Kegiatan

Dosen Prodi Teater ISI Ska Peri Sandi, S.Sn., M.Sn. Pengabdian kepada Masyarakat sebagai pemateri dalam kegiatan Kemilau Ngemodhi Are Dhaddina Program Studi Tradis Bahasa Indonesia se Kapeng 5 pada hari Selasa-Rabu, 3-4 Mret 2020 jam 07.00 di auditorium IAIN Madura.

Simpulan Materi

Manusia hidup di dunia sebagai makhluk sosial, manusia tidak mampu hidup sendiri dan tidak mungkin tidak membutuhkan orang lain selain dirinya, kita manusia dikodratkan untuk hidup bersama dan saling membutuhkan. Untuk mengutarakan kebutuhan kita pada orang lain maka diperlukan interaksi menggunakan sebuah alat komunikasi, yaitu bahasa.

Bahasa adalah suatu alat komunikasi yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain, sehingga bahasa harus dimiliki setiap tempat yang berpenghuni manusia. Bahasa juga  merupakan suatu hal yang sangat dominan untuk mengetahui dari mana seseorang berasal, karena bahasa akan menjadi ciri khas dari setiap individu. Begitupun dengan negara Indonesia, Indonesia memiliki bahasa,  yaitu bahasa Indonesia.  

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang diakui sebagai bahasa resmi Negara  Indonesia sejak tahun 1982 dan merupakan bahasa yang lahir dari bahasa melayu yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia sendiri. Bahasa Indonesia awal mulanya digunakan oleh bangsa Melanesia sebagai salah satu dari 250 bahasa etnis di Papua. Kemudian pada  tahun 1945 Indonesia diakui penuh  sebagai bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejak 1945 Bahasa Indonesia tetap berlaku dan selalu berkembang hingga kini, dengan mengikuti arus zaman dan tetap konsisten menyesuaikan dengan kebutuhan bangsa Indonesia. Hal ini sesuai dengan sifat bahasa Indonesia yang dinamis. Sudah dimaklumi, bahwa Bahasa Indonesia dipergunakan sebagai bahasa Ibu hanya di kota-kota besar tertentu saja, sedangkan bahasa Ibu pada umumnya didominasi oleh bahasa daerah, Unggulnya, Bahasa Indonesia mudah dipelajari dan dipahami oleh semua kalangan, bahkan sebagian orang menganggap bahasa Indonesia lebih mudah dari pada bahasa daerah yang merupakan bahasa ibu. Oleh sebab itu, Bahasa Indonesia tetap bisa dan mudah dikuasai oleh bangsa Indonesia meskipun bukan bahasa ibu.

Bahasa Indonesia menjadi alat pemersatu bangsa Indonesia,  tak dapat dipungkiri bahasa di Indonesia sangat beragam dengan diwujudkan oleh bahasa di berbagai daerah, hal ini selaras dengan semboyan Negara Indonesia yang berbunyi Bhinneka Tunggal Ika. Memang, bahasa di Negara Indonesia beragam, dan tentu keberagaman bahasa tersebut tidak akan mampu dikuasai oleh seluruh bangsa Indonesia, tetapi hal tersebut akan diatasi oleh adanya bahasa Indonesia yang mampu dimengerti seluruh bangsa Indonesia.

Adanya bahasa Indonesia patut kita syukuri, jika tidak ada bahasa Indonesia, maka tidak akan ada persatuan bangsa yang berbeda-beda bahasa. Betapa beruntungnya Negara Indonesia yang mempunyai 34 propinsi dan didalamnya masih ada banyak pulau yang tentunya berbeda-beda bahasa pula di dalamnya, akan tetapi mampu disatukan dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Hal ini tidak lepas dari kemurahan Tuhan yang telah menganugerahkan bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa.

Dari pernyataan-pernyataan di atas, maka kami tarik sebuah tema

: Memperkokoh Bahasa Persatuan Melalui Kesusastraan