakan bagian melekat dengan budaya bendawi yang ditopang oleh kemahiran serta ketersediaan bahan untuk menghasilkan ragam karya. Lingkupnya sangat luas; baik terkait dengan kagunan(fungsi) maupun jenis dan bentuk(termasuk gaya dan makna). Keberadaan kriya memiliki jalinan kuat pada 4 aspek dominant; yakni: norma budaya-alam lingkungan-kebiasaan atau kemahiran-dan kebutuhan. Dari sekian banyak karya kria tersebut, banyak diantaranya yang memiliki prospek yang menjadi unggulan, selain bentuk serta fungsinya yang juga berbeda, nampaknya cara pembuatannya pun berbeda.

Judul                     : Wiraga Tunggal

Penulis                 : Soemaryatmi

No. ISBN              : 979-8217-49-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 80

Deskripsi :

Buku ini dimaksudkan untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan, khusunya peminat seni tari dan seni budaya pada umunya, agar mempermudah dalam proses pembelajaran tari, khususnya Tari Wiraga Tunggal.

Judul                     : Dominasi Karawitan Gaya Surakarta di DIY

Penulis                 : Kriswanto

No. ISBN              : 979-8217-43-8

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman:172

Deskripsi:

Buku ini merupakan buku yang layak dibaca oleh mahasiswa dan dosen dari kalangan pemerhati karawitan Jawa, terutama Jurusan Karawitan dan Pedhalangan Jawa.

Judul                     : Notasi Tari (Notasi Laban)

Penulis                 : Katarina Indah S.

No. ISBN              : 978-602-8755-14-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2006

Jumlah halaman: 88

Deskripsi:

”Labanotation fills the various needs of movement study and research in the many fields in which movement is analyzed codified, and recorded”,  dan unsur pokok dalam tari adalah gerak, sehingga gerak menjadi pertimbangan yang penting dalam pengkajian tari secara ilmiah. Sehubungan dengan hal tersebut pemahaman terhadap sistem pencatatan tari melalui notasi Laban sangat penting. Seperti halnya notasi Musik untuk keperluan analisa dalam disiplin Etnomusikologi, notasi Gerak juga memiliki kedudukan yang penting didalam analisa tari melalui disiplin Etnokoreologi. Dalam hal ini Notasi Laban, selain berfungsi sebagai recording of dance / movement juga mempunyai funsi sebagai perangkat analyzing of dance/ movement.

Judul                     : Dolalak Purworejo

Penulis                 : Dr. Nanik Sri Prihartini, S. Kar., M. Si

No. ISBN              : 979-8217-54-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2007

Jumlah halaman: 100

Deskripsi :

Dolalak sebagai salah satu seni tradisi rakyat yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, bentuknya merupakan perpaduan tari dan musik, serta ditunjang unsur yang lain seperti rias busana, tempat pementasan dan sesaji. Sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan, para pendukung (penari dan pemusik) Dolalak adalah pria dewasa, sedangkan isi yang dituangkan dalam garapan tarinya mengandung nilai kebersamaan, kegagahan dan kegembiraan.

Judul                     : Srimpi Kandha Keraton Yogyakarta: Sebuah Misteri Budaya Genealogi Dalam  Kehidupan Kaum Ningrat

Penulis                 : RB.Soedarsono

No. ISBN              : 979-8217-48-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2006

Jumlah halaman:102

Deskripsi:

Naskah tari iringan Srimpi Kandha karya Sultan Hamenku Buwana V ini dikeramatkan dalam peyimpanan dan perawatannya. Dalam penyajiannya meskipun gending pengiring masih menggunakan pola garap bedayan untuk bagian pokok, tetapi tidak menggunakan gerongan. Alur cerita disajikan dalam bentuk waosan kandha, sehingga gending iringan tari yang menggunakan gerong hanya bagian ajon-ajon dan bagian mundur gendhing. Semoga buku ini bermanfaat, menambah wawasan dan referensi mengenai genre bedhaya serta serimpi yang ada dikeraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Judul                     : Karawitan Jawa Masa Pemerintahan PB X

Penulis                 : Waridi

No. ISBN              : 979-8217-46-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2006

Jumlah halaman:312

Deskripsi:

Kehidupan Karawitan Jawa Gaya Surakarta pada Masa Pemerintahan Paku Buana X: Perspektif Historis dan Teoretis disajikan kedalam tujuh bagian dengan sisitem matika seperti berikut. Bagian satu adalah pengantar. Bagian dua berisi uraian tentang latar historis kebudayaan Jawa, konsepsi kekuasaan Raja Jawa, sosial budaya pada masa Paku Buana X, tradisi kraton sebagai acuan, dll. Bagian tiga menjelaskan tentang awal munculnya istilah karawitan Jawa Gaya Surakarta, pengertian dan gaya karawitan. Bagian empat membahas tentang penegasan kembali terhadap konsep struktur dan bentuk, makna gendhing dan reopertoar gendhing. Bagian lima berisi tentang pemetaan aktivitas klenengan pada masa PB X di kota Surakarta. Bagian enam menjelaskan hubungan rasa dan garap. Dua hal ini dalam dunia karawitan Jawa merupakan konsep yang sangat penting, maka perlu dielaborasikan secara lebih detail. Bagian tujuh berisi catatan akhir terhadap hal-hal yang dipandang penting dari keseluruhan buku ini.

Judul                     : Dampak Perubahan Sosio Politik

Penulis                 : Maryono

No. ISBN              : 979-8217-45-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2006

Jumlah halaman:126

Deskripsi:

Kemajuan Teknologi dan Informasi membuat dunia semakin kecil jarak di bumi ini. Demikian pula kebudayaan-kebudayaann yang semakin tumbuh dalam lingkungan sendiri sekarang bercampur aduk saling mempengaruhi antar lokal-lokal dan lokal-global dan terjadi dialog kemajuan teknologi dan komunikasi. Tidak jarang kehidupan kesenian (tari, karawitan, pedhalangan) diciptakan manusia menjadi barang dagangan yang tunduk pada kebutuhan pasar. Pengaruh modernisasi ternyata membawa dampak terhadap segala aspek kehidupan termasuk kehidupan kesenian. Kalau jaman dahulu kesenian  masi berpijak pada nilai-nilai Religius atau sebagai kebudayaan ekspresif tetapi sekarang berubah menjadi kebudayaan progresif yaitu menekankan pada nila pragmatisnya untuk kepentingan duniawi.

Judul                     : Langendriyan Mangkunagaran

Penulis                 : Sri Rochana W

No. ISBN              : 979-8217-44-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2006

Jumlah halaman:182

Deskripsi:

Buku dengan judul Langendriyan Mangkunagaran: Pembentukan dan Perkembangan Bentuk Penyajiannya ini adalah hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 1994. Pemilihan nama Langendriyan Mangkunagaran ini berpijak pada nama yang melekat pada buku referensi di Mangkunagaran. Nama Mangkunagaran sekarang ini lebih dikenal dengan Mangkunegaran. Dalam hal ini yang dimaksud dengan Mangkunegaran sama dengan Mangkunagaran.

Judul                     : Gamelan Jawa

Penulis                 : Drs. Subuh, M. Hum

No. ISBN              : 979-8217-41-1

Penerbit              : STSI Press Surakarta

Tahun                   : 2006

Jumlah halaman: 164

Deskripsi:

Buku ini diangkat dari tesis saya yang berjudul “Gending Gereja R.C. Hardjasoebrata: Sebuah Akulturasi” yang disusun sebagai salah satu syarat untuk mencapai derajat sarjana S-2 dalam bidang Pengkajian Seni Pertunjukan pada Jurusan Ilmu-ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Akan tetapi setelah melewati proses editing, hasil penelitian ini mengalami perubahan judul sehingga buku ini terbit dengan judul “Gamelan Jawa,Inkulturasi Musik Gereja : Studi Kasus terhadap Gending-gending R.C. Hardjasoebrata” .

Judul                     : Serat Pedhalangan Gagrag Ngayogjakarta

Penulis                 : Ki sudarko

No. ISBN              : 979-8217-32-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2005

Jumlah halaman: 262

Deskripsi:

Nuwun, anggen kula nganggit Serat Tuntunan Andhalang Lampahan Kilatbuwana Gagrag Ngayogyakarta punika, awet kasurung raos anggadhahi jejibahan ngrembakakaken kabudhayan kita mliginipun wonten jagading pedhalangan, ingkang sampun mratah kasebat adiluhung. Serat punika ing pengangkah sageta kangge tuntunan para sutrisna ingkang badhe sinau andhalang gagrak Nyayogyakarta.

Judul                     : Kendang Dalam Tradisi Tari Jawa

Penulis                 : Trustho

No. ISBN              : 979-8217-31-4

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2005

Jumlah halaman: 115

Deskripsi:

Di Yogyakarta dahulu dikenal dua orang pengendang hebat, generasi pertama yaitu Raden Lurah Larassumbaga dan Basuki Kuswaraga sebagai generasi kedua. Generasi ketiga yang mampu menduduki sebutan sebagai pengendang hebat adalah Trustho.  

Judul                     : Menimbang Pendekatan

Penulis                 : Waridi

No. ISBN              : 979-8217-42-X

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2005

Jumlah halaman:200

Deskripsi:

Kini perbincangan tentang metodologi, pendekatan, paradigma atau perspektif penelitian, pengkajian, dan penciptaan kesenian semakin hangat di Perguruan Tinggi Seni di Indonesia. Realitas ini menunjukkan bahwa dinamika akademik dan indikator tumbuhnya atmosfer akademik semakin kondusif. Metodologi dan pendekatan dalam dunia pengkajian dan penciptaan seni menjadi bagian yang penting dalam kehidupan akademik di Perguruan Tinggi Seni. Sementara belum banyak tulisan yang membahas tentang metodologi, pendekatan, dan paradigma dalam pengkajian dan penciptaan kesenian.

Judul                     : Antropologi Tari

Penulis                 : RM. Pramutomo

No. ISBN              : 979-8217-39-X

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2005

Jumlah halaman:100

Deskripsi:

Dalam konsepsi antropologis tentang kebudayaan, maka disiplin ini semula berada dalam salah satu cabang antropologi budaya. Jika kemudian lebih dipersempit kedalam antropologi seni, maka wilayah antropologi itu sendiri menghendaki suatu spesifikasi tertentu disetiap konsentrasi disiplin yang berkembang. Untuk keperluan itulah salah satu bentuk spesifikasi yang dikenal dalam etnologi tari atau etnokoreologi ini diperkenalkan sebagai disiplin antropologi spesifik yang meliputi konsentrasi bidang antropologi tari.

Judul                     : Kapita Selekta Budaya

Penulis                 : Dwi Wahyudiarto

No. ISBN              : 979-8217-37-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2005

Jumlah halaman: 194

Deskripsi:

Mata kuliah Kapita Selekta Budaya di jurusan Tari merupakan mata kuliah “baru”. Penambahan mata kuliah untuk menyesuaikan dengan kurikulum berbasis kompetensi yang mulai diterapkan pada tahun 2003/2004. Mata kuliah Kapita Selekta Budaya merupakan jenis mata kuliah yang ditempatkan pada kelompok perilaku berkarya (MPB)dengan bobot 2 SKS. Adapun tujuan mata kuliah adalah, agar mahasiswa diharapkan dapat menganalisis berbagai fenomena dan isu aktual dalam perkembangan dan keragaman budaya. Kedudukan mata kuliah cukup penting, mengingat akan dibahas pengertian dan konsep kebudayaan secara umum sampaikepada isu-isu aktual dalam perkembangan kebudayaan. Disamping itu secara mendasar dibahas pula perubahan sosial budaya, serta etniasitas kebudayaan yang diprioritaskan pada kebudayaan Jawa, kebudayaan Sunda, kebudayaan Minang, kebudayaan Bali serta kebudayaan Irian Jaya.

Judul                     : Kampung Laut

Penulis                 : Moch. Nursyahid P

No. ISBN              : 979-8217-30-6

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2004

Jumlah halaman: 82

Deskripsi:

AJUNING Iptek tetela ndarbeni daya pangaribawa gedhe tumrap urip lan panguripan, klebu uripe budaya, kang mahanani warisan budaya tradhisional ngadhepi ancaman gedhe. Dadi gonjang-ganjing, kaya-kaya arep rungkap saka lajere, kelangan teges lan adiluhunge, jalaran masyarakate melu gonjang-ganjing kesempyok prahara owah-owahan sosial kang nggegirisi sing numusi akeh wong kelangan jati dhirine. Ing jagading kesenian, mligine seni tradhisi, katone isih kesampar kesandung, kurang entuk apresiasi saka masyarakat lan generasi mudha, klebu Seni Sastra, utamane Sastra Jawa. Para generasi mudha samengko luwih ketarik karo bab-bab kang mambu Budhaya Kulonan (Barat), antara liya musik pop, lan sapanunggalane, sing nuwuhake sikep kurang ngregani lan nresnani kesenian lokal utawa budhaya lokal kang mujudake jati diri ne bangsa. Lan duduwani maneh, para generasi muda utawa kanoman ing Jawa samengko akeh sing ora wanuh lan ora ngerti basa ibune, basa dhaerah(basa Jawa) kang yektine sugih makna lan wiwulang luhur

Judul                     : Microsoft Access

Penulis                 : Drs. Isnawan Dwi Parwanto & Muh. Sugiono Almunawary S. IP., M. M

No. ISBN              : 979-8217-25-X

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2004

Jumlah halaman: 127

Deskripsi:

Access merupakan salah satu aplikasi dalam Microsoft Office,Access berorientasi pada pengolahan database. Pada Access tersedia beberapa fasilitas yang memudahkan anda dalam mengelola database, sehingga anda akan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan mudah, cepat, efektif, da efisien. Buku ini disajikan secara khusus bagi anda yang ingin mempelajari Access dalam pengelolaan database manajemen administrasi rumah sakit. Dengan bahasa yang sederhana serta diuraikan secara bertahap, maka di harapkan anda akan dapat belajar dengan singkat dan cepat mahir dalam menggunakan access. Disarankan dalam mempelajari buku ini sambil dipraktikan pada komputer, hal ini akan sangat membantu pemahaman anda untuk mempelajari setiap bagian yang dibahas.

Judul                     : Menggapai Populeritas

Penulis                 : Bambang Murtoyoso

No. ISBN              : 979-8217-24-1

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2004

Jumlah halaman: 186

Deskripsi:

Buku Faktor-faktor Pendukung Populeritas Dalang H. Bambang Murtiyoso, merupakan salah satu kajian fenomena pewayangan terutama yang membahas kiat atau strategi dalang tenat, seperti Anom Suroto, Manteb Soedarsono, dll dalam mensikapi para penonton dewasa ini. Anom Suroto merupakan dalang tenar sejak th 1970 sampai sekarang, sedangkan Manteb Soedarsono baru mulai tenar ditingkat Nasional ±1986 . Untuk memahami strategi para dalang kondhang sehinga sampai kepuncak maka buku H.Bambang Murtiyoso yang merupakan karya tesis S-2 di Program Studi Seni Pertunjukkan Unuversitas Gadjah Mada Yogyakarta, perlu dibaca dan dicermati. Dengan cara itu akan memperkaya wawasan serta pemahaman tentang dunia pedalangan di Nusantara.

Judul                     : Wayang Kulit : Perubahan Makna Ritual dan Hiburan

Penulis                 : Soetarno

No. ISBN              : 979-8217-23-3

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2004

Jumlah halaman: 200

Deskripsi:

Pertunjukkan wayang kulit merupakan salah satu bentuk kesenian tradisi yang masih memiliki daya tarik bagi masyarakat pendukungnya, khususnya masyarakat Jawa. Wayang kulit mengalami perkembangan dari ritual menuju keseni pertunjukkan yang bersifat hiburan semata. Hal ini menjadi kajian yang menarik bagi para sarjana asing maupun sarjana Indonesia. Telah banyak buku yang membahas tentang wayang kulit Jawa baik yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa asing. Namun sebagai kajian ilmiah pada umumnya ditulis dalam bahasa asing. Sedangkan yang ditulis dalam bahasa Indonesia pada umumnya berisi tentang informasi yang tidak menyebutkan sumber sebagai acuan ilmiah. Buku berjudul Wayang Kulit: Perubahan Makna Ritual dan Hiburan ini merupakan langkah untuk memberi sumber informasi secara ilmiah tentang wayang kulit yang ditulis oleh pakarnya. Disamping itu buku ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang perkembangan wayang kulit, sekaligus untuk menambah wawasan seni.

Judul                     : Ornamen

Penulis                 : Guntur

No. ISBN              : 978-602-8755-39-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2004

Jumlah halaman: 182

Deskripsi:

Ornamen merupakan seni hias yang melalui kepentingan estetik dan artistik suatu benda dikreasikan. Sebagai seni, ornamen merupakan salah satu dari sejumlah ekspresi keindahan. Ekspresi keindahan universal manusia itu nampak pada berbagai artefak yang dihasilkan atau dikreasikan. Keindahannya nampak pada tampilan visual melalui irama, harmoni, dan sistem pengorganisasian elemen pembentuknya di satu sisi dan pemanfaatannya dalam menghiasi berbagai produk budaya material di sisi lain. Buku sederhana ini membahas konsep dasar ornamen, ruang lingkup ornamen, jenis dan fungsi ornamen, sistem pengorganisasian serta pandangan tentang ornamen sebagai produk kesenian dan kebudayaan.

Judul                     : Perubahan Bentuk Tokoh Epik Ramayana

Penulis                 : Drs. Kardju,M.Pd

No. ISBN              : 979-8217-18-7

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2003

Jumlah halaman: 94

Deskripsi:

Kesenian Wayang adalah bagian dari kebudayaan nasional yang mampu bertahan hidup berabad- abad lamanya, mulai zaman purba, zaman madya, zaman perjuangan menuju Indonesia merdeka hingga zaman sekarang. Perjalanan yang panjang kesenian wayang mengalami berbagai perubahan bentuk, fungsi dan perubahan media yang digunakan untuk mengaktualisasikan kreasi para seniman dari zaman ke zaman. Perubahan bentuk wayang tidak semata-mata atas kreasi para seniman, akan tetapi ada pengaruh yang lebih mendominasi seperti pengaruh budaya Hindu, pengaruh budaya Islam, budaya Jawa dan pengaruh budaya modern yang disesuaikan dengan masa dan waktu, melalui proses akulturasi budaya .

Judul                     : Suar Agung

Penulis                 : Pande Made Sukerta

No. ISBN              : 979-8217-33-0

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 2003

Jumlah halaman: 124

Deskripsi:

Dalam perjalanan kehidupan Suar Agung menglami perkembangan yang sangat menggembirakan meskipun pernah menglami pasang surut dalam mengemban tugasnya. Kesuburan kehidupan Suar Agung ini membawa dampak positif terhadap kehidupan kesenian khususnya gamelan Jegog, dan kesenia Bali pada umumnya. Wujud positif dari Suar Agung ini dapat memperkenalkan gamelan Jegog kepermukaan dunia Internasional sehingga terjadinya silang informasi budaya lintas negara yang sangat berarti. Dengan demikian tidak mengherankan apabila gamelan Jegog sering digunakan kolaborasi dengan alat-alat musik dari berbagai negara.

Judul                     : Silahkan Melihat Saya

Penulis                 : Pande Made Sukerta

No. ISBN              : 979-8217-34-9

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 1999

Jumlah halaman: 259

Deskripsi:

I Ketut Suwentra, atau yang lebih tenar dengan sebutan “Bapak Jegog” dengan sosok yang simple serta performance yang meyakinkan terbukti bahwa ia mampu membuka dimensi dari berbagai kacamata dan sisi kehidupan. Ia berani berubah disaat orang lain tidak mau berubah. Jika orang berkata mustahil, maka ia akan menjawab “Andalah yang mustahil dengan perkataan mustahil tersebut”. Kenapa bisa demikian?, apakah ini suatu arogansi moral dan etika. Bukan sama sekali !. Ini semua adalah peran. Ada peran yang ganda tetapi tidak sedikit pula peran yang monoton. Apakah ini bisa disebut sebagai ketidakadilan?. Tentu saja bukan, karena peran yang disandang seseorang pada dasarnya merupakan hasil yang didapatkan dari manifestasi sikap dan perilakunya. Sebagai sosok yang akseleratif, maka kadangkala ia memiliki pemikiran yang deskriptif, kadang pula ia bertindak untuk mewujudkan suatu realita. Ada banyak keajaiban yang hadir dalam dirinya dengan ketekunan dan intensitas komunikasi vertikal kontemplatif. Kenapa bisa disebut demikian, karena kita akan menemukan adanya perbedaan nuansa dalam kehidupannya. Hidup menurutnya merupakan bagian dari internalisasi berbagai nilai yang ada dalam tatanan sosial dan religi.

Judul                     : Gendhon Humardani Pemikiran dan Kritiknya

Penulis                 : Gendhon (S.D) Humardhani

No. ISBN              : 979-8217-01-2

Penerbit              : ISI Press Surakarta

Tahun                   : 1991

Jumlah halaman: 164

Deskripsi:

Buku Gendhon Humardani Pemikiran dan Kritiknya ini berisi sebagian besar dari tulisan-tulisannya yang dibuat pada waktu memimpin HSB dan beberapa yang ditulis pada tahun 1960-an. Tudak semua tulisannya diangkat dalam buku ini, melainkan dipilih yang isinya dirasakan masih relevan untuk dibaca dan ditelaah sekarang. Perbaikan redaksional tidak bisa dihindarkan, karena selain gaya bahasa tahun 1950-an juga karena gaya tulisan Gendhon itu agak sulit dimengerti. Sudah barang tentu, perbaikan redaksional yang dilakukan tidak mengubah isi yang dimaksud oleh Gendhon. Buku ini berisi 20 judul pokok bahasan (16 tentang tari dan 4 tentang pedalangan) yang diangkat dari 22 tulisan (artikel dan makalah) Gendhon. Semuanya didasarkan atas naskah asli yang diketik sendiri oleh Gendhon, yang sekarang dirawat dengan baik oleh Ibu Gendhon Humardani.